Tampilkan postingan dengan label #30dayswritingchallenge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #30dayswritingchallenge. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 September 2021

After all this time?


It's been a long time since I listened to Laruku, and those tweets bring me to the days back then when I was in JHS. I met Hyde for the first time, from the article inside an Animonstar magazine. Right at the moment, I fell for him effortlessly.

If you'd been reading this blog for at least a year, you must know that he is my first celebrity crush. Haha.

He is a legend, you know. Laruku is a worldwide legend. Check out this video, and you can feel how charming they are. It doesn't change a bit, up until nowadays.


Always ✨

Senin, 02 Agustus 2021

Postingan Dummy All Labels are Selected

"Demikian pula, tidak adakah orang yang mencintai atau mengejar atau ingin mengalami penderitaan, bukan semata-mata karena penderitaan itu sendiri, tetapi karena sesekali terjadi keadaan di mana susah-payah dan penderitaan dapat memberikan kepadanya kesenangan yang besar. Sebagai contoh sederhana, siapakah di antara kita yang pernah melakukan pekerjaan fisik yang berat, selain untuk memperoleh manfaat daripadanya? Tetapi siapakah yang berhak untuk mencari kesalahan pada diri orang yang memilih untuk menikmati kesenangan yang tidak menimbulkan akibat-akibat yang mengganggu, atau orang yang menghindari penderitaan yang tidak menghasilkan kesenangan?"

1. Total label: maksimal kar. 200, 12 labels di blog ini

Kamis, 31 Desember 2020

#30dayswritingchallenge

Tahun ini saya buka dengan menulis #30haribercerita di bulan Januari kemarin. Banyak hal terjadi di antaranya. Lupa, ga punya cerita, ga tau mau bahas apa hahaha akhirnya ga rutin juga 30 hari non-stop saya nulis, bahkan belum genap 30 hari.

Beberapa merupakan tulisan #latepost dan simpanan dari tulisan yang lama saya pendam.


Di bulan terakhir tahun ini saya kembali melakukan challenge menulis. Keren juga ya jadi semacam punya konsep awal-akhir yang sama haha. Sekalian sebagai wadah refleksi juga untuk saya. Catatan-catatan yang saya buat bisa dicek di label #30dayswritingchallenge.


Tahun ini tahun yang akan dikenang banyak orang dengan masing-masing ceritanya. Tiap tahun bisa begitu sih, tapi jadi menarik karena kali ini kita semua dirangkul dengan latar belakang yang sama: pandemi.


Postingan ini saya buat di tanggal 1 Desember, hari pertama tantangan menulis ini dimulai. Bagaimanakah perjalanannya? Berhasilkah saya melakukannya tanpa putus? Yah, kita sama-sama tahu bagaimana ini semua berakhir.


Jadi?


Sampai jumpa di tahun 2021!


Terus bertahan, ya. Memang babak belur rasanya, tapi kamu udah sejauh ini dan ga ada opsi lain kecuali bertahan.

:')

Rabu, 30 Desember 2020

DAY 30: My writing experience

It has been a fun writing journey. Ga terasa udah 30 hari, tema demi tema akhirnya bisa terselesaikan juga. You're rock, Mil!

Tantangan kali ini relatif lancar karena aku tau mau nulis apa per harinya. Tema yang udah ditentukan sebelumnya membantu banget untuk menyaring isi kepalaku. Dan menuliskannya, membantuku mengurai pikiran-pikiran berlebih yang seperti benang kusut.

Di hari tentang surat, aku bisa mengenali perasaanku yang ingin lari. Di hari tentang aku, aku bisa mengingat lagi bagian-bagianku yang terlupakan. Di hari-hari tentang cinta, aku masih perlu banyak belajar.

So, mau sama-sama belajar? Hahaha.

Selasa, 29 Desember 2020

DAY 29: My goals for the future

Mau ke Jepang, can I? Makan kakigori, rebahan di pinggir sungai, mampir ke toko wagashi, bersantai di taman, meet up sama Amad. Tapi setahun belum dapet cuti tuh kek mana ya? ._.

Aku ingin kaya! Kaya dengan cara merasa cukup dan stop membandingkan diri dengan orang lain. Bersedekah dan menabung lebih banyak.

Aku juga ingin lebih terbuka lagi dengan orang lain, siapapun itu. Teman kerja yang terpisah jarak, teman grup WA, teman lama, siapapun.

Quarter pertama, aku akan fokus ke pekerjaanku saat ini. Sebaik mungkin. Ancang-ancang untuk datangnya kesempatan baru. Oh, aku mau belajar UI dan research lebih dalam.

Quarter kedua.. tetap berusaha sebaik mungkin. Oh, aku mau hidup sehat lagi. Mau rutin work out lagi.

Quarter selanjutnya.. aku liat perkembangannya dari dua quarter awal. Ya.

Senin, 28 Desember 2020

DAY 28: About loving someone

Mencintai itu.. fitrah. Tapi untuk menuju ke sana, beda-beda ceritanya tiap orang. Ada yang effortless, ada yang penuh perjuangan. Meski begitu, karena ini fitrah langsung dari Sang Pencipta, harusnya naturally kita bisa mencintai satu sama lain. Kalo cinta itu fitrah, kenapa ada orang yang sulit banget untuk mencintai?

Karena cinta bukan hubungan sebab-akibat yang pasti. Kamu mencintai seseorang, belum tentu dia langsung balik mencintaimu. Apa yang menghalanginya? Ego, mungkin.

Mencintai itu.. utuh. Untuk bisa ke sana, kamu harus menerima segala dari yang kamu suka sampai sisa-sisanya.

Cinta itu.. berani. Mulai dari berani mengakui kalo kamu mencintainya. Ga usah jauh-jauh, akui ke dirimu sendiri dulu. Kalo masih ada ragu, mungkin itu belum jadi cinta. Masih bibit.

Aku belum pernah mencintai seseorang sebegitunya, selama ini. Terbaca kan dari berantakannya isi tulisan ini? Tema kali ini harusnya romantis, tapi jadinya ya... Hahaha.

Minggu, 27 Desember 2020

DAY 27: Someone who inspires me

Papin, Mamin, and the Neverland family! Lah, bukan someone lagi tapi jadi sekeluarga ya. Hahaha.

Pertama tau Papin kalo ga salah dari animasi stop-motionnya yang bertokoh ayam, Kluk. Kok bisaaa ya, halus banget transisinya padahal bener-bener manual prosesnya. Gambar satu-satu, foto satu-satu. 

Semakin ngefans sama Papin n fam karena mereka sering sharing proses di balik layarnya. Sedikitnya jadi kebayang sih, kombinasi hal sederhana tapi kompleks yang bisa menghasilkan karya.

Terinspirasi sudah, lalu prakteknya gimana?

Aku lebih sering praktek langsung kegiatan bakingnya Mamin. Hehehe.

Pertama kali aku nyoba bikin roti dan jadi, ya dari resepnya Mamin. Sederhana aja, roti sobek tiga bahan dan terlihat mudah. Hal yang sebelumnya ga kebayang aku bisa bikin, yang aku pikir prosesnya ribet, ternyata begitu dicoba it does work!

Memang benar ya, orang kreatif tuh bisa membuat hal yang rumit jadi sederhana. Asli, kagum banget sama mereka sekeluarga. ✨

Sabtu, 26 Desember 2020

DAY 26: My school

Dari SD-SMP-SMA sekolahku masih satu kelurahan semua. Karena dekat, semua masih bisa kutempuh jalan kaki. Kadang naik angkot sesekali kala ku SMA. Pas kuliah lumayan, agak jauh sikit, di Bogor. Tiap minggu masih bisa pulang jumpa mamak-bapak.

Waktu SD aku cuma setahun, habis itu aku pindah sekolah ke SD tetangga. Masih satu komplek memang. Kubiasa jajan di warung Bu Indri. Dari dulu aku anak baik-baik, kesayangan guru dan selalu dikirim ikut lomba calistung. Walau ga pernah menang. Haha.

Eh walau begitu, aku pernah nakal juga. Kupecahkan kaca jendela kelas dengan batu, tak sengaja pun. Waktu itu kuincar temanku, eh meleset. Langsung panas dingin aku. Besokannya aku mengaku, aku tanggungjawab ganti rugi dengan kaca yang baru, pakai tabunganku. Sampai sekarang, kalau kau tanya mamak-bapakku pun pasti tak tau soal tragedi ini.

