Perjalanan lima hari kemarin itu perjalanan darat terjauh yang pernah gw lakuin sampe saat ini, Bogor-Malang. Meski lebih banyak tidur ayam sambil nahan mual di bis, tapi gw bisa denger celotehan kalian. Gw juga bisa tetep dapet jarkom makanan yang kalian bagi. Terima kasih, sekarang gw tau betapa enaknya wafer Tango rasa pandan. :9
Setiap perhentian bis untuk makan dan sholat, yang gw tunggu adalah pertemuan antara penunggu bis besar dan bis kecil. Ketika kita bergabung ngantri ngambil makanan, saling menunggu di kamar mandi rumah makan, sampai ditutup dengan foto bareng sebelum naik ke bis masing-masing. Karena perjalanan ini bukan cuma antara gw dan elu, atau dia. Ini perjalanan kita semua, Pixels. Meski ga semua warga Pixels ikut.
Di Bromo, meski ga dapet sunrise di Pananjakan, tetep ada banyak hal yang bisa gw kenang. Curhatan Ega yang abis diramal pak Supir, mati-matian nahan mabuk di jip, serunya offroad di padang pasir yang dingin, asiknya ngeliat temen-temen yang sibuk motret dan dipotret *awas, banyak ranjau kuda*.. serta naik tangga kemiringan hampir 45 derajat demi ngeliat kawah Bromo.

Di bibir kawah, udah banyak temen yang nunggu kedatangan gw.. yihiii! Meski gw ditunggu untuk motretin mereka, tak apalah yang penting semua senang. Foto bareng-bareng Mas'e, duet model sampo Togar-Uwi, ga lupa juga motret kawah Bromo yang mirip sama kawah Putih, dan objek lainnya yang terlalu banyak kalo disebut semua. Puas motret-motret, untuk cadangan profile picture sampe setaun kedepan kata si Uki, kita telusuri lagi jalan tadi untuk kembali ke jip. Hari terlalu siang untuk kita main ke bukit Teletubies. Di lain kesempatan mungkin, semoga bisa bareng kalian lagi.

Setelah itu perjalanan mencari Batu Wonderland untuk istirahat malam. Tapi kita belum boleh istirahat, karena harus main dulu ke Batu Night Spektakuler. Di sana ada Rumah Hantu yang ga berhantu, Sepeda Terbang yang ga perlu dikayuh, dan Bumper Car yang disupirin Indro. Semua harus bayar kalo mau main, kecuali Rumah Kaca yang gratiss. Sayang, gw belum ahli motret dalam malam, jadi hasilnya gelap. Hariitu pun ditutup dengan kita berpisah 4-4 sekamar.
Besok paginya ada kumpul angkatan, tapi ga jadi karena pada bangun kesiangan. Sambil nunggu sarapan, Romcay minjemin lap kacamatanya untuk gw bersih-bersih lensa dari pasir Bromo. Makasih, Rom! :D

Check out hotel, kita lanjut ke pusat oleh-oleh dan air terjun Coban Rondo. Ga ada yang istimewa kecuali kita semua basah kuyup karena hujan dan air terjun. Lepas pukul tiga sore itu, perjalanan panjang pun dimulai, menuju Jogja!
...
Pukul 02.30 keesokan paginya, bis berhenti di rumah makan yang belum buka. Dini hari itu, masih dengan tidur ayam, gw dengar suara kalian yang kasak-kusuk minta makanan. Beberapa saat kemudian dimulailah acara angkatan yang sempat tertunda, sesi unek-unek. Ga semua ikut bersuara, tapi dari sebagian yang bersuara itu gw rasa cukup untuk mewakili 'maaf' dan 'terima kasih' Pixels yang lain. Dialog Topik-Rendy yang tanpa debat meski beda ideologi, klarifikasi Ocit, Avita, dan teman lain, juga curhatan Basith sebagai Komti selama ini jadinya mengisi sesi unek-unek pagi di Jogja itu. Selesai dari itu, gw jadi sadar bahwa betapa pun ga deketnya gw sama kalian, kita tetap teman di Pixels.
...