Jumat, 28 April 2017
Rabu, 19 April 2017
Sepetak Thailand di Pasar Baru
Maret kemarin, saya dan Ratna (Bali) jalan-jalan ke Pasar Baru. Iseng aja sih sebenernya, datang ke sana yang terkenal dengan surganya buat pecinta kamera. Memang saya ada wacana untuk ganti, tapi masih belum yakin mau apa. Bingung antara mirrorless atau DSLR.
Udah, liat-liat aja dulu. Di sana banyak pilihannya. Gitu kata si Bali. Oke deh.
Sumpah saya norak banget waktu. Apalagi pas masuk ke Harco, pusatnya kamera segala bangsa, sumpah saya norak makin menjadi.
Kesan pertama saya pas sampe di Pasar Baru,
Bal, ini kayak di Bangkok ya Bal?
Di Bangkok kayak begini ya Bal?
Penjual buah potong tersebar di mana-mana. Mana buahnya seger dan mulus banget, kayak buah impor. Gatau juga sih impor beneran atau bukan. Ada tukang es Kedondong, jambu Bangkok, buah-buah tropis lengkap.
| Kata Bali, Bangkok suasananya kayak gini. He-eh. |
Sumpah saya norak banget waktu. Apalagi pas masuk ke Harco, pusatnya kamera segala bangsa, sumpah saya norak makin menjadi.
Model kamera antik, analog, berjejer di etalase kaca. Lensa-lensa, body tanpa isi, dari Canon, sampe Yashica, semua ketemu. Macam di museum aja rasanya. Saya yang norak, bukannya nanya-nanya malah jadi ngeblank saking speechlessnya. Untung si Bali ada tujuan nyari len's cap, jadi dia yang nanya dan nyamperin pedangangnya satu-satu.
Di satu toko, Jakarta Camera namanya, si Bali berhenti agak lama. Ada lensa Fujinon, yang dia cari-cari. Karena lensa untuk kamera Terfujilah memang langka (langka yang second), semangatlah dia nyoba di kameranya. Bokehnya alus banget sumpah, tapi ga jadi beli karena harganya yang lumayan. Bisa dapet satu kamera sendiri, Bok. Lepas dari toko itu, dia kode terus sepanjang hari minta kado lensa. Mehehe.
Lewat tanya-tanya sama pak Ginting (yang punya Jakarta Camera), saya jadi tau kalo lensa analog bisa dipake juga untuk kamera digital. Asal ada adaptornya. Yah, emang harga lensa kan mahal ya, sementara lensa analog masih kejangkau gitu. Makanya orang-orang ngakalinnya pake adaptor, untuk masang lensa analog ke kamera digitalnya.
| Canon |
| Ret Ginting - Jakarta Camera |
Kalo mau ke tokonya pak Ginting, alamatnya di Harco Pasar Baru Lt. 3 Blok 3A3/3A7. Bapaknya baik kok, mau tanya-tanya dulu juga boleh. Doi juga jual aksesoris kamera macam-macam, udah kayak kolektor.
Selamat mencari! :D
Kamis, 06 April 2017
Tubuh Saya Bukan Milik Saya Sendiri
Pagi ini saya terbangun dengan tubuh yang rasanya bukan milik saya sendiri. Bagian sebalah kanan saya sulit digerakkan, dari belikat kanan hingga bahu. Hal ini menghambat saya, bahkan untuk berganti posisi dan bangun dari tempat tidur. Sekitar 5 menit saya berusaha menggerakan tubuh, perlahan-lahan, tapi sedikit pergerakan saja bisa menimbulkan nyeri yang lumayan saya rasakan.
Saat itu saya berpikir, bagaimana kalau tiba saatnya nanti ketika saya benar-benar tidak bisa bangun lagi?
Atau saya sadar, tapi tidak bisa mengendalikan tubuh saya sendiri, hingga harus dengan bantuan orang lain untuk sekedar beraktivitas bangun dari tempat tidur?
Langsung terbayang wajah ibu saya, yang pastinya sedih dan akan kerepotan kalau harus mengurus saya sendiri. Apalagi saat ini kami tinggal berjauhan, saya di Cisauk dan ibu di Bekasi.
Langsung terbayang beberapa urusan saya, yang belum selesai. Yang akan merepotkan sekali bagi orang-orang lain, utamanya tim saya, jika tidak saya selesaikan.
Langsung terbayang beberapa projek pribadi yang masih ingin saya selesaikan dan nikmati hasilnya.
Langsung terbayang, seperti adegan film yang diputar dalam layar sinema.
Untuk itu saya menghilangkan pikiran macam-macam tadi, dan berusaha mengabaikan nyeri yang timbul untuk bangun dan beraktivitas seperti biasa.
Seperti tidak terjadi apa-apa. Karena memang sebenarnya, kamu tidak terlalu apa-apa. Hanya salah posisi tidur.
Saat itu saya berpikir, bagaimana kalau tiba saatnya nanti ketika saya benar-benar tidak bisa bangun lagi?
Atau saya sadar, tapi tidak bisa mengendalikan tubuh saya sendiri, hingga harus dengan bantuan orang lain untuk sekedar beraktivitas bangun dari tempat tidur?
Langsung terbayang wajah ibu saya, yang pastinya sedih dan akan kerepotan kalau harus mengurus saya sendiri. Apalagi saat ini kami tinggal berjauhan, saya di Cisauk dan ibu di Bekasi.
Langsung terbayang beberapa urusan saya, yang belum selesai. Yang akan merepotkan sekali bagi orang-orang lain, utamanya tim saya, jika tidak saya selesaikan.
Langsung terbayang beberapa projek pribadi yang masih ingin saya selesaikan dan nikmati hasilnya.
Langsung terbayang, seperti adegan film yang diputar dalam layar sinema.
Untuk itu saya menghilangkan pikiran macam-macam tadi, dan berusaha mengabaikan nyeri yang timbul untuk bangun dan beraktivitas seperti biasa.
Seperti tidak terjadi apa-apa. Karena memang sebenarnya, kamu tidak terlalu apa-apa. Hanya salah posisi tidur.
Minggu, 02 April 2017
Doa Orang Patah Hati
Tuhan, jika Kau meridhoi
jatuhkanlah sebutir kelapa ini di atas kepalanya
dengan hati-hati
sebab aku tak ingin ia amnesia, lalu lupa segala
Tuhan, Yang Maha Pengasih
kasihilah kami yang patah hati ini
sebab segalanya dalam hidup ini
jadi terasa perih
Tuhan, Yang Maha Pemberi
kirimilah kami orang-orang baik
yang juga sendiri
agar dapat saling menemani
Tuhan, Yang Maha Mengetahui
kuatkanlah hati kami
dalam menempuh ujian esok hari
sebab Senin tak pernah seseram malam ini
Amin.
jatuhkanlah sebutir kelapa ini di atas kepalanya
dengan hati-hati
sebab aku tak ingin ia amnesia, lalu lupa segala
Tuhan, Yang Maha Pengasih
kasihilah kami yang patah hati ini
sebab segalanya dalam hidup ini
jadi terasa perih
Tuhan, Yang Maha Pemberi
kirimilah kami orang-orang baik
yang juga sendiri
agar dapat saling menemani
Tuhan, Yang Maha Mengetahui
kuatkanlah hati kami
dalam menempuh ujian esok hari
sebab Senin tak pernah seseram malam ini
Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)