Jumat, 25 Desember 2020

DAY 25: The 11th images


Ini #spotifart lain yang kubuat. Seorang pria berkemeja hitam, berdasi merah muda menyala, bertopi hitam juga. Di bawah langit biru yang cerah dengan beberapa awan putih menaungi. Saat itu, udah aku tag si artist pun, tapi tak digubris dicampakkannya aku. Wkwkw.


Iseng bikin beginian membantuku melatih imaji spasial, dan kesabaran. You know, jariku besar, layar hp standar, kadang brush yang digores kelewat lebar. Tapi seru! Semacam therapeutic proses juga, walau kreasinya masih sebatas hal-hal sederhana begitu.


Nah, di situ tantangannya! Bagaimana membuat #spotifart yang bagus, visualnya kuat, dengan cara-cara sederhana. Seru! Aku senang! Kalo berhasil hahaha.


Kamis, 24 Desember 2020

DAY 24: Lesson I've learned

As you guys know, I’ve taken a Japanese lesson in Duolingo. It’s been 3 months and I can tell you, I’m getting smarter at some points. What a dumb #selfproclaimed 🌝


Watashi wa nihonggo benkyoushimasu!


So, itu hard skill yang kupelajari di tahun ini. Kalau dalam hidup, pelajaran apa yang sudah kudapat?


Bulan Oktober-November aku depresi dan stress abis. Kesepian, sendirian, ga ada teman. Belum dapat pekerjaan baru, sementara tawaran kontrak dari plat merah udah kutolak. Padahal udah lebih dari 10 perusahaan kulamar, ga satupun tembus. Ntah salah strategiku di sebelah mana, ketinggian kah kuminta gaji? Apa skillku belum cocok dengan yang mereka cari?


Tak taulah, ya.


Berkali-kali di masa depresi itu aku nangis, berpikir untuk ambil silet dan kugores ke nadi di lenganku. Tapi aku tau itu dosa. Ga bakal masalahku selesai, malah nambah masalah tanpa akhir yang ada. Bakal selamanya aku merasakan sakit dan pedih sepanjang hidup setelah matiku nanti.


Aku mikir dan refleksikan, yah memang nasibku sedang bergejolak. Hidup tak selamanya mulus bukan? Harapanku semoga yang kemarin kulalui itu, ya itulah lowest poinku. Jangan sampai turun lagi, makin menyedihkan aku nanti.


Hidup tak selamanya mulus, rejeki tak selamanya dalam bentuk materi. Aku mikir, kalau aku bisa mencukupkan diriku dengan yang ada sekarang, it’s okay. Aku mengurangi membandingkan diriku dengan orang lain. Masih iri-iri sikit lah, tapi ya aku ngga ngoyo dan ngaca juga dengan usahaku.


Akhirnya tawaran kerja datang dari temanku si Jepri Waworuntu. Kuterima saja lah, walau benefitnya kurang dari sebelumnya. Tak apa daripada tak ada pemasukan. Mudah-mudahan bisa jadi batu loncatan.


Aku belajar konsep bersyukur dalam praktek sebenarnya, bukan cuma teori. Kalau kutengok cerita temanku yang lain, beuh lebih-lebih cobaan mereka dibanding aku. Tapi mereka tak cemen, yaa tak diperlihatkan.


Aku bersyukur aku masih bisa beraktivitas normal. Keluargaku serumah sehat, mamakku sehat dan aktif masak. Adekku keterima PNS dan aktif memulai karirnya sekarang. Abangku ya alhamdulillah lancar pekerjaannya. Aku walau sempat kegoncang, dikit-dikit aku masih bisa nyumbang donasi di mana. Aku minta hidupku aman dan berkah sajalah. Walau tak banyak, tapi masih bisa aku bantu orang itu tak apa.

Aku akan fokus aja ke apa yang aku bisa buat, bukan apa yang tak aku dapat.


*Postingan ini kubuat di tanggal 25. Telat sehari, ngga apa-apa ya? Hehe, cheating lah..

Rabu, 23 Desember 2020

DAY 23: Surat yang tak mungkin kusampaikan langsung padamu

Hai, gaes. Maaf ya karena gue ngga responsif di grup WA. Meski terkesan menghindar, tapi gue beneran serius kok ambil bagian di projek sukarela ini.

