Minggu, 30 November 2014

Film 8 Detik Pas!

Halo!
Gimana kemarin yang abis dari HelloFest? Seru dan menyenangkan?
Satu yang gue tau, ramai pastinya! Hahahah :D

Seperti yang gue tulis di postingan sebelumnya, sebaiknya kalian pantang pulang sebelum nonton film pendek gue di Hellofest kemarin. Karena.... akibatnya akan sedih kalo ga menontonnya. Gue sih yang sedih karena ga ada yang nonton. ;p

Sebenernya gue ga tau juga nih, film-film ini ikut ditampilkan atau ngga. Entah lolos sensor atau apakah malah disimpan cuma jadi arsip demi keamanan dunia, karena punya pesan terselubung mencuci otak anak muda sedunia. I really don't know.......

Maka biar kalian ga sedih karena ga menontonnya...
Di sini... gue persembahkan TIGA film pendek 8 detik karya gue yang dibantu tim penolong. Dengan menonton film ini, kalian juga bisa berkontribusi jadi tim penolong untuk film-film selanjutnya. Kalo bosen ngeliat tokoh utamanya, bisa bantu jadi aktor mungkin? ;p
Atau jalan cerita, atau bantuan apapun, gue akan sangat tertolong bisa bekerja sama bareng kalian. It's an honor. :D

Selamat menolong! :D











PS:
Terima kasih kepada tim penolong yang bersedia membantu gue membuat karya ini.
Terima kasih Ratna, Uci, Nyami, dan Guru, atas bantuan kalian, film ini bisa jadi! :D

Jumat, 21 November 2014

HelloFest10

Wahai kalian, para pengunjung..
Pantang pulang, ya, sebelum menyaksikan film pendek gue di sanaaa :D

Minggu, 16 November 2014

Pergi ke Belanda

"Mau ke mana?"
"Ke Belanda."
"Ya, hati-hati bawa payung."
Bawa payung. Cuma itu pesan ibuku waktu gue pamit mau ke Belanda kemarin siang. Gue ulangi, B.A.W.A. P.A.Y.U.N.G. Gile dah, ongkos aja ngga ditanyain gue ada duitnya atau ngga. Beda bener sama kalo gue mau ke Bogor, pesenannya macem-macem, "Udah bawa minum? Mau bawa makan ga? Duitnya masih?" dan petuah-petuah lainnya kayak mau ngelepas anaknya pergi ke negara orang. Sementara kemarin.. ah sudahlah.

Sebenernya ibuku ga salah. Gue memang pergi ke Belanda, tapi ga meninggalkan Indonesia juga. Belanda yang ini ga perlu naik pesawat, karena jaraknya cuma sekali naik Kopaja dari Manggarai. *YAELAH

Ada apakah gerangan gue jauh-jauh ke Belanda di hari hujan berangin? Ibuku keren juga nih, dia pesen cuma bawa payung, eh, beneran ujan di jalan.

Jadi kemarin ada nobar gratis, Broo.. HAH? GRATIS? Gue ulangi, G.R.A.T.I.S. YEAAAH..
Karena film-film gratisan menurut sebagian orang agak sulit dimengerti alur ceritanya, dan gue suka ngantuk kalo nonton film lama-lama, sebelum pergi gue persiapkan diri dengan tidur yang cukup. Masalah ngerti filmnya atau ngga, itu urusan nanti. Karena gue sebagai penganut paham gratisan tentu merasa sedih kalo ngelewatin kesempatan ini begitu saja. Berbekal hasil pencarian Google dan arahan abang kenek Kopaja 66, sampailah gue di Erasmus Huis, tempat nobar digelar.
A photo posted by Ya Umil (@k.yaumil) on

Begitu sampai gue disambut Om Satpam yang nanyain apa tujuan gue ke sana. Kalo ditanya gitu jangan panik, jawab aja apa adanya. Kalo gue kemarin jawabnya mau nonton, karena emang mau nonton. Terus sebelum masuk, barang bawaan kita diperiksa dulu lewat scanner. Pas pemeriksaan ini jangan ada barang yang ditutup-tutupi, karena akan ketahuan. Kalo ditanya, "Kamu bawa payung, ya?" dan memang lu bener bawa payung, jawab aja, "Iya, Pak, disuruh bawa sama ibuku", gitu. Niscaya lo boleh masuk tanpa dicurigai barang sepeser pun.Yeah.

