Selasa, 13 Juni 2017

Time Paradox dan Postingan Soal Harta

Kenapa waktu cepat sekali berlalu kalau di rumah?

Sementara kalau di kantor, rasanya lamaa berlalunya?

Ketika gue di rumah, Sabtu-Minggu kerasa cepet banget cuma dua hari. Sementara di kantor, rasanya lama betul gue menghabiskan waktu, dari Senin-Jumat. Beda tiga hari doang padahal. Men.

Terbuktilah kebenaran teori relativitas Einstein terhadap waktu.

Anyway, malam ini adalah malam ke-19 Ramadhan. Ga kerasa, udah 18 hari gue berpuasa dengan sahur minum air putih doang. Bukan apa-apa sih, kebetulan aja pas sahur itu gue ga ada keinginan untuk makan. Karena perut masih terasa ada isinya, jadi kalo gue makan sahur justru begah rasanya.

Jadi, gue cukupkan sahur dengan minum air putih. Itu sudah, cukup juga sih. Insya Allah.

Di malam ke-19 ini, Serpong distrik Cisauk hujan sejak menjelang magrib, sampai sekarang gue ngetik postingan ini. Tadi pun gue tarawih di kosan, karena hujan, dan teman-teman yang lain juga sepakat tarawih di kamar masing-masing. Ga apa-apa ya, at least tarawihnya jangan sampe ketinggalan aja. Sayang.

Sebenernya gue buka laptop ini berniat untuk bikin slide untuk sharetech Jumat nanti. Tapi, malah berakhir bikin postingan yang sedang kalian baca ini. :)))))

Ngomong-ngomong, barusan gue menemukan sesuatu yang bermanfaat. Apa tuh? Adalah cara menghitung zakat maal alias zakat harta. Bisa cek di cara menghitung zakat maal ya. :)

Setelah gue baca dari sumber di atas, ternyata dibalik penghitungan zakat yang sebenarnya ga rumit itu, sesungguhnya jumlah yang harus kita keluarkan itu dan jumlah yang bisa kita keluarkan itu ada takarannya, yang persentasenya itu ga memberatkan. Sama sekali ga memberatkan. Dan jumlah itu pun harus memenuhi nisab selama satu tahun dulu.

Lumayan lama juga ya, ditunggu satu tahun harta kita udah masuk nisab belum?
Tapi jatuhnya jadi ga memberatkan (IMHO). Sama sekali ga memberatkan (diulang 2x), karena persentasenya yang untuk satu tahun itu.

Jadi gaes, jangan sampe lupa bayar zakat ya! Karena zakat itu membersihkan harta kita, dari hak orang lain di dalamnya. Biar barokah dan berfaedah, sekalian bantu sesama juga. Karena juga, zakat itu ga memberatkan. Sama sekali ga memberatkan (diulang 3x).

Kalo bingung gimana bayar zakatnya, ke siapa? Sekarang di mall-mall udah ada stand yang nyediain info dari BAZNAS untuk zakat gitu kata seorang teman. Bahkan di situs ecommerce juga udah ada. Contohnya di mataharimall.com, ini kalo mau yang online. Tapi enakan ngasih langsung sih, lebih interaktif.. Kekekek.

Gitu deh. Woi, slide jangan lupa dibikin woi.

Ciao! :))))))

Minggu, 11 Juni 2017

Retorika 2017 | Episode Juni

Musim Panas di Cisauk

Langit tidak pernah semerah hari ini

Di penantian dari siang ke malam
seiring dengan semakin menyalanya rona di pipimu
kau mengisi jeda yang ada, dengan menertawakan hal-hal yang kita kuatirkan
sambil berharap itu tidak pernah benar-benar terjadi


Semalam di Cisauk

Hari-hari berlalu lebih cepat di sini
sementara kau masih belum tau akan memilih apa
dengan keputusan dan nasihat orang tua
yang mati-matian kau bela sampai mati

Hanya tinggal aku sebagai gundukan tanah
yang orang lupa pernah ada


Suatu Sore di Cisauk

Matahari masih terasa panasnya
ketika angin datang membawa kesenangan yang kekal
tapi kau mulai bosan dengan apa-apa yang bersifat dunia

Janji Jani

Namanya Jani
yang kepadanya aku berjanji
ini kali terakhir kita membicarakan musim panas di Cisauk

Tentang Puisi

Puisi adalah serangkai kata-kata indah, bagimu
tidak lebih dari bunga-bunga sajak
yang subur ditanam benihnya oleh petani syair
lalu dipetik mentah-mentah dan ditelan bulat-bulat oleh pemaknanya