Senin, 07 April 2014

Ini Jekartah, Bung

Guru, mungkin prediksimu benar bahwa Planetarium tidak buka. Tapi bukan karena kami datang dia jadi tutup. Kukabarkan, di sana sedang ada renovasi sampai 20 April 2014.

Guru, mungkin kamu akan menertawakan perjalanan kami kemarin. Tapi bukan itu alasan aku menulis. Ini untuk melengkapi perjalanan kemarin yang rasanya kurang absurd tanpa dirimu.

Hari Drama
Sabtu kemarin aku ke Planetarium bersama Bang Bali. Berangkat dari Bogor ramai-ramai naik KRL ke Cikini, tapi cuma kami berdua yang ke Planetarium. Padahal tadi di KRL ada banyak orang, semua tempat duduk mereka duduki. Mereka ke mana?

Planetarium ini letaknya di Taman Ismail Marzuki, kusingkat jadi TIM. Nah, TIM ini satu komplek dengan Institut Kesenian Jakarta. Kalo ini kusingkat jadi IKJ. Di perjalanan, aku melihat adegan FTV padahal ga ada syuting. Berarti ini bukan akting.

Adegan satu: Seorang pria mengejar wanita di stasiun Bogor. Mereka seperti pasangan yang sedang cek-cok. Pria itu ingin minta maaf, tapi wanitanya menghindar.

Adegan dua: Seorang pemuda mengejar-ngejar Metromini. Bukan untuk kenalan denganku (karena aku sudah turun) atau dengan penumpang lain, tapi karena jaketnya ketinggalan. Ini terjadi di depan TIM.

Adegan tiga: Kami sampai di Planetarium, tapi gedungnya tutup. Ini adegan paling dramatis. Aku jadi sadar kalo drama terjadi di sekitar kita. Hanya butuh kepekaan untuk merasakannya. #iklan #TeaterRuangContoh{}

Untungnya kukira Planetarium buka, jadi ke sana. Lalu kami kelilingi XXI, gedung-gedung artistik, dan beli gorengan sepotong 2.500 di warung pojok.

Awas, kameranya pecah

Ini gorengan Jekartah, Bung
Di sebelah warung pojok ada toko buku mirip dengan yang di Bara. Entah buku bekas atau buku lama, kebanyakan tentang seni dan sastra, tapi harganya jauh beda. Ini Jekartah, Bung.

Institut Ekspektasi
Pergi ke kawasan IKJ, aku membayangkan kawasan yang 'nyeni' sekali. Soalnya ini 'institut' yang bidangnya spesifik. Mungkin ekspektasiku kebesaran, mungkin begitu juga pandangan orang tentang kampusku yang juga 'institut', yang kemarin ramai di Kompasiana. #pfft
Selain itu, aku pernah lihat foto kakak tingkat bersama pocong bohongan yang digantung di pohon waktu dia kemari. Tapi kemarin aku ga lihat ada pocong, yang kulihat ada dua pameran.

Pertama, pameran lukisan dari Yanuar Ernawati. Judulnya 'Kejujuran dalam Kebebasan', ada 15 lukisan yang dipamerkan. Aku ga paham maksud dari judul dan lukisannya, tapi aku senang melihatnya. Pengunjungnya juga belum ramai waktu aku datang, cuma ada sekeluarga kecil dan beberapa orang. Begitu mereka pergi, aku dan Bang Bali foto-foto sebebasnya. Lupa ada CCTV. Duh.

Kejujuran dalam Kebebasan

Kedua, pameran sketsa dari Toto BS, judulnya 'Sketsa Spontan'. Ada sekitar 30 kanvas yang dipajang, beberapa kanvas yang kosong. Menurut buku panduan, kanvas kosong itu akan dibuatkan sketsa wajah pengunjung. Membuatnya dengan charcoal, dan spontan.

Sketsa Spontan

Ayoo datang ke TIM, ada pameran sampai 13 April, dan gratisss..

Kopaja AC Eksekutif dan Transjakarta
Dari TIM, kami lanjut naik Kopaja eksekutif untuk keliling Jekartah. Bayar 5.000 sampai Lebak Bulus. Aku was-was naik Kopaja kemarin, supirnya ngebut berebut jalan dengan motor, Kopaja lain, dan taksi. Seram melihatnya dari bangku penumpang. Bunyi klaksonnya ribut. Jalanan ramai semrawut. Kalo di Bogor meski semrawut, jarang yang ngebut. Ini beda. Ini Jekartah, Bung.

Dari Lebak Bulus, kami lanjut naik Transjakarta sampai ke PIM. Pertama kalinya aku naik Transjakarta, ternyata baunya mirip Transpakuan. Di PIM, kami mampir untuk sholat Ashar. Tadinya mau makan juga, tapi bisa-bisa sampai akhir bulan aku harus #Tantangan5RibuSehari. Ini PIM, dan ini Jekartah, Bung.