Di gedung pertunjukan, pengunjung disambut dengan dekorasi ala tempat kejadian tindakan kriminal. Ada garis polisi, pisau berdarah, sidik jari, dan alat lainnya. Gue takjub karena ini rasanya keren sekali!

A photo posted by Ya Umil (@k.yaumil) on

Tentang film yang diputar, ternyata ekspektasi gue terlalu tinggi. Karena filmnya mudah dicerna sodara-sodara! Hahah.

Film pertama judulnya QUIZ. Tentang seorang host acara kuis yang dipaksa ikut permainan mengerikan dengan nyawa anak-istrinya yang jadi taruhan. Intinya tentang balas dendam. Film ini ngeri-ngeri sedap, sesuai genrenya yang thriller dan memacu adrenalin, jadi gue ga ngantuk. :D
Di film ini pastinya ada adegan berantem dan darah-darah, tapi ga berlebihan. Ga cuma kekerasan yang ditawarkan, tapi juga alur cerita dan drama yang jelas. Ditambah akting pemerannya yang oke juga, gue pribadi puas menontonnya. *tepuktangan.

Film kedua judulnya Black Out. Nah, gue rada heran nih pas baca sinopsisnya. Genrenya comedy-thriller. Kebayang ga, tuh, jadi kayak apa filmnya?
Pas gue tonton...
Hooo... gue ketiduran. ;p
Di tengah film gue ketiduran, tapi akhirnya gue berhasil mengumpulkan kesadaran dan bertahan hingga film selesai.

Film ini lebih kompleks dengan alur cerita yang maju-mundur. Tentang seorang mantan kurir narkoba yang tiba-tiba kehilangan ingatan di H-1 pernikahannya. Terus dia jadi orang paling dicari No. 1 karena dituduh menghilangkan 20 kg narkoba yang harusnya dia antar. Nah, berkembanglah cerita antar satu geng narkoba ke geng lain. Yang satu butuh duit, yang satu butuh barang. Penuh intrik karena mereka saling tipu-tipu untuk dapet barang tanpa kehilangan uang.

Jujur gue kurang menikmati nontonnya, karena ngantuk kali, ye? ;p
Kompleks juga karena ada banyak tokoh di dalamnya, gue jadi lupa-lupa peran mereka masing-masing jadi apa dan siapa. Terus juga film ini cuma nampilin english subtitle untuk dialog bahasa Belanda, english dialog sendirinya ngga. Padahal cukup banyak dialog Inggris di dalamnya. Makin bingunglah awak.

Soal komedinya.. beda sama paham komedi yang gue anut. Komedinya kasar, gue kan makhluk halus. ;p
Orang-orang sih banyak ketawa di beberapa adegan film ini. Satu adegan yang gue akui lucu ketika ada dua geng yang mau transaksi di suatu ruangan. Mereka berlima, dua lawan tiga, masing-masing pegang senjata dan saling todong untuk nyerahin barang bawaan masing-masing. Waktu saling todong itu, si pemeran utama masuk mengendap-ngendap terus ga sengaja ngebuka pintu ruangan itu. Tindakan buka pintu itu justru jadi pemacu untuk mereka berlima untuk saling nembak. Kayak kaget gitu, lah. Disorot satu-persatu mereka berlima mati karena ga sengaja ketembak. Sampe lima orang dalam ruangan itu mati semua, dan tinggal si pemeran utama yang kebingungan kok pada mati semua. Sementara barangnya utuh. :))

Udah, cuma dua film yang gue tonton. Sisa dua film lagi gue lepaskan karena takut pulang kemalaman. Apa kata ibuku kalo anak gadisnya pulang larut malam sendirian? :))

Trailer QUIZ bisa diliat di sini.
Trailer Black Out bisa diliat di mari.
Trailer dua film lainnya ada di sini dan di mari.

Doei!

