Rabu, 19 Juli 2023

Sejauh Ini Rasanya Menyenangkan

gue baru dapet kerjaan lagi. setelah bulan Mei yang ninaninu dan nanonano, juni ini aku siap memulai perjalanan baru. semoga aku selalu siap dan semakin tegar menghadapi segala apa yang ada.

jadi, kali ini pekerjaan project based, kontrak 3 bulan saja dari juni-september. aku bertemu banyak teman-teman muda, kebanyakan kelahiran 98, 99, dan 00. berarti usia mereka sekitar.. 23-25 tahun?


pada usia segitu, aku sedang apa ya? kita ambil tengahnya, 24 tahun, berarti tahun 2016. aku baru bekerja selama 2 tahun, baru diangkat jadi lead di mosmos dan sedang proses switch karir ke uiux.


teman-teman-muda ini, mereka keren deh. profesional, gercep, self-driven, dan berani. berdaya dengan aktualisasi diri yang positif. bisa langsung tektokan dan koordinasi dengan inisiatif sendiri. i adore them. i adore the youth of them.


di sisi lain, gue juga harus mengimbangi inisiatif dan kegercepan mereka dalam solve the problems. dengan pengalaman yang mulai lebih dulu, aku merasa harus bisa memberi lebih. ini pecutanku. aku menyerap energi dari mereka dan rasanya ingin memberi balik energi yang sama besarnya.


sejauh ini, hari-hari rasanya menyenangkan.


----

dan sekarang sudah juli. aku sudah terbiasa dengan polanya, tidak meraba-raba seperti di bagian awal dari tulisan ini, tapi di satu sisi rasanya agak menjerumus ke auto-pilot. hari senin-selasa membuat slide report, rabu briefing dan explore new task, kamis internal review, jumat lanjut explore dengan input dari internal review. on repeat.


no complaint, actually. meski begitu, kok tetep aja aku keteteran dan tetep melakukan ritual begadang. padahal udah serutin itu, ya.


there must be something wrong with me,

tapi sejauh ini rasanya menyenangkan.



Senin, 17 Juli 2023

Nobel Selengean, Bukan Slengean

Malam ini, dini hari banget barusan sekali, bisa-bisanya gue nge-DM Ucim cuma demi menanyakan soal newsletter 5.45! Gue minta tolong dia untuk nyari edisi soal hadiah nobel selengean, tanggal 23 September 2020, karena edisi itu hilang dari inbox gue. I don't know what happened, kok iso ilang.

Anyway, ada apa dengan 5.45 di hari itu? Jadi.. di pagi hari begitu selesai membaca isinya, gue langsung mengirim surat pembaca. Karena sungguh gue suka dan terhibur banget dengan tulisan Raka Ibrahim tentang hadiah nobel yang selengean itu.

Keesokan harinya, Kamis, 24 September 2020, ada Surat 5.45 atas nama Kimberly. That Kimberly, that Surat 5.45, itu adalah gue. Hahaha.

Sangat random dan rasanya merepotkan sekali ya, minta tolong tengah malem cuma untuk penasaran sesaat yang tidak penting ini. Tapi rasanya menyenangkan, karena udah lama banget gue penasaran ingin baca lagi that special newsletter yang bikin surat gue diterima sebagai Kimberly. Asli, gue udah coba cari dengan berbagai kombinasi kata kunci, tetep ngga ketemu. Gue sampe berpikir, apa karena ada unsur bahayanya, ya, sampe edisi itu ngga muncul di hasil pencarian Google?

Terima kasih Ucim udah mau meladeni. Gue nyengir lebar banget begitu dapet forward email newsletternya.. Panjang umur orang baik. :))

Tumben-tumbenan juga sih gue bisa shamelessly serandom itu. Random tentu saja sering, tapi biasanya ngga sampe diwujudkan ke dalam aksi. Yasudahlah, once in a while. Semoga dia tidak ilfill dan tetap mau berteman dengan gue. :sweat: