Senin, 13 Desember 2021

Georgia (2020)

Sepasang orang tua yang 'gaptek' membuat desain spanduk untuk menuntut investigasi ulang atas dugaan bunuh diri yang menimpa anaknya, Jina. Georgia adalah jenis huruf yang bersikeras mereka pilih, walau sebenarnya tidak bisa digunakan untuk menulis aksara Korea. Pada akhirnya, kata-kata dalam spanduk itu hanya berupa kotak-kotak kosong.

GEORGIA oleh Jayil Pak

GEORGIA (2020) diangkat dari kasus Miryang yang benar-benar terjadi di Korea Selatan. Diduga korban bunuh diri setelah sebelumnya mengalami kekerasan seksual yang dilakukan teman-teman sekolahnya. Dalam film ini, hanya 3 dari 21 pelaku yang dijatuhi 'hukuman' skorsing, selebihnya tidak terungkap sama sekali. Alih-alih diusut tuntas, polisi malah menawarkan jalur damai.

Selama kurang dari 30 menit, film ini sangat dalam dan hati-hati mengangkat kesulitan yang dialami kedua orang tua Jina menuntut keadilan untuk anaknya. Hanya mereka berdua, dan mereka hanya punya satu sama lain, melawan sistem yang melindungi pelaku. Betul-betul sulit dan sendirian. Bahkan teman-teman sekelas Jina juga bungkam, tidak ada yang berpihak dan bersedia jadi saksi.

Huruf Georgia sendiri dipilih sebagai simbol kehadiran Jina dalam upaya protes ini. Huruf yang sedang didesain ulang oleh Jina agar dapat digunakan dalam aksara Korea. Kedua orang tua Jina, dan huruf Georgia, mereka bertiga melakukan protesnya lewat desain spanduk.

Akting para pemain yang mumpuni, didukung desain produksi yang amat matang, berhasil menggiring emosi penonton. Penggunaan simbol-simbol, gesture tokoh, dan warna palete yang dipilih semakin memperkuat setiap aspek yang tak terkatakan. Hingga sampai di bagian akhir film, di situlah gong-nya.

Korban kekerasan seksual dan keluarga masih sering dipersulit dalam menuntut pengusutan kasusnya. Victim blaming masih juga sering ditemui. Rasa-rasanya, semua yang ada hanya sunyi yang mengarah ke jalan buntu.

Meski begitu, seperti yang berulang kali tokoh utama ini sampaikan: tetaplah hidup. Kita masih punya kehidupan untuk dihidupi.

Jayil Pak

Setelah tahun lalu aku nonton film "You and I" dan belum lama mendadak jadi buzzernya, tahun ini secara ga sengaja ajang JAFF (Jogja-Netpac Film Festival) kembali menjadikanku sukarelawan buzzer untuk Georgia (2020). Film pendek dengan durasi kurang dari 30 menit, yang diangkat dari kisah nyata kasus Miryang di Korea Selatan.

Georgia by Jayil Pak

Aku ga nonton film ini dalam periode festivalnya. Aku tau film ini dari review singkat di Twitter dan langsung tertarik sejak tweet pertama. Bagaimana satu jenis font bisa dijadikan medium untuk menyebarkan kisah tentang manusia. Ternyata reviewnya jadi ramai dan banyak warga Twitter lain yang juga sependapat. Hingga akhirnya Ayu (si penulis review) berinisiatif nge-DM Jayil Pak (sang director) dan terjadilah pemutaran film "Georgia". Terbatas dalam 24 jam khusus untuk penonton Indonesia.

Wow. Bagaimana banyak hal bisa terjadi atas nama kemanusiaan.

Selain dari antusiasme masyarakat Twitter dan pecinta film di Indonesia, kisah yang diangkat "Georgia" (sayangnya) punya kemiripan dengan kasus yang belum lama ini terjadi di Mojokerto. Tentang korban KS yang mengakhiri hidupnya karena demikian gelap mencari keadilan di hukum manusia. Mungkin hal ini juga yang akhirnya mendorong Jayil Pak untuk menayangkan filmnya di Youtube supaya bisa diakses lebih banyak orang. Padahal dengan begitu, jadi mengurangi kesempatan "Georgia" untuk tampil di festival film lain. Tapi, lebih banyak orang yang bisa menjangkau film ini mungkin dirasa lebih jadi prioritas bagi Jayil Pak.

Hal menarik lainnya adalah adanya sesi QnA lewat Twitter Space oleh Pak Jayil Pak sendiri. Wow, again, terima kasih, Ayu, yang udah mengusahakan. Dari sini keliatan banget dia orangnya sangat berdedikasi, ga banyak protokol, langsung action. Terasa tulus dan humble juga, mau ngeladenin permintaan dari kami, masyarakat biasa yang bukan siapa-siapa.

Semalam, kuikut sesinya dan semakin kagum dengan proses berkarya Jayil Pak dan timnya. Penjelasan simbol-simbol, cerita di balik font Georgia, fakta kasus Miryang di Korea, hingga pendekatan yang dipikirkan secara hati-hati, dengan sangat memihak korban, bikin aku jadi semakin bisa memaknai pesan yang disampaikan. Kamu bisa baca beberapa faktanya di sini.

Asli, Jayil Pak ini humble dan tulus banget. Orang film yang ga menjaga jarak dengan penontonnya. Semua pertanyaan dijawab dengan jawaban yang sungguh-sungguh. Mungkin hal ini juga yang bikin dia jadi dipertemukan dengan timnya, yang juga berdedikasi dan habis-habisan selama proses pembuatan film.

Anyway, dari 24 jam berubah jadi 48 jam lebih, dan hingga tengah malam nanti "Georgia" masih bisa diakses secara online, sebelum ditake-down dari YouTube.

JP on the QnA session

Banyak hal yang aku bisa refleksikan, dari proses berkarya, keberpihakan, pendekatan dan riset yang hasilnya emang tercermin banget bisa sebegitu dalam. Juga soal komunikasi, apresiasi, interaksi, dan kolaborasi yang kita ga tau bisa membawa ke mana.

Jayil Pak memberi ku banyak hal, lebih dari pengalaman bersinema dan tontonan yang luar biasa tulus. Thank you so much, Mr. Pak. 🌼

Kamis, 09 Desember 2021

wiken plan (2)

plan A
  1. jajan tomaple (sekalian bungkus)
  2. mampir ke bookhive menteng
  3. pulang
plan B
  1. renang
  2. donor
  3. nonton Yuni
I can't think about anything else but tomaple's donut 🥺
been craving for their specialities since I introduced them as "makanan khas daerah jaksel" to my friend

I keep listing the flavour combination back and forth, from the savoury to the sweet ones, the classic and the luxe version, trying to get the best experience everyone has ever tasted.

I can't hold it back anymore. I. Must. Visit. Them. This. Weekend.


Huh, it feels nice to write down your own thought, isn't it?

Kamis, 02 Desember 2021

wiken plan

plan a:
  1. renang di galaxy
  2. nonton seperti dendam
  3. groceries shopping
  4. chill and streaming (100% manusia/jaff/youtube)

plan b:
  1. footurama hopping
  2. pos bloc patjarmerah
  3. bungkus dapurempa
  4. jajan tomaple
plan c:
  1. renang bareng anggi
  2. footurama hopping
  3. pos bloc patjarmerah
  4. tomaple

*merenungi hidupku yang dari wiken ke wiken