"Mau ke mana?"
"Ke Belanda."
"Ya, hati-hati bawa payung."
Bawa payung. Cuma itu pesan ibuku waktu gue pamit mau ke Belanda kemarin siang. Gue ulangi, B.A.W.A. P.A.Y.U.N.G. Gile dah, ongkos aja ngga ditanyain gue ada duitnya atau ngga. Beda bener sama kalo gue mau ke Bogor, pesenannya macem-macem, "Udah bawa minum? Mau bawa makan ga? Duitnya masih?" dan petuah-petuah lainnya kayak mau ngelepas anaknya pergi ke negara orang. Sementara kemarin.. ah sudahlah.
Sebenernya ibuku ga salah. Gue memang pergi ke Belanda, tapi ga meninggalkan Indonesia juga. Belanda yang ini ga perlu naik pesawat, karena jaraknya cuma sekali naik Kopaja dari Manggarai. *YAELAH
Ada apakah gerangan gue jauh-jauh ke Belanda di hari hujan berangin? Ibuku keren juga nih, dia pesen cuma bawa payung, eh, beneran ujan di jalan.
Jadi kemarin ada nobar gratis, Broo.. HAH? GRATIS? Gue ulangi, G.R.A.T.I.S. YEAAAH..
Karena film-film gratisan menurut sebagian orang agak sulit dimengerti alur ceritanya, dan gue suka ngantuk kalo nonton film lama-lama, sebelum pergi gue persiapkan diri dengan tidur yang cukup. Masalah ngerti filmnya atau ngga, itu urusan nanti. Karena gue sebagai penganut paham gratisan tentu merasa sedih kalo ngelewatin kesempatan ini begitu saja. Berbekal
hasil pencarian Google dan arahan abang kenek Kopaja 66, sampailah gue di Erasmus Huis, tempat nobar digelar.
Begitu sampai gue disambut Om Satpam yang nanyain apa tujuan gue ke sana. Kalo ditanya gitu jangan panik, jawab aja apa adanya. Kalo gue kemarin jawabnya mau nonton, karena emang mau nonton. Terus sebelum masuk, barang bawaan kita diperiksa dulu lewat
scanner. Pas pemeriksaan ini jangan ada barang yang ditutup-tutupi, karena akan ketahuan. Kalo ditanya, "Kamu bawa payung, ya?" dan memang lu bener bawa payung, jawab aja, "Iya, Pak, disuruh bawa sama ibuku", gitu. Niscaya lo boleh masuk tanpa dicurigai barang sepeser pun.Yeah.
Di gedung pertunjukan, pengunjung disambut dengan dekorasi ala tempat kejadian tindakan kriminal. Ada garis polisi, pisau berdarah, sidik jari, dan alat lainnya. Gue takjub karena ini rasanya keren sekali!
Tentang film yang diputar, ternyata ekspektasi gue terlalu tinggi. Karena filmnya mudah dicerna sodara-sodara! Hahah.
Film pertama judulnya QUIZ. Tentang seorang
host acara kuis yang dipaksa ikut permainan mengerikan dengan nyawa anak-istrinya yang jadi taruhan. Intinya tentang balas dendam. Film ini ngeri-ngeri sedap, sesuai genrenya yang
thriller dan memacu adrenalin, jadi gue ga ngantuk. :D
Di film ini pastinya ada adegan berantem dan darah-darah, tapi ga berlebihan. Ga cuma kekerasan yang ditawarkan, tapi juga alur cerita dan drama yang jelas. Ditambah akting pemerannya yang oke juga, gue pribadi puas menontonnya. *tepuktangan.
Film kedua judulnya Black Out. Nah, gue rada heran nih pas baca sinopsisnya. Genrenya
comedy-thriller. Kebayang ga, tuh, jadi kayak apa filmnya?
Pas gue tonton...
Hooo... gue ketiduran. ;p
Di tengah film gue ketiduran, tapi akhirnya gue berhasil mengumpulkan kesadaran dan bertahan hingga film selesai.
Film ini lebih kompleks dengan alur cerita yang maju-mundur. Tentang seorang mantan kurir narkoba yang tiba-tiba kehilangan ingatan di H-1 pernikahannya. Terus dia jadi orang paling dicari No. 1 karena dituduh menghilangkan 20 kg narkoba yang harusnya dia antar. Nah, berkembanglah cerita antar satu geng narkoba ke geng lain. Yang satu butuh duit, yang satu butuh barang. Penuh intrik karena mereka saling tipu-tipu untuk dapet barang tanpa kehilangan uang.
Jujur gue kurang menikmati nontonnya, karena ngantuk kali, ye? ;p
Kompleks juga karena ada banyak tokoh di dalamnya, gue jadi lupa-lupa peran mereka masing-masing jadi apa dan siapa. Terus juga film ini cuma nampilin
english subtitle untuk dialog bahasa Belanda,
english dialog sendirinya ngga. Padahal cukup banyak dialog Inggris di dalamnya. Makin bingunglah awak.
Soal komedinya.. beda sama paham komedi yang gue anut. Komedinya kasar, gue kan makhluk halus. ;p
Orang-orang sih banyak ketawa di beberapa adegan film ini. Satu adegan yang gue akui lucu ketika ada dua geng yang mau transaksi di suatu ruangan. Mereka berlima, dua lawan tiga, masing-masing pegang senjata dan saling todong untuk nyerahin barang bawaan masing-masing. Waktu saling todong itu, si pemeran utama masuk mengendap-ngendap terus ga sengaja ngebuka pintu ruangan itu. Tindakan buka pintu itu justru jadi pemacu untuk mereka berlima untuk saling nembak. Kayak kaget gitu, lah. Disorot satu-persatu mereka berlima mati karena ga sengaja ketembak. Sampe lima orang dalam ruangan itu mati semua, dan tinggal si pemeran utama yang kebingungan kok pada mati semua. Sementara barangnya utuh. :))
Udah, cuma dua film yang gue tonton. Sisa dua film lagi gue lepaskan karena takut pulang kemalaman. Apa kata ibuku kalo anak gadisnya pulang larut malam sendirian? :))
Trailer QUIZ bisa diliat di
sini.
Trailer Black Out bisa diliat di
mari.
Trailer dua film lainnya ada di
sini dan di
mari.
Doei!