Fitur filter udah gue siapin sejak berhari lalu, cuma memang ga gue update perkembangannya di grup. Bukannya nyari gara-gara atau apa, terus terang interaksi di grup bikin gue anxious sendiri. Gue tau itu kewajiban gue untuk do my part, I did it tho, but I beg you to take it easy with my anxiety.

Is it ok?

Gue tau ini ga sehat, you may say that I'm running or hiding, but I'm not leaving. Don't kick me out gaes, I still wanna be with you all.

Selasa, 22 Desember 2020

DAY 22: Today

I woke up early, had a breakfast, continued my daily progress on Duolingo, and then watched a movie about marriage before work. Quite a lot, huh? But still no text back from him. Hope I can keep it as a habit, being productive since in the morning. 🤞


Siang harinya seorang teman menyapa, meminta feedback akan hasil pekerjaannya. Disisipi pertukaran kabar singkat, perlawanan kodrat manusia, dan keinginannya hujan-hujanan di jalan. Memang dia ini tiada lawan.


Eh iya, sebelumnya ada kejadian lucu. Jadi.. Bundo akan menikah, lalu Hesty berinisiatif mengajak angkatan 8 lainnya untuk patungan kado pernikahan. Supaya mudah koordinasi, Hesty maunya menghapus Bundo sementara dari grup angkatan. Tapi.. karena Bundo adalah orang yang membuat grup WA ini dan admin lain belum diserahkan, dia tidak bisa dihapus. Akhirnya dengan terpaksa dan tanpa mengurangi rasa cinta Hesty bilang, “Bun, keluar grup sendiri bisa ga?” Hahaha.


Mungkin ini tidak lucu bagimu, tapi bagiku dan anak-anak angkatan 8 yang mengenal Hesty dan Bundo yang terbayang adalah ekspresi mereka berdua.


Sorenya, ada pesan di LinkedIn yang bertanya soal UX mentoring. Saya sebenarnya kurang antusias, karena si penanya cenderung tertarik dan meminta saran ke arah karir. Lah, karirku sendiri sedang mandek-mandeknya bagaimana kah..


Oia, hari ini hari Ibu. Hari Perempuan. Selamat Hari Ibu, Ibuku yang kupanggil Mama. Selamat Hari Ibu, aku dan para perempuan di seluruh dunia. Remember, you are loved. 💕

Senin, 21 Desember 2020

DAY 21: Write about love

Pertama kalinya sejak sekian lama, saya merasakan kembali adanya kupu-kupu dalam perut. Kepak sayapnya terasa hingga ke rongga dada, mengalirkan gelombang hangat hingga melekukkan senyum. Apa pemicunya?

Seorang teman lama kembali menyapa. Kami bertukar kabar sedikit saja, tapi rasanya menyenangkan sekali. Membuat saya ingin terus melakukannya dan sudah dua hari ini saya menantikan satu titik notif balasan darinya.

Apa ini? Apa saya sedang merasakan cinta?

Ada hal-hal yang jarang dibicarakan orang saat membicarakan cinta, yaitu.. pengabdian. Pemaknaan cinta jauh lebih dalam dari perayaan romantisme dan keintiman. Itu sih menurut saya, seorang yang sering dicurhati masalah percintaan padahal kehidupan percintaannya sendiri mengenaskan. 🌝

Saya salut dengan orang-orang yang bisa mencintai sedemikian utuh. Orang-orang yang walau diperlakukan seperti apa, dipisahkan sedemikian jarak, tapi tetap bisa konsisten dan komit pada cintanya. Cinta yang banyak dicontohkan para pendahulu kita.

Cintanya Bapak-Ibuku, kakek-nenekku. Walau tanpa pacaran, tanpa apel mingguan, bahkan pertemuan pertama di momen pernikahan tapi terus mengalir dan menghidupi hingga ajal memisahkan. Cinta yang tulus dan kuat.

Minggu, 20 Desember 2020

DAY 20: My celebrity crush

Takarai Hideto
Alias Hyde, vokalis band Laruku dengan figur wajah yang cantik! Padahal dia sesungguhnya macho banget dan seorang rocker dengan suara falseto. Matanya yang tajam dan alisnya yang lurus sukses bikin saya terpesona. ✨


Pertama kalinya saya merasa debaran yang asing dan kupu-kupu dalam perut ya waktu itu, masa-masanya puber hehe. Saya ingat banget momen tertidur sambil memeluk majalah Animonster dengan sampul Laruku, saat itu mereka sedang promosi album Smile. Padahal itu majalah pinjam dari teman abang saya pun.


Waktu itu internet belum secanggih sekarang. Saya belum punya ponsel, warnet masih jarang, masih gaptek juga. Satu-satunya akses ya dari majalah, makanya deg-degannya berasa banget udah kayak ketemu langsung sama orangnya.

Ah, masa-masa itu…

Sabtu, 19 Desember 2020

DAY 19: My first love

Nuri atau Ruri? Namanya bahkan kulupa. 😅

Dia anak guru, kami baru kelas satu SD kala itu. Anaknya murah senyum, berambut ikal, dan sangat pintar! Seingatku, tidak sampai setahun dia sudah pindah sekolah.

Itu pengalaman pertamaku mengenali perasaan suka yang lain pada seseorang. 🙃

Jumat, 18 Desember 2020

DAY 18: Thirty facts about me

  1. Ada banyak bekas tusukan jarum di lenganku. Itu semua jejak peninggalan donor haha. Semoga seterusnya bisa rutin donor terus, aamiin.
  2. Sering dikira laki-laki. Bisa baca di sini 😂
  3. Sering dikira masih kuliah. Alhamdulillah awet muda.
  4. TB 150cm, ukuran sepatu 40.
  5. Bisa main lagu Moon Song pakai ukulele 🌝
  6. Pertama ke LN jadi TKI di Hong Kong.
  7. Gampang terharu anaknya 🥺
  8. Didiagnosis syaraf kejepit tahun 2019 kemarin.
  9. Lagi ambil course bahasa Jepang di Duolingo.
  10. Pernah ikut HelloFest Film 8 Detik, tapi ga lolos dan kemudian videonya diprivate.
  11. Pernah apply Eagle Awards, bareng Atana partner paling suportif!
  12. Pernah ikut pameran zine di Yangon Photo Festival bareng geng Hari Buruh.
  13. Pernah ikut workshop bareng member JKT48, tapi dulu ga kenal dia siapa.
  14. Teliti dan cermat kalo soal uang.
  15. Username @yukirakitapa adalah asli sejak pertama kali dan belum pernah diganti.
  16. Suka nonton film-film di acara festival.
  17. Suka pergi ke mana-mana sendiri, nonton sendiri, ke pameran sendiri. Tapi kalo diajak ayo-ayo aja, anaknya gampangan kok 😊
  18. Selama 2020 udah ditolak lebih dari 10 perusahaan.
  19. Oktober-November 2020 merasa depresi banget.
  20. Pernah magang di Way Kambas, Lampung. 🐘
  21. Seneng banget waktu ulang tahun ke-19. Karena dirayain di pinggir tebing Cibunar, Ujung Kulon.
  22. Sering jadi korban tipu daya marketing, aku sepolos itu gaes! Makanya jadi punya trust issue.
  23. Lebih suka berteman dalam grup kecil, energiku ga banyak soalnya 😅
  24. Pertama ‘ditembak’ waktu kelas 1 SMP, tapi aku kabur. Syok gaes!
  25. My first public figure crush is Sony Dwi Kuncoro.
  26. My first idol crush is Hyde Laruku, si tampan yang cantik.
  27. Pernah dikirimi cawan berbisik.
  28. Seorang AntiJonoTerbakar. 🔥
  29. Cancerian blood type O+.
  30. Pusing kalo nyium asap rokok. Aku selemah itu, maklumi ya 🚭

Kamis, 17 Desember 2020

DAY 17: Ways to win my heart

Jangan terlalu agresif, I'm scared.
Jangan cepat menyerah, be patient.
I'm trying my best too.
Respect each other.
Or you can just..

ask me.

Rabu, 16 Desember 2020

DAY 16: Someone I miss

Saat saya menulis ini, tidak ada seorang pun yang sedang saya rindukan. Tidak tahu nantinya. Lima menit setelah tulisan ini rampung bisa saja tiba-tiba perasaan itu muncul. Suka-suka memang, mungkin ini bagian dari coping mechanism saya yang menghindari ketergantungan pada orang lain. 🌝


Oh iya, ada yang mau saya ceritakan. Belakangan ini saya senang menonton YouTube Kisah Tanah Jawa, terutama episode Alas Purwo sang ujung timur pulau Jawa. Deskripsi petualangan mereka mengantar saya ke masa-masa kuliah dulu ketika ikut berekspedisi bersama UKF.


