saya kira sudah september, ternyata masih maret. tanggal seratus delapan puluh tiga.
— m aan mansyur (@hurufkecil) September 1, 2020
Seorang penyair mempertanyakan bulan di kalender lewat cuitannya. Seorang pemimpin kota membuat keputusan terkait kondisi kotanya. Seorang aku menghubung-hubungkan dua hal itu.
September ini Jakarta kembali melakukan PSBB. Aktivitas perkantoran yang sebelumnya mulai bergeliat, dibatasi lagi sebab laju penularan corona yang tidak ada henti-hentinya. Alih-alih melambat (tepikan sejenak harapan untuk melandai) angkanya malah meningkat terus. Rencana bioskop yang bersiap buka, berakhir wacana. Setelah melalui semua ini, kita masih harus di rumah lagi.
*postingan ini didedikasikan untuk Maret yang saya lewatkan.