Tampilkan postingan dengan label #youtube. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #youtube. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Oktober 2021

Jumat, 17 September 2021

After all this time?


It's been a long time since I listened to Laruku, and those tweets bring me to the days back then when I was in JHS. I met Hyde for the first time, from the article inside an Animonstar magazine. Right at the moment, I fell for him effortlessly.

If you'd been reading this blog for at least a year, you must know that he is my first celebrity crush. Haha.

He is a legend, you know. Laruku is a worldwide legend. Check out this video, and you can feel how charming they are. It doesn't change a bit, up until nowadays.


Always ✨

Kamis, 09 September 2021

MONGOL800: Love Song

夢を語る君の
Yume wo kataru kimi no

輝く瞳の中に
kagayaku me no naka ni

僕がいる
boku ga iru

いまを分かち合える
ima wo wakachi aeru

輝く輪の中に
kagayaku ano naka ni

君がいる
kimi ga iru

空を見上げ
sora wo miage

両手広げて
ryoute shirogete

僕はここだと示すのさ
boku wa koko dato shimesu no sa

あすを見つめ
asu wo mitsume

夢を広げて
yume wo kirogete

強く願い想うのさ
tsuyoku negai omou no sa

僕はここだと叫ぶのさ
boku wa koko dato sakebu no sa

そう誰よりも強く
sou dare yori mo tsuyoku

イメージを想い描くの
IMEJI wo omoietaku no

暗いマイナスなイメージは捨ててさ
kurai MAINASU na IMEJI wa sutete sa

いまをただ駆け抜けろ
ima wo tada kakeru kero

光差す方へ進めばいい
hikari sasu ho e susumeba ii

Oh oh Your Love Song!!

夢の欠片 見つめた
yume no kakere mitsumeta

机の片隅 落書きの中
tsukue no katasumi rakugaki no naka

あすの欠片 描いた
asu no kakere kaita

教科書の片隅 殴り書いた
kyoukasho no katasumi naburitaita

声を揃え足並み揃えて
koe wo soro e shinami soroete

僕の何を決めるのさ
boku no nani wo kimeru no sa

二つに一つの答え合わせで
futatsu ni hitotsu no kotae awasede

僕の何が決まるのさ
boku no nani ga kimaru no sa

僕の何がわかるのさ
boku no nani ga wakaru no sa

もっと笑わせておくれ
motto wara wasete okure

イメージを想い描くの
IMEJI wo omoi e kakuno

暗いマイナスなイメージは捨ててさ
kurai MAINASU na IMEJI wa sutete sa

いまをただ駆け抜けろ
ima wo tada kakerukero

光差す方へ進めばいい
hikari sasu ho e susumeba ii

心頷く方へ行けばいい 
kokoro unazuku ho e ikeba ii

君が笑えばそれでいい
kimi ga waraeba sore de ii

Oh oh 叫び続けろ
Oh oh sakebi tsuzukero

Your Love Song

Oh oh 歌い続けろ
Oh oh utai tsuzukero

Your Love Song

どこまでも響け
doko made mo hibike

Your Love Song!!

*Hahaha, lumayan hasil Duolingo selama ini ga bingung-bingung amat baca kanji ✨

Rabu, 08 September 2021

君が笑えばそれでいい


 

Hal menyenangkan dari belajar bahasa asing adalah menemukan frasa baru yang ternyata punya arti manis. 🌸


君が笑えばそれでいい

When you laugh, then it's fine


Love Song - Mongol800

Jumat, 12 Juni 2020

Negeri di Bawah Kabut (2011)

Ada banyak dimensi yang ditawarkan film dokumenter ini, tentang masyarakat yang sehari-harinya hidup dari bertani.

Bagaimana mereka menghadapi gagal panen, yang akibatnya mengancam kebutuhan hidup hingga panen berikutnya. Lalu soal perubahan cuaca yang tidak lagi sama menurut perhitungan kalender Jawa, juga harga jual hasil panen yang murah, jalan desa yang rusak, hingga infrastruktur yang tidak rata.

Dimensi lainnya ditampilkan lewat anak-anak dengan konflik yang berbeda: soal melanjutkan pendidikan. Walau biaya sekolah negeri gratis, tapi untuk ongkos dan seragam tetap saja butuh uang. Mencari pinjaman dan hutang ke tetangga pun sulit, karena sama-sama pas-pasan. Ada juga yang  terpaksa tidak lanjut karena dinikahkan oleh orangtuanya selepas lulus sekolah dasar, dan kesulitan ini bukan tidak mungkin dialami anak-anak berprestasi.

Kesederhanaan yang intim sekali dihadirkan film ini lewat tungku kayu bakar, bukan hanya sebagai kompor sumber kegiatan rumah tangga tapi sekaligus penghangat ruangan di udara dingin. Banyak interaksi berpusat di tungku kayu ini, mulai memotong kuku anak sampai menghitung pengeluaran hasil panen.