Sabtu, 15 November 2014

Seni Tak Bisa Diburu

Bang Jud teman saya, orang yang nyeni dan misterius. Penampilannya rapi dan biasa saja, tapi nyentrik. Setiap ngobrol dengannya, saya selalu kehabisan kata. Kalimat yang keluar dari mulutnya seperti punya jiwa sendiri. Begitu hidup sekaligus mematikan.

Tadi sore pulang kerja, saya ketemu lagi dengan Bang Jud. Ada kopi dan gorengan di dekatnya. Dia sedang istirahat siang, baru selesai bikin karya katanya.

'Kalo sudah sore namanya bukan istirahat siang lagi, Bang' kata saya.
Bang Jud membalas, 'Hari masih siang di negara Mesir. Aku mau saja mengikuti siang di Jakarta, tapi malas ikut istirahat siang ala orang-orangnya.'
'Memang salah apa, Bang, istirahat siang orang Jakarta?'
'Aku ga bilang salah, aku cuma ga suka. Rasanya mirip pelarian. Kalo kamu lari rasanya lebih capek, tho, dibanding kamu istirahat sambil ngopi atau makan gorengan?'
'Itu mah jelas atuh, Bang. Tapi saya masih ga ngerti, istirahat kok jadi pelarian.'
'Sini aku jelasin. Menurutmu apa namanya kalo ngeliat orang cepat-cepat keluar makan siang, kejar-kejaran sama istirahat yang cuma sejam, terus buru-buru kembali lagi. Tambah capek aku ngeliatnya.
Pernah aku diajak makan siang sama kawan, pas jam istirahat orang kantoran. Aku ikut makan dengannya, saingan sama banyak orang di warung makan. Aku dengar obrolan mereka, semua tentang pekerjaan.
Meski mereka ketawa dan keliatan bercanda, tapi rasanya ga lepas.
Sementara aku, sebagai pekerja seni aku harus lepas untuk bisa nyelesaiin karyaku. Kalo kepotong waktu istirahat siang Jakarta, aku ga bisa. Ide-ideku keburu kabur. Makanya aku ikut waktu istirahat Mesir. Heheh'
'Tapi kan jadi sendirian istirahatnya, Bang. Ga ada temen yang ikut waktu Mesir juga. Hehe'
'Lah, kan ada kamu. Kalo kamu ga mau nemenin aku, ya, aku ngga apa-apa. Aku istirahat bareng orang-orang di Mesir sana.'
'Hahah, saya mah mau asal ada gorengan, Bang..'
'Oalah, dari tadi kamu nungguin makan gorengan, tho? Makan aja ga usah sungkan, sama aku kok ya malu-malu..'
'Hahaha, bagi ya Bang..'

Minggu, 09 November 2014

Keep Your Dreams Alive

Karya ini harusnya terpajang di ruang pameran suatu acara konferensi kepemudaan di ibukota. Tapi gue seorang pemudi bukan pemuda, jadi ga masuk kriteria deh. Maaf ya, gue tau kalian sedih gara-gara ga bisa melihat dan ketemu mimpi gue di sana. Heheh

Merugilah mereka yang ga melihat karya ini! Biar kalian ga ikutan merugi, nih gue pajang di sini aja ya~ Bergembiralah kalian~ :D


Dengan hanya ditemani properti, yang sangat menyenangkan saat merakitnya, gue ingin bilang: keep your dreams alive, Guys!

Sabtu, 08 November 2014

Hujan Malam Ini

Lelah dan basah
Jalanan penuh orang yang menuju rumah
Di hujan pertama tahun ini
Aku dan kamu tidak sendiri

Angkot bergerak mengantar penumpang
Lagu Iwan Fals mengalun pelan
Suasana romantis meski sibuk masing-masing
Seiring embun yang muncul
Pada jendela yang dingin

Lampu jalan menyala
Membawa berkas cahaya di mata para pemirsa
Mestinya kita sadar
Dalam suasana ini
Harusnya mudah datang inspirasi
Tapi kamu tidak peduli

LOL: LINE Oh LINE


Suwer, keren bangetlah ini tim marketingnya :'D

Rabu, 05 November 2014

Senin, 03 November 2014

Minggu, 02 November 2014

Keresahan Seorang Ibu

Sabtu pagi, ibu menelpon anak bungsunya yang sedang kuliah di luar kota. Berkali-kali ditelpon, tidak juga diangkat. Karena masih pagi, yasudah, ibu melanjutkan aktivitas seperti biasa. Bersih-bersih rumah, ke pasar, memasak, mencuci.

