Siapa tahu bisa foto bareng Agnezmo, seperti aku dan teman-temanku..
Selasa, 13 Mei 2014
Selasa, 06 Mei 2014
Pergi ke @america
Jadi tujuan gue nyari Pacific Place kemarin itu untuk main ikutan donor darah. Donor darahnya di @america, pusat kebudayaan Amerika di Pacific Place, karena donor ini kerjasama antara Kedubes Amerika dan PMI. Acaranya dua hari loh, tanggal 6-7 Mei 2014. Masih ada besok nih, ayook serbu @america untuk donooooor..
Perjalanan ini ga jadi gue tempuh seorang diri, karena si Guru ikut. Gue senang karena daripada bingung sendiri, rasanya lebih enak kalo ada yang menemani bingung, bukan? Wahaha, sampe si Guru bolos les Inggris. Maaf aku tidak ikut bolos, karena tidak ikut les, Gur. Xv
Untuk masuk ke Pacific Place, gue dan Guru harus menyerahkan tas dan bawaan dulu ke ban berjalan untuk di-scan. Abis itu di @america tas kita diperiksa, lagi-lagi di atas ban berjalan. Masih berlanjut, kita harus nitipin tas dan bawa barang yang diperluin aja masuk ke @america. Terus barang bawaan yang secukupnya itu ditaruh di kotak plastik melewati gerbang detektor. Abis itu baru kita bisa masuk bawa barang bawaan secukupnya yang diperluin aja.
Selesai donor tiba-tiba gue dan Guru disamperin anak gaul JKT yang jangkung-jangkung. Oh, oh, ternyata mereka mahasiswa Binus yang lagi fund raising untuk orang dengan kanker. Sungguh gaya bicara mereka sangat gaul, jauh lebih gaul dari bahasa pemrograman. Gue jadi bingung gimana menanggapinya supaya gaul juga, karena tidak terbiasa. :v
Cara mereka fund raising juga sangat bermodal. Mereka jualan buku voucher yang isinya voucher makan dan lain-lain, yang kayaknya sih ada di Pacific Place itu. Yah, karena gue dan Guru kere, bahkan kami patungan pun tak mampu, mungkin ini jatah orang lain untuk bisa bantu kalian, Guys.
Jekartah hari ini tetap sibuk dengan kendaraannya yang seliweran, meski tanpa klakson. Tapi gue menikmati interaksi dengan abang kondektur Kopaja, om security di Pacific Place, dan bapak ojek yang menunjukkan jalan dengan jelas, sehingga gue dan Guru ga tersesat. Tadinya mau sok akrab juga sama petugas PMI, tapi mereka udah akrab duluan sama panitia donor. Gue pun pamit tanpa jejak.
Ini, ada oleh-oleh dari Jekartah:
Perjalanan ini ga jadi gue tempuh seorang diri, karena si Guru ikut. Gue senang karena daripada bingung sendiri, rasanya lebih enak kalo ada yang menemani bingung, bukan? Wahaha, sampe si Guru bolos les Inggris. Maaf aku tidak ikut bolos, karena tidak ikut les, Gur. Xv
Untuk masuk ke Pacific Place, gue dan Guru harus menyerahkan tas dan bawaan dulu ke ban berjalan untuk di-scan. Abis itu di @america tas kita diperiksa, lagi-lagi di atas ban berjalan. Masih berlanjut, kita harus nitipin tas dan bawa barang yang diperluin aja masuk ke @america. Terus barang bawaan yang secukupnya itu ditaruh di kotak plastik melewati gerbang detektor. Abis itu baru kita bisa masuk bawa barang bawaan secukupnya yang diperluin aja.
Selesai donor tiba-tiba gue dan Guru disamperin anak gaul JKT yang jangkung-jangkung. Oh, oh, ternyata mereka mahasiswa Binus yang lagi fund raising untuk orang dengan kanker. Sungguh gaya bicara mereka sangat gaul, jauh lebih gaul dari bahasa pemrograman. Gue jadi bingung gimana menanggapinya supaya gaul juga, karena tidak terbiasa. :v
Cara mereka fund raising juga sangat bermodal. Mereka jualan buku voucher yang isinya voucher makan dan lain-lain, yang kayaknya sih ada di Pacific Place itu. Yah, karena gue dan Guru kere, bahkan kami patungan pun tak mampu, mungkin ini jatah orang lain untuk bisa bantu kalian, Guys.
Jekartah hari ini tetap sibuk dengan kendaraannya yang seliweran, meski tanpa klakson. Tapi gue menikmati interaksi dengan abang kondektur Kopaja, om security di Pacific Place, dan bapak ojek yang menunjukkan jalan dengan jelas, sehingga gue dan Guru ga tersesat. Tadinya mau sok akrab juga sama petugas PMI, tapi mereka udah akrab duluan sama panitia donor. Gue pun pamit tanpa jejak.
Ini, ada oleh-oleh dari Jekartah:
![]() |
| 'Buruh kecil yang terlupakan, seharusnya engkau tidak di jalan. Karena engkau adalah penerus bangsa ini.' |
Itinerari:
Kampus-Laladon (angkot Kampus Dalem): 3000
Laladon- St. Bogor (angkot 03): 3000
St. Bogor-St. Sudirman (KRL): 4000
St. Sudirman-Pacific Place (Kopaja 19): 3000
*untuk sekali perjalanan
Senin, 05 Mei 2014
Awesomedit Dapet Pejwan!
