Kamis, 27 Mei 2021

trust issue

Capek kan, ya, kalo apa-apa pake perasaan. Bukan cuma dalam personal relationship, tapi juga konteks loyalitas dan kesetiakawanan yang udah kita jaga walau dalam kondisi apapun. Niatnya tulus as an added value, with personal touch, coz I believe everything from the heart will bring you to a deeper and stronger connection. Tapi teman yang kamu percaya dan longgar dengan banyak kompromi itu, engga memperlakukanmu dengan kesetiaan yang sama.

I thought we had no secret between us, instead you tell me no truth.

Dia (temanmu satu tim) meninggalkanmu tanpa penjelasan dan ketika ditanya, engga ada kejujuran di dalamnya.

I feel so much betrayed.

People really are horrible creatures.

Kamis, 20 Mei 2021

Me, Planning a Surprise Birthday Trip

Sabtu ini dia berulang tahun. Sejak masuk bulannya, gue udah ngebayangin akan ngajak dia jalan bareng, nyicipin kuliner hidden gem rekomendasi #darihaltekehalte, lanjut jalan kaki menyusuri kota, menuju ke taman dengan perpustakaan umum luar ruangan. Di penghujung hari saat kita berpisah ke tempat tinggal masing-masing, gue akan menyerahkan kotak hadiah yang udah seharian gue bawa-bawa dalam tas. A surprise birthday trip.

What a romantic plan, huh?

Instead, gue malah ngajak Ali dan Fathmah untuk ketemuan di hari Sabtunya. Nyali gue belum cukup kuat untuk mewujudkan itu semua. Rencana yang sebegitu manis dan romantis hanya bisa terjadi di kepala, karena memang interaksi kami biasa-biasa aja.

The truth is, it would be your special day and I wanna be the special person to spent the day with. Yet, I ain't special.

Plan B.

Gue kirim aja hadiahnya lewat pos. With a lil note, as a thankful word for being a good, nice, and fun friend to share the same interests with. Sukur-sukur pas Minggu dia ngajak ketemuan, dan gue tetap bisa menjalankan that surprise birthday trip for him. Haha.

Kebiasaan ini udah berlangsung beberapa kali. Ketika gue membayangkan melakukan hal-hal manis dan membuat orang yang menerimanya kehabisan kata-kata saking senangnya. Padahal in real life gue dan si subjek ini ga sedekat itu, kami cuma temen biasa. Padahal tujuan utamanya adalah memuaskan diri gue sendiri akan fantasi dan romantisasi dari sebuah surprise.

Padahal ga semua orang suka dengan surprise, makanya gue takut segala printilan rencana itu akan bikin dia menduga yang engga-engga, lalu menimbulkan awkward dan menjauhkan jarak kita yang memang ga sebegitu dekatnya.

Tapi... rencanamu ini kan ga merugikan siapapun? No hard feeling attached, tho?

Selasa, 11 Mei 2021

Ramadan Hari ke-29

Tiba-tiba Bapak ingin pergi ke Purwokerto, sehari saja besoknya pulang. Aku sih ayo-ayo aja, siap berangkat kapanpun Bapak dan keluarga yang lain siap. Anehnya, belakangan baru ketahuan kalau cuma aku yang akan menemani Bapak ke sana. Ditambah lagi, durasi perjalanan ternyata tiga hari (pokoknya menghabiskan jatah libur lebaran).

Kagetlah aku. Kok yang lain ga ikut? Amal cuma nganter sambil bawain barang. Mama cuma nyiapin baju-baju ganti. Irul ga keliatan sosoknya. Karena kaget, aku agak panik dan bilang kalo masih ada pekerjaan kantor (at least bisa koordinasi dulu), sambil sibuk packing baju tambahan.

Bapak di mimpiku semalam, dia diam saja. Potongan rambutnya cepak, nyaris botak, dan bulat dihiasi uban. Memakai jaket krem khasnya dengan lengan terlipat, yang biasa ia pakai kalau sedang dalam perjalanan jauh. Bapak diam saja. Kami jalan bareng menuju stasiun/terminal/tempat sewa mobil(?), tapi Bapak hanya menunduk. Tidak ada tatap.

Ini tahun kesepuluh sejak Bapak meninggal 2011 lalu. Juga tahun ketiga sejak kami sekeluarga tidak bisa pulang dan mengunjungi makam Bapak.

Pak, entah kenapa kok aku mimpiin Bapak, ya?