Tengah hari, selepas makan siang, ibu mencoba menelpon kembali anak bungsunya. Anak bungsu baru mengalami operasi, operasi cabut gigi yang baru tumbuh, mungkin ibu ingin mengetahui perkembangan pasca operasi anak bungsunya. Berkali-kali ditelpon, tidak juga diangkat. Ibu mulai heran, ada apa hingga anak bungsunya tidak bisa dihubungi.

Ibu mencari tau kesana-kemari. Bertanya ke saudara-saudara yang tinggal dekat kota anak bungsunya pergi kuliah. Mencari tau nomor telpon kosannya, mencari tau nomor telpon teman anak bungsunya, minta tolong saudaranya untuk menengok, semua ibu lakukan untuk mengetahui kabar anak bungsunya.

Sore hari, ibu mencoba menelpon kembali anak bungsunya. Berkali-kali ditelpon, tidak juga diangkat. The destination number is not answered, katanya. Hanya pesan suara yang membalas telpon ibu, 'Tinggalkan pesan setelah bunyi tuut..', katanya. Ibu mulai resah, sebenarnya ibu sudah resah sejak siang tadi, tapi baru menunjukkan keresahannya sore hari.
'Kenapa ya ditelpon dari pagi ga diangkat-angkat?'
'Kenapa nih anak?', ibu bertanya-tanya.
Anak tengah yang sudah terbiasa menyaksikan keresahan ibu hanya menanggapi dengan kalem, 'Paling lagi ikut UKM.'

Bujukan anak tengah yang kurang usahanya membujuk agar ibu tenang pun gagal. Ibu masih resah menunggu kabar anak bungsunya. Takut ada apa-apa. Melihat keresahan ibu, anak tengah mulai agak serius menanggapi. Ya, namanya firasat ibu, kan, peka sekali. Meski begitu sebenarnya anak tengah punya teori sendiri tentang hilangnya kabar anak bungsu. Ya itu tadi, ikut UKM. Heheh

Malam pun tiba, ibu mencoba menelpon kembali anak bungsunya. Berkali-kali ditelpon, tidak juga diangkat. Teori anak tengah mulai diragukan ibu. 'Masa dari pagi ditelpon ga diangkat juga. Kalo ikut UKM, masa sampe malem belum selesai juga', katanya. Keresahan ibu makin menjadi. Rencana ibu ikut pengajian esok subuh di Kwitang hampir dibatalkan. Ibu ingin stand by menanti kabar anak bungsu, takut kenapa-kenapa, katanya.

Untungnya pembatalan itu hanya emosi sesaat. Berkat usaha ibu sejak siang hari mencari kabar anak bungsunya, akhirnya didapatlah nomor telpon kosan anak bungsu. Ibu langsung menghubunginya. Dari pesan yang diterima, dikabarkan bahwa anak bungsu sedang ikut pelatihan Menwa. Ini diketahui dari seragam ijo-ijo yang dipakainya waktu meninggalkan kosan pagi buta.

Teori anak tengah terbukti benar. Ibu berangsur tenang. Resahnya hilang. Rencana ibu ikut pengajian subuh di Kwitang sepertinya akan terlaksana. Anak tengah kalem saja, sudah menduga penantian ibu akan berakhir melegakan seperti ini. Ibu saja yang terlalu khawatir.

Saat ini ibu sudah berangkat mengaji. Anak tengah tidak ikut karena akan kondangan. Dia yang baru bangun tidur langsung solat subuh. Sekarang diketahui sedang bermain internet sambil menunggu pagi.

Tamat.

Sabtu, 01 November 2014

Himawari no Yakusoku


Mon, i've been watching you for years,
reading your story for years,
listen to your theme song for years.

You've been standing by my side for years,
and now you came with a goodbye.
I won't beg you to stand by my side anymore, Motohira Hata-sensei did it.
Thanks for all those memories you've given me.
A farewell must be sad because it's a farewell.