![]() |
| Pejwan gan! |
Jadi ceritanya gue lagi nyari info angkot dari Bogor ke Pacific Place waktu nemu tulisannya si Telor.
Canggih juga nih Gugel, tulisan Telor ampe nyangkut di pejwan. Padahal judulnya 'Ga Pernah ke Jakarta (1)'. Padahal isinya tentang petualangan dan suka-duka dia main ke kantor Microsoft bersama Uki dan Tantos. Padahal petualangan mereka happy ending, ga tersesat, mungkin itu karena ada Uki sebagai penunjuk jalan. Gue jadi yakin perjalanan gue akan berhasil, meski ga bawa penunjuk jalan. Kita liat aja begimana ceritanya esok hari, insya Allah. :D
Canggih juga nih Gugel, tulisan Telor ampe nyangkut di pejwan. Padahal judulnya 'Ga Pernah ke Jakarta (1)'. Padahal isinya tentang petualangan dan suka-duka dia main ke kantor Microsoft bersama Uki dan Tantos. Padahal petualangan mereka happy ending, ga tersesat, mungkin itu karena ada Uki sebagai penunjuk jalan. Gue jadi yakin perjalanan gue akan berhasil, meski ga bawa penunjuk jalan. Kita liat aja begimana ceritanya esok hari, insya Allah. :D
Setelah gue baca tulisan si Telor itu, cukup informatif sih isinya, cuman ya Lor.. Lor.. lu kaga nulis nomer kopaja yang lu tumpangin.. -..-
Maka gue bertanya pada Rake seorang anak JKT (karena kebetulan dia lagi OL), dan dia menjawab dengan mengirim link ini.
Okelah gue cukup dapet gambaran, sisanya tinggal berangkat, berdoa, dan nanya-nanya orang di jalan. Semoga happy ending dan kedatangan gue diterima. Wehehe
Kamis, 01 Mei 2014
Perjalanan di Hari Wisuda 30 April 2014
Start:
Gue berangkat dari kosan di Bara 4, menuju shelter sepeda(I) di GWW. Sampai di shelter sepeda, ternyata ada banyak polisi! Oh oh, ada apa ini? Mana Om penjaga shelternya? Ternyata itu polisi yang jaga di wisudaan, numpang duduk sambil ngobrol sama Om penjaga shelter.
Gue pinjem sepeda B*NI bernomor 350 dengan KTM sebagai jaminannya, menuju ke Bread Unit(II) untuk beli bingkisan buat kadiv insekta di UKF (2011-2012), ka Aya, yang wisuda hari ini. Di Bread Unit gue beli brownies, gue bungkus brownies itu pakai plastik hias dan pita biru yang gue bawa dari kosan, dengan dibantu Yunita yang kebetulan ketemu di sana. Yunita abis ketemu dosennya, dia lagi persiapan akan sidang. Makasih Yun udah bantu ngebungkus, gue doain semoga sidangnya lancar. Wahaha
Selanjutnya dari Bread Unit gue balik ke shelter sepeda lagi, balikin sepeda, ga lupa ngambil KTM juga. Gue jalan kaki ke gladiator(III), bertemu teman-teman yang jualan note book untuk bingkisan wisuda. Ada Tantos, Liatos, Ncin, dan Chula. Ketemu Marina yang bareng kaka ipar dan adiknya kaka ipar, mereka datang ke wisudaan kakanya kaka ipar. Selanjutnya ga ada peristiwa menarik sampai para wisudawan dan wisudawati keluar dari GWW.
Suasana tiba-tiba ramai, manusia dari segala penjuru datang ke GWW, nyambut temannya, sodaranya, atau keluarganya yang diwisuda. Gue juga berkeliaran ke GWW(IV), muter-muter nyari ka Aya, tapi gue hanya bertemu orang asing. Entah di putaran ke berapa akhirnya gue menemukan apa yang gue cari, gue serahkan sepotong bingkisan itu, lalu melambai pergi. (~'0')~
Gue ketemu lagi dengan teman-teman yang udah beres jualan note book, lalu pergi ke WR. Indomen(V) untuk makan siang karena hari sudah siang. Selesai dari Indomen, gue berpisah dengan teman-teman untuk mampir ke Agro(VI). Ga maksud apa-apa, mampir aja ke sana. Lalu gue pulang ke kosan dan jadilah tulisan ini. Finish.
Lumayan juga tempat yang gue kunjungi hari ini, ada banyak kalo diitung-itung. Karena gue lagi senang mencoret-coret gara-gara nemu pensil warna merah waktu praseminar kemarin, ini gue sertakan rute perjalanannya. Supaya ga nyasar. Mungkin ada yang mau napak tilas? Siapa tau.
Adios!
Gue berangkat dari kosan di Bara 4, menuju shelter sepeda(I) di GWW. Sampai di shelter sepeda, ternyata ada banyak polisi! Oh oh, ada apa ini? Mana Om penjaga shelternya? Ternyata itu polisi yang jaga di wisudaan, numpang duduk sