Kali ini gue mau nulis resensi buku. Cekidot, Gan...
Judul: Minggu Bersama Ibu
Penulis: Ya Umil
Penerbit: Ruang Contoh
![]() |
| Minggu Bersama Ibu |
Buku terbitan #RuangContoh ini berkisah tentang kegiatan si penulis yang menghabiskan hari Minggu di rumah bersama Ibu. Dengan pilihan sudut pandang orang pertama, gue sebagai pembaca jadi seolah ikut mengalami sendiri kejadian di buku ini. Kerasa nyata banget sama kehidupan sehari-hari. Tokoh ceritanya pun minimalis, cuma dia dan sang Ibu. :)
Alur cerita yang dipilih sederhana banget. Semua berawal dari pisang-pisang hasil sang Ibu ikut pengajian di mesjid deket rumahnya di Bekasi. Si penulis kasian sama pisang-pisang itu, karena udah beberapa hari sampai kulitnya kecoklatan masih ga termakan juga. Daripada mubazir, penulis berpikir untuk mengolahnya jadi kue bolu pisang.
Dimulailah eksperimennya di dapur bersama Ibu. Setelah browsing resep kue bolu pisang, pilihannya jatuh ke resep Cake pisang yang hanya memakai 5 bahan saja! Waw, gue jadi tertarik mau bikin juga. :D
Di Minggu pagi dia siapin bahan-bahannya, yaitu:
1. Pisang 120 gram
2. Telur ayam 2 butir
3. Gula pasir 50 gram
4. Tepung terigu 100 gram
5. Mentega leleh 60 gram
Konflik pertama muncul di sini, karena ternyata di rumah ga ada mentega. Mau beli ke pasar, tapi males. Wah, sama nih kayak gue suka males jalan. Hahah.
Setelah riset kecil, akhirnya si penulis mengganti penggunaan mentega dengan minyak goreng. Tak ada mentega, minyak goreng pun jadi! Gue jadi dapet pengetahuan baru. Good.. :D
Dengan telaten dan sepenuh hati, dimulailah prosesi pembuatan bolu pisang. Setiap langkah dilakukan sesuai tuntunan resep supaya menghasilkan bolu pisang yang mengembang sempurna. Dibawah pengawasan Ibu, akhirnya adonan bolu jadi dan siap dipanggang.
Proses pemanggangan diceritakan ga kalah sakral dari proses mengadon. Mulai dari masuk oven Bima Jaya made in Bandung sampai menunggu kematangan sempurna, digambarkan seperti menanti kelahiran oleh si penulis. Wuih, gue yang ngebaca jadi merasa ikut berperan dalam kelahiran si bolu. :)
Setiap 5 menit, dengan antusias dia intip keadaan si bolu dalam Bima Jaya. Waktu pemanggangan dalam resep yang cuma 40 menit, dia gambarkan seperti seabad lamanya. Detik terasa berjalan lambat sekali..
Ini detik-detik penantian si bolu, diambil dari akun IG si penulis :>
Hingga akhirnya wangi bolu pisang mulai tercium. Permukaan bolu terlihat mengering. Tapi justru disitulah muncul konflik baru. Bolunya ga mengembang. Si penulis mikir, ini apa yang salah sampai ga ngembang?
Disentuh-sentuh empuk sih permukaannya, meski bantet. Dia cerita lagi, di tengah kebingungan itu dia icip dan rasanya.. Lembut.. Lembut dan wangi pisang..
Gawaat.. Gue jadi pingin nyoba bikin beneraaaan.. Hahaha
Meski berhasil lumayan sukses bikin bolu, tetep aja ada konflik baru yang ditemui penulis. Bolunya ga kerasa udah mau abis. Padahal dia berniat untuk bagi-bagi bolu itu ke temen-temennya besok. Yah, gue mau komentar gimana ya. Dari ceritanya aja terlihat maknyus banget itu bolu pisang. Ga heran tau-tau abis tak bersisa. :D
Dari judul bukunya, gue rasa si penulis ini terinspirasi banget sama 'Sabtu Bersama Bapak' karangan Adhitya Mulya. Semacam ingin melengkapi mungkin, Sabtu bersama Bapak-Minggu bersama Ibu. Intinya weekend bareng keluarga, yeah! Hahaha.
Gue ga nyesel baca buku ini. Recommended, Gan! (y)
