Ealah, judulnya berasa gue si paling aktif motret aja. Aslinya mah boro-boro, paling mentok juga diajak hunting bareng temen-temen. Kalo ga ada yang ngajak, ya, ga motret. Ehehehe.
Sekarang, temen-temen si pengajak hunting itu udah punya kehidupan lain semua. Merujuk ke kondisi di atas, gue jadi ga pernah hunting random lagi. Well, gue emang ga bilang langsung, but, I miss our old days, gaess. :(
Dulu-dulu.. ada acara fotografi di mana, ada pameran di mana, ada diskusi di mana, gue selalu hadir. Gue kejar, bela-belain dateng, tapi tetap tidak berjejaring. Mengamati saja di pojokan dalam gelembung sendiri.
Gue ga tau ini side effectnya atau mungkin gue yang terlalu emosional, tapi dari pertemuan soal fotografi itu selalu ada perasaan haru, pilu, dan kecil. Hasil dari paparan realita yang tidak seindah hasil potret pelaku aktif fotografi yang jadi pembicara. Hasil dari kerja-kerja sulit yang dihadapi demi mengangkat kisah yang nyata dan tersembunyi. Awalnya termotivasi, tapi makin ke sini makin tidak terawat semangatnya.
Rasanya diri ini sangat cetek, karena masih melakukan fotografi sebagai hobi sampingan yang tidak menghasilkan, profit maupun non-profit. Saya merasa makin tidak ada apa-apanya. Lalu berakhir dengan mengambil jarak dari aktivitas ini, yang hampir selalu menyalakan tombol gairah di diri saya.
Menjaga jarak dari mereka yang sudah berdampak.





















































