Tampilkan postingan dengan label IPB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPB. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Juli 2014

Sangat Rahasia

Ini rahasia kita berdua, ya.
Kuberi tahu, ini gambar salah satu ruangan sangat rahasia di IPB. Tidak banyak orang yang menyadari keberadaannya. Berbahaya sekali. Khusus kupotret diam-diam untuk kamu. Jangan sampai orang lain tahu.


Aku belum sempat memeriksa isinya. Mungkin apa yang kita cari ada di sana, Kau-Tahu-Apa. Kalau sudah berhasil menemukannya, kabari aku. Secepatnya.

Sepertinya kegiatan kita diawasi. Hindari menghubungiku lewat socmed lain, kutunggu kabarmu lewat form komentar pesan ini. Tetap waspada. Semoga beruntung.

Rabu, 25 Juni 2014

Congraduation

Awalnya kita selorong, terus sekelas matrikulasi. Tapi waktu itu kita masih belum sadar. Setelah perkenalan di depan kamar mandi, meski belum dekat setidaknya kita mulai tau keberadaan masing-masing.

Waktu masuk kelas TPB, entah kenapa kita jadi beda kelas. Meski udah ga sekelas, tapi kau jadi teman lorong yang tetap memanggilku kalo punya makanan. Mungkin karena kau orang baik, jadi bisa tetap dekat orang lain meski sudah terpisah. Aku berterima kasih. Bahkan kita jadi saudara asuh di perguruan si Guru. Kau kakak pertama, aku adik pertama. Tidak ada yang lain. Karena perguruan itu sepertinya bubar. #pfft

Lepas asrama, kita pindah ke kosan masing-masing. Meski begitu, kita tetap main bersama. Gayanya sih petualangan. Trip pertama kita napak tilas postingan Om Watados ke Situ Gunung, bertiga bareng si Guru. Selanjutnya bergiliran menyusun rencana trip yang kebanyakan cuma wacana. Haahahha

Tingkat dua dan tiga kita lebih banyak sibuk masing-masing. Sampai tingkat empat di semester terakhir, seperti takut kehabisan waktu, kita banyak melakukan trip. Ke Planetarium yang direnov, open trip ke Baduy, sampai ke tempat Guru di Bojen. Menyenangkan.

Sudah, ah. Intinya cuma mau bilang:
Selamat, ya!
Meski sudah wisuda dan keluar dari IPB duluan,
ingat kami, teman & bukan temanmu. :D


Kamis, 22 Mei 2014

Dia Mati Pukul Enam


Tahukah kamu?
Di sudut taman yang kita lewati,
yang kita kunjungi,
yang kita semangat berfoto di sana saat masih maba dulu,
ada sebuah menara jam berdiri.
Sendiri. Menjulang tinggi.

Kini dia sudah mati.
Dia mati pukul enam
lebih lima menit.