Mungkin kamu lupa, bahwa aku sudah menanti datangnya bulan April bahkan waktu angka di kalender baru tanggal 16 Maret. Awalnya #Tantangan5RibuSehari mudah saja bagiku untuk menjalaninya. Tapi masuk minggu kedua, makin sulit rasanya. Strategiku dengan sembako ala bujangan justru memperbesar pengeluaran. Atau ini karena faktor hormon yang berubah-ubah mengikuti siklus hidup bulan? m._.m
Kupersembahkan ini untuk kalian, catatan perjalanan #Tantangan5RibuSehari di minggu kedua. Semoga bermanfaat!
Hari 9: Senin, 24 Maret 2014
Misi-permisi hari ini gagal, karena aku pergi dari rumah. Meski pulsa KMT cukup untuk perjalanan Bekasi-Bogor, tapi ongkos angkot ga bisa kurang dari lima ribu. Memang ada ongkos tambahan dari ibuku, tapi itu akan mencederai #Tantangan5RibuSehari. *halah*
Hari 10: Selasa, 25 Maret 2014
Misi-permisi berhasil..^^
Hari 11: Rabu, 26 Maret 2014
Same as yesterday.. ^^9
Hari 12: Kamis, 27 Maret 2014
Aku gagal hatrick, tapi dapat sembako ala bujangan.. ^^V
Hari 13: Jumat, 28 Maret 2014
Berhasil dengan pas-pasan. *hosh*
Hari 14: Sabtu, 29 Maret 2014
 |
| Sisa-sisa: enam ribu rupiah + sembako ala bujangan |
Hari 15: Minggu, 30 Maret 2014
Aku dapat seperangkat makan siang dari el pe ka!!! Nikmatnya, terharu akuuuu... T-T Terima kasih semuanya..
Tinggal sehari lagi dan penantian selama ini akan berakhir. Besok tanggal 31 Maret, menurut ketentuan yang aku buat seenaknya #Tantangan5RibuSehari akan selesai. Perjalanan dari awal tantangan ini dibuat sampai sekarang mungkin kelihatannya sepele, tapi menyenangkan untuk menulisnya. Sebuah pelajaran tentang pengendalian diri. Semoga bisa bermanfaat bagi yang lain, mungkin ada yang tertarik ingin mengadopsinya jadi gaya hidup? Wakakak, yah di akhir bulan, ini bisa jadi salah satu opsi. :P
Hari 16: Senin, 31 Maret 2014
I.. did.. it.. Welcome APRIIL!!
Saldo akhir: - .
Kesan ikut #Tantangan5RibuSehari:
Aku jadi bisa menahan nafsu makan! Ini lebih efektif dari ikut COD atau OCD, kurasa. Sangat membantu, meski aku belum melihat timbangan. T,T9