Selasa, 22 Januari 2019

Telah Hilang, Teman Berbagi Kesedihan Korporasi

Kehilangan teman bekerja,
bisa sama rasanya seperti duka ditinggal kekasih.

Apalagi malam sebelumnya kita masih sempat menertawakan lelucon yang sama,
yang mungkin tidak lucu bagi yang bukan kita.

Apalagi malam sebelumnya, di warung pinggir jalan kita masih merayakan kesedihan
sebagai sesama budak birokrasi basi.
Kalian dengan rokok masing-masing, dan aku yang sibuk protes soal asap berbalut nikotin.

Apalagi di malam sebelumnya, warung pinggir jalan tempat berkumpul selepas jam kerja,
menjadi saksi kita yang masih bersiasat agar sama-sama selamat dari sabda Raja Terakhir.

...
Malam ini, di warung pinggir jalan kita sama-sama berteduh dari hujan yang tumpah. Kalian masih dengan rokok masing-masing, bersama aku yang sesak dari asap dan kabar pisah yang terlalu mendadak

dan kesedihan adalah teman terbaik bagi retorika.