Dengan latar desa di pegunungan Merbabu, percakapan sehari-harinya yang diantarkan dalam bahasa Jawa membuat film ini semakin intim bagi saya. Orang-orang di dalamnya terasa sebagai tetangga di kampung. Interaksi antarpedagang di pasar, mirip dengan pasar induk di Kroya. Karung-karung sayuran dan ibu-ibu yang menghidupinya. Bahkan budaya pesantren sebagai pendidikan alternatif yang juga banyak dijalani saudara saya. Sekarang, saya punya cara pandang baru terhadap mereka.





Seorang kawan menyesalkan film ini yang hanya diputar lewat kanal YouTube. Saya yang berpikiran pendek, senang-senang saja karena tidak perlu membayar biaya langganan, tapi tidak lama keresahan kawan itu bisa saya rasakan juga.

Film sekaya ini, rasanya akan tetap banyak yang suka dan menikmatinya kalaupun disediakan lewat layanan VOD dan sebaiknya begitu. Film ini harus ditonton lebih banyak orang lagi, diresapi lebih banyak jiwa lagi.

Ini film dokumenter yang sangat intim dan jujur, juga sederhana. Namun kaya dengan banyaknya isu yang diangkat.

Konflik disajikan pelan dan halus lewat tutur tokoh di dalamnya. Pendapatan hasil panen yang tidak seberapa, harus pintar-pintar diputar untuk biaya bibit, pupuk, pestisida, makan sehari-hari, dan cicilan hutang. Padahal belum tentu hasil panen berikutnya cukup untuk menambal tanggungan sebelumnya, dan meski bertani, tapi tidak semua menggarap lahan sendiri.

Walau begitu, sesama warga tetap saling membantu dan mengerti dengan kondisi masing-masing yang sama-sama sulit.
Para tokoh di dalamnya tetap menjalani hidup dengan 'enteng-enteng' saja dan beraktivitas seperti biasa. Bahagia, sederhana.

Kamu, cobalah tonton dan resapi maknanya. Ini tentang kehidupan saudara dan keluarga kita yang berprofesi sebagai petani, di negara yang katanya agraris.

Artikel ini juga tayang di urbantani.id dengan sedikit penambahan dan penyesuaian isi

Minggu, 21 Agustus 2016

Jazz Atas Awan - Dieng Culture Festival 2016


Teruntuk Dieng..
yang dinginnya sukses bikin laper..
yang bintangnya sukses bikin saya merasa kecil..
yang sunrisenya sukses bikin saya nanjak-nanjak di sepertiga malam..
yang lampionnya sukses bikin langit malam itu indah banget..
yang sederhana tapi megah alamnya..
Terima kasih udah menerima kedatangan saya dan teman-teman.

:))

"Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang.” (QS. Al Mulk: 5)

Kamis, 11 Agustus 2016

Sabtu, 18 Oktober 2014

Jo n Ken

Jo n Ken adalah dua bersaudara yang tinggal di negara Legowo. Mereka lahir di hari yang sama, tanggal 17 bulan Oktober tahun entah berapa. Tempat lahir: antah berantah, yang jelas mereka sama-sama merantau ke Legowo supaya bisa hidup bahagia. Kemudian mereka berpisah..

Kemarin adalah hari ulang tahun mereka, karena itu mereka janjian untuk bertemu. Setelah bertahun-tahun, tiba-tiba Ken penasaran siapa sebenarnya di antara mereka yang lahir duluan. *(kenapa baru penasaran? Itulah, gue juga bingung kenapa).

Ken: "Jo, aku lahir duluan kan, ya, dibanding kamu?"
Jo   : "Guee yang lahir duluan kali."
Ken: "Ah, mosok sih? Aku ah Jo."
Jo   : "Yee, dibilangin ga percaya. Gue yang lahir duluan."
Ken: "Aku, Jo. Akkuuuu..!" *histeris
Jo   : "Gueeee...." *histeris juga
Ken: "Akkuuuuu..." *makin histeris

Entah kenapa mereka pengen banget jadi yang lahir duluan. Sampai akhirnya mereka gelut (berantem), dan jadilah stop motion ini..



Salam Legowo,


Upil n Tantos

Rabu, 16 Juli 2014

Ayo Mudik - Selamat Pulang Kampung

Yah, terlepas dari berbagai komentarnya, gue suka animasi ini. Selain bagus, berkat mereka gue jadi tau apa itu 'Dumb Ways to Die' (telat lu, pil). Gue apresiasi niat baiknya, hidup #KreatifSampaiMati!!

Selamat mudik buat yang mudik. Gue di sini masih akan ngampus, baru berhenti kalo.. entahlah. Doain aja Juli ini beres. :D
Selamat pulang kampuung.. Pulang kampung harus SELAMAAT..