Tampilkan postingan dengan label donor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label donor. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Juni 2014

Patungan, yuk!


Hai, pembaca yang budiman..
Ikut ini, yuk. Patungan pengadaan bus untuk donor darah.:D
Kalau sendiri terasa berat, patungan sama teman lain untuk patungan donasi juga bisa, itu salah satu pilihan. Nanti upload fotomu bersama teman itu, hal ini mungkin akan menyenangkan untuk dikenang. :D
Mungkin foto bersama teman seperti ini
Bukan masalah ada atau tidak fotomu di sana, tapi ini kepercayaan. Mungkin orang akan lebih percaya menyumbang jika ada kenalan yang terlibat. :D
Itu menurutku, sih. Hehe

Selasa, 06 Mei 2014

Pergi ke @america

Jadi tujuan gue nyari Pacific Place kemarin itu untuk main ikutan donor darah. Donor darahnya di @america, pusat kebudayaan Amerika di Pacific Place, karena donor ini kerjasama antara Kedubes Amerika dan PMI. Acaranya dua hari loh, tanggal 6-7 Mei 2014. Masih ada besok nih, ayook serbu @america untuk donooooor..

Perjalanan ini ga jadi gue tempuh seorang diri, karena si Guru ikut. Gue senang karena daripada bingung sendiri, rasanya lebih enak kalo ada yang menemani bingung, bukan? Wahaha, sampe si Guru bolos les Inggris. Maaf aku tidak ikut bolos, karena tidak ikut les, Gur. Xv

Untuk masuk ke Pacific Place, gue dan Guru harus menyerahkan tas dan bawaan dulu ke ban berjalan untuk di-scan. Abis itu di @america tas kita diperiksa, lagi-lagi di atas ban berjalan. Masih berlanjut, kita harus nitipin tas dan bawa barang yang diperluin aja masuk ke @america. Terus barang bawaan yang secukupnya itu ditaruh di kotak plastik melewati gerbang detektor. Abis itu baru kita bisa masuk bawa barang bawaan secukupnya yang diperluin aja.

Selesai donor tiba-tiba gue dan Guru disamperin anak gaul JKT yang jangkung-jangkung. Oh, oh, ternyata mereka mahasiswa Binus yang lagi fund raising untuk orang dengan kanker. Sungguh gaya bicara mereka sangat gaul, jauh lebih gaul dari bahasa pemrograman. Gue jadi bingung gimana menanggapinya supaya gaul juga, karena tidak terbiasa. :v

Cara mereka fund raising juga sangat bermodal. Mereka jualan buku voucher yang isinya voucher makan dan lain-lain, yang kayaknya sih ada di Pacific Place itu. Yah, karena gue dan Guru kere, bahkan kami patungan pun tak mampu, mungkin ini jatah orang lain untuk bisa bantu kalian, Guys.

Jekartah hari ini tetap sibuk dengan kendaraannya yang seliweran, meski tanpa klakson. Tapi gue menikmati interaksi dengan abang kondektur Kopaja, om security di Pacific Place, dan bapak ojek yang menunjukkan jalan dengan jelas, sehingga gue dan Guru ga tersesat. Tadinya mau sok akrab juga sama petugas PMI, tapi mereka udah akrab duluan sama panitia donor. Gue pun pamit tanpa jejak.

Ini, ada oleh-oleh dari Jekartah:
Menunggu Kopaja

'Buruh kecil yang terlupakan, seharusnya engkau tidak di jalan. Karena engkau adalah penerus bangsa ini.'

Itinerari:
Kampus-Laladon (angkot Kampus Dalem): 3000
Laladon- St. Bogor (angkot 03): 3000
St. Bogor-St. Sudirman (KRL): 4000
St. Sudirman-Pacific Place (Kopaja 19): 3000
*untuk sekali perjalanan