Tracking ke hutan, membawa perbekalan, meyusuri pantai, semua aktivitas lapang yang membuat hidup ‘susah’ tapi ganjarannya pemandangan dan interaksi alam secara langsung. Duh Gusti, memang tiada lawan sih.


Yang saya rindukan adalah seluruh suasana petualangan saat itu, bukan spesifik ke satu sosok someone. Selepas pandemi, saya bertekad akan banyak ikut open trip!

Selasa, 15 Desember 2020

DAY 15: If you could run away, where would you go?



Pada suatu hari yang baik kita akan bepergian bersama. Ke sebuah pantai sepi, yang menuju ke sana kita melewati hutan dan bukit. Aku di sampingmu dengan jendela terbuka, membiarkan angin masuk membawa udara segar menggantikan segala kesuntukan hidup yang pengar.


Di pantai yang sepi kita sampai. Kau dan aku duduk menikmati bekal sambil memandang garis pantai yang berubah-ubah digerus ombak. Matahari terik dan kita harus mengernyit untuk memaknainya.


Sambil berbincang, kau membahas segala hal dari yang mungkin sampai tidak mungkin. Harapanmu akan jauh melampaui keadaan buruk saat itu, mengundang optimisme di masa sekarang maupun yang akan datang. Dan aku mengamininya. Selalu.


Kita akan di sana sampai bayang-bayang perlahan menghilang. Di peralihan waktu, kita berkejaran menangkap saat terakhir matahari jatuh. Digantikan puluhan rasi lainnya yang tidak kita ketahui namanya. Mengusir pikiran-pikiran rungsang, mengantar kita pulang.


Pantai selatan, 2021.

Senin, 14 Desember 2020

DAY 14: Describe your style

Dari dulu baju-baju saya adalah hasil pembelian Ibuku. Tiba-tiba saja Ibuku beli baju (biasanya dagangan saudara) lalu dikasihkan ke saya. Saya yang orangnya ga tegaan, akhirnya memakai saja baju-baju itu sebagai pakaian entah ke acara mana. Padahal saya dan Ibuku seringnya beda selera.

Bayangkan sejak kecil hingga kuliah, baju-baju saya kebanyakan lungsuran abang atau lungsuran Ibuku atau pilihan Ibuku. Di saat anak-anak lain kuliah dengan jeans ketat atau celana pensil, yang saya pakai adalah celana kulot gondrong sejak bertahun lalu, yang warnanya mulai pudar. Sampai saya dipanggil rapper karena baju-baju yang gombrong dan apa adanya. Ditambah memang belum melek fashion sih, padahal itu masa sedang mekar-mekarnya. 🙈


Karena banyak baju pemberian Ibuku, saya jarang beli baju sendiri. Baru ketika mulai bekerja, dan ada kebutuhan baju untuk kondangan atau bergaul ke mana, akhirnya saya membeli pakaian sendiri.


Koleksi saya kebanyakan baju polos yang hanya bermain di warna. Dulu saya suka banget warna biru. Sekarang kalau memilih apa-apa saya lebih terbuka dengan pilihan  warna yang lain, tergantung bagusnya apa. Meski begitu, perkembangan fashion saya masih di zona pemula.


Atasan kaos/tunik/kemeja dan celana panjang, dua piece pakaian adalah andalan saya. Tanpa eksperimen macam-macam. Dengan sepatu tali atau flats (tapi jarang saya pakai karena bikin kulit belang).


Kemana-mana saya mengandalkan totebag. Entah kenapa saya jarang bisa bawa barang ringkas dengan hanya tas kecil yang fashionable. Kalau menggunakan backpack, tidak jarang bawaan saya makin banyak. Dulu saya pemakai tas slempang, tapi karena saya tidak tinggi, tali slempang saya tidak bisa panjang-panjang.


Dibanding fashionable, saya memang lebih mengutamakan aspek kegunaan. Haha.


Sekarang, saya menghindari beli baju kalau memang tidak perlu banget. Meski begitu, kadang kecolongan juga sih lapar mata. Karena sesungguhnya bajumu udah banyak, tapi yang dipakai itu-itu saja.