Jadilah aku dan Bang Bali naik Transjakarta lagi. Tadinya mau ke Juanda, lalu pulang naik KRL dari stasiun sana. Tapi bingung dengan koridornya, jadi kami bablas ke Kota. Lagi-lagi KRL penuh sesak, padahal ini malam minggu.

Itinerari:
st. Bogor-st. Cikini (KRL): 4.000
st. Cikini-TIM (Metromini 17): 3.000
TIM-Lebak Bulus (Kopaja AC 20): 5.000
Lebak Bulus-PIM (Tranjakarta): 3.500
PIM-Kota (Transjakarta): 3.500
Kota-Bogor (KRL): 5.000
Sholat shubuh: kosan
Sholat dzuhur: TIM
Sholat ashar: PIM
Sholat magrib: st. Bogor
Sholat isya: st. Bogor
;p

Kamis, 03 April 2014

Aku sih santai, kalo kamu?

Tipe Pelaku Santai adalah orang-orang yang ramah dan bahagia. Mereka menikmati kebersamaan dengan orang lain. Cerdas, pandai bicara, jenaka dan penuh pesona, mereka suka menjadi pusat perhatian. Mereka tidak suka sendiri. Semangat hidup mereka membuat orang lain merasa nyaman ditemani mereka dan membuat mereka cepat mengenal orang lain. Tipe Pelaku Santai menikmati saat-saat terbaik dari tiap kesempatan – banyak orang tipe ini berbakat membuat seluruh hidup mereka bagaikan suatu pesta besar. Kebosanan tidak akan terjadi jika ada mereka karena mereka sangat pandai menghanyutkan orang lain dengan antusiasme, suasana hati riang, dan optimisme mereka.

Pemikiran abstrak dan filosofis mendalam mengenai arti kehidupan tidak terlalu menarik minat tipe Pelaku Santai. Mereka pragmatis, realistis, dan benar-benar hidup dalam kekinian. Dalam bekerja mereka juga lebih suka jika semuanya sudah siap sehingga mereka bisa menjalankan tekad mereka dengan sebaik-baiknya. Tidak masalah bagi mereka menangani beberapa tugas sekaligus dan mereka justru gemilang di saat genting! Kegiatan dari beragam bidang dengan banyak kontak sosial sangat tepat bagi mereka. Orang juga jarang menemukan mereka berdiam diri saat waktu senggang; karena sifat mereka yang terbuka dan penuh rasa ingin tahu, kebanyakan dari mereka memiliki banyak hobi dan minat. Mereka tidak takut akan hal-hal yang belum mereka ketahui: karena mereka luwes dan kreatif, dengan cepat mereka menyesuaikan diri dengan situasi-situasi baru dan memanfaatkannya dengan baik. Kadang-kadang mereka terlibat konflik dengan peraturan atau hirarki yang ketat, yang langsung membuat mereka merasa terpasung hingga berontak terhadapnya.

Sebagai teman, tipe Pelaku Santai adalah orang-orang murah hati dan gemar menolong yang sangat mementingkan hubungan harmonis dan suasana yang mendukung. Sikap mudah bergaul mereka membuat mereka memiliki lingkaran besar pertemanan dan mereka suka jika rumah mereka dipenuhi beragam tipe tamu. Dengan senang hati mereka melarutkan diri pada suasana hati dan minat mereka yang spontan ke dalam satu atau dua hal penting saja. Ini membuat mereka kelihatan agak tidak bisa ditebak bagi mereka yang memiliki sifat lebih pendiam. Saat sungguh-sungguh penting, Anda bisa mengandalkan mereka seratus persen. Sebagai pasangan, mereka kreatif, bergerak cepat, dan imajinatif – asalkan pasangan mereka tahu bagaimana membuat mereka terpesona. Mereka nyaris tidak bisa tahan dengan kebosanan atau rutinitas dalam suatu hubungan. Mereka sama sekali tidak menyukai konflik; jika sebuah hubungan jadi membutuhkan terlalu banyak ketahanan atau upaya, mereka cenderung menarik diri dari hubungan tersebut dan mulai mencari pasangan baru. Namun demikian, jika Anda berhasil terus menyalakan rasa ingin tahu mereka dalam jangka panjang dan memberi mereka kejutan dari waktu ke waktu, Anda akan mendapatkan pasangan yang setia dan penuh cinta.

Cari tau di ipersonic.com!! *lagi promo* ;p

Logo: Papan Tulisan

Papan Tulisan

Assalamu'alaikum..

Dengan bismillah, kupersembahkan ini pada kalian: logo Papan Tulisan.
Mungkin logo ini akan sedikit mengingatkan sesuatu ketika melihatnya. Bagi yang senang memburu film kurasa paham maksudnya apa. Bentuk ini memang tercipta berdasarkan ajaran yang aku anut dari kitab "Sila ke-6: Kreatif Sampai Mati" keluaran KDRI. Spontan dan meniru dulu. Meski begitu, rasanya lega waktu melihatnya terpajang bersanding dengan nama Papan Tulisan. Ada senangnya juga. ;P


Semoga kalian juga senang, ya..
tapi kalo tidak ingin senang juga boleh ;P

Selasa, 01 April 2014

Kenapa Maret Harus Punya 31 Harii?

Mungkin kamu lupa, bahwa aku sudah menanti datangnya bulan April bahkan waktu angka di kalender baru tanggal 16 Maret. Awalnya #Tantangan5RibuSehari mudah saja bagiku untuk menjalaninya. Tapi masuk minggu kedua, makin sulit rasanya. Strategiku dengan sembako ala bujangan justru memperbesar pengeluaran. Atau ini karena faktor hormon yang berubah-ubah mengikuti siklus hidup bulan? m._.m

Kupersembahkan ini untuk kalian, catatan perjalanan #Tantangan5RibuSehari di minggu kedua. Semoga bermanfaat!

Hari 9: Senin, 24 Maret 2014
Misi-permisi hari ini gagal, karena aku pergi dari rumah. Meski pulsa KMT cukup untuk perjalanan Bekasi-Bogor, tapi ongkos angkot ga bisa kurang dari lima ribu. Memang ada ongkos tambahan dari ibuku, tapi itu akan mencederai #Tantangan5RibuSehari. *halah*

Hari 10: Selasa, 25 Maret 2014
Misi-permisi berhasil..^^

Hari 11: Rabu, 26 Maret 2014
Same as yesterday.. ^^9

Hari 12: Kamis, 27 Maret 2014
Aku gagal hatrick, tapi dapat sembako ala bujangan.. ^^V

Hari 13: Jumat, 28 Maret 2014
Berhasil dengan pas-pasan. *hosh*

Hari 14: Sabtu, 29 Maret 2014
Sisa-sisa: enam ribu rupiah + sembako ala bujangan

Hari 15: Minggu, 30 Maret 2014
Aku dapat seperangkat makan siang dari el pe ka!!! Nikmatnya, terharu akuuuu... T-T Terima kasih semuanya..
Tinggal sehari lagi dan penantian selama ini akan berakhir. Besok tanggal 31 Maret, menurut ketentuan yang aku buat seenaknya #Tantangan5RibuSehari akan selesai. Perjalanan dari awal tantangan ini dibuat sampai sekarang mungkin kelihatannya sepele, tapi menyenangkan untuk menulisnya. Sebuah pelajaran tentang pengendalian diri. Semoga bisa bermanfaat bagi yang lain, mungkin ada yang tertarik ingin mengadopsinya jadi gaya hidup? Wakakak, yah di akhir bulan, ini bisa jadi salah satu opsi. :P

Hari 16: Senin, 31 Maret 2014
I.. did.. it.. Welcome APRIIL!!
OTL *emot sujud syukur*

Saldo akhir: - .

Kesan ikut #Tantangan5RibuSehari:
Aku jadi bisa menahan nafsu makan! Ini lebih efektif dari ikut COD atau OCD, kurasa. Sangat membantu, meski aku belum melihat timbangan. T,T9

Minggu, 23 Maret 2014

Minggu Pertama #Tantangan5RibuSehari

Hari 2: Senin, 17 Maret 2014
Beberapa hari ke depan mungkin aku akan memasak. Tadi aku beli sembako totalnya IDR 9.500. Sembako ala bujangan, mie sama telor. ~('0'~)(~'0')~

Hari 3: Selasa, 18 Maret 2014
Today's mission is just.. completed.

Hari 4: Rabu, 19 Maret 2014
Telah hilang uang sejumlah 4.500 rupiah, ditukar dengan nasi rames di warung ibu sebelah Saung Kuring.

