Makhluk Sastra
matamu adalah puisi
yang binarnya bicara seribu bahasa
lebih indah dari seorang penyair
bibirmu adalah soneta
yang heningnya menyuarakan surga
lebih agung dari seorang pujangga
Kamu yang Berduka
Ada mendung di matamu
yang rintik gerimisnya
membasahi tanah merah
di Jeruk Purut sore itu
Ada guntur di suaramu
yang getar gemuruhnya
gemetar di sekujur jasad
saat membisikkan adzan di telingaku
Ketuk
Masihkah kau tutup rapat
pintu ke mana kita menuju?
Hanya satu ketuk lagi yang tersisa
untukmu, kuharap itu cukup
Rahasia
Jangan bilang siapa-siapa
katamu
pada cermin
di pantulan mataku