Hari 5: Kamis, 20 Maret 2014
Aku pulang ke rumah, karena itu aku keluar uang lebih. Keluar untuk ongkos, dan beli klappertart di depan stasiun Kranji. Memang malam sebelumnya aku ngidam klappertart. Ngidaaam banget, sampai kebayang-bayang dan aku googling gambarnya. 
#mesakne

Waktu kudekati abang penjual klappertart, kutanya:
"Berapaan, Bang?"
"Lima belas ribu dua, Neng."
... *yaah, ga punya dua rupiah*
"Mau beli berapa emang?"
"Satu.."
"Tujuh ribu aja deh, Neng. Uang pas, ya."
*cring* *kubayar dengan uang pas-pasan*

Rincian
Angkot kampus dalam: 3.000
Angkot 03: 3.000
Pulsa KMT: 10.000
Klappertart: 7.000
Angkot 25: 3.000
Total: 26.000

P.s: Uang ongkos angkot sudah aku sisihkan sebelum #Tantangan5RibuSehari mulai. Jadi jatahku kepotong untuk KMT dan klappertart sajaa.. IDR 17.000 *cring*

Hari 6: Jumat, 21 Maret 2014
*aku di rumah*

Hari 7: Sabtu, 22 Maret 2014
*masih di rumah, lalala.. jujuju...*

Hari 8: Minggu, 23 Maret 2014
*sama kayak kemarin*

Untuk yang mau tau cerita di hari 1, silahkan klik ini. 8>

Selasa, 18 Maret 2014

Ditolak Surga

Seorang pemuda mengajak kekasihnya berkencan malam-malam. Si pemuda bercerita tentang bintang jatuh, sementara sang kekasih mendengarkan dengan penuh minat.

‘Menurutmu bintang jatuh itu apa?’, tanya sang kekasih sambil bersandar di bahu si pemuda.

‘Itu arwahku yang ditolak surga. Dilempar jatuh ke Bumi, lalu dipungut orang ini yang jasadnya sedang kupakai.’

“Diikutsertakan dalam Flash Fiction Pipet”

Senin, 17 Maret 2014

Ke Perpus Demi Dua Ribu

Jadi.. begini ceritanya..

Buku ini aku pinjam, Plato: Symposium and Phaedrus. Kalau lebih dari tanggal 17 Maret, meski aku kembalikan atau kuperpanjang waktu peminjamannya, aku bakal kena denda dua ribu rupiah per hari. :$



Istimewanya buku ini karena ia sumbangan dari British Council, bahasa Inggris pula, hardcover, disampul dobel, dan ada nama Plato. Yang kutahu, Plato itu yang ada kaitannya sama benua Atlantis itu, bukan? 

Sejak kupinjam dua minggu lalu, aku belum selesai membacanya. Kata Ayu ini buku filsafat. Aku ga paham. Kurasa buku ini ngawur. Banyak kata asing yang jarang aku jumpai di film barat hasil aku minta-minta ke teman, tiba-tiba muncul dalam buku ini. Bahkan baru sampai halaman slogan penerbitnya saja aku perlu membuka kamus. Di lembar-lembar pendahuluan, makin banyak kata yang tidak aku mengerti. Miskin sekali aku. -..-

Kupikir, kukembalikan saja atau kuperpanjang, ya. Aku belum tau. Pokoknya tanggal 17 Maret aku harus menghadap ke petugas perpus, demi menghemat dua ribu.

Sekarang kalian mengerti kondisiku, kan? Aku masih terikat dengan #Tantangan5RibuSehari. Selain itu, supaya aku membuat pergerakan di kampus, ga ngekos melulu. #hoam

Akhir kata.. bagi yang ingin bertemu denganku, aku akan ke perpus. :>

Minggu, 16 Maret 2014

#Tantangan5RibuSehari

FAQ
Q: Mengapa kuberi nama #Tantangan5RibuSehari?
A: Karena jatahku bulan ini tinggal seratus ribu hingga akhir bulan. Gara-gara aku kalap dan banyak pengeluaran di hari-hari kemarin :'<
Padahal kuberitahu, ya, Maret punya 31 hari. Berarti aku masih punya 16 hari lagi tersisa. Oleh karena itu, untuk menyiasatinya aku hanya boleh mengeluarkan uang maksimal lima ribu sehari untuk makan, supaya aman. Semoga aku ga perlu ngeluarin uang untuk keperluan lain, amin. Lebih bagus lagi kalo aku ga perlu ngeluarin uang untuk makan. :P

Hari 1: 16 Maret 2014
Challenge accepted. Aku ngeluarin uang hanya untuk beli seperangkat nasi uduk murah-kurang-meriah. Harga nasinya sungguh fantastis, hanya IDR 1.500 saja, cukup kenyang untuk sarapan pagi. Tapi ya gitu, cuma nasi tanpa lauk makanya kurang meriah. Supaya agak meriah, aku ambil gorengan 2 potong, sepotong harganya cuman gopek. Masih ada uang sisa, cukup aku belikan gemblong dua buah. Untuk makan siang, aku makan nasi sayur asem plus tempe. Jatah makan pemberian dari LPK Tepi Sawah hari ini. Alhamdulillaah~ :9

Bagaimana dengan makan malam...?
Aku rencanakan untuk tidur cepat saja. #sikap

Rincian
Nasi uduk  : 1.500
Gorengan 2 : 1.000
Gemblong 2 : 2.000
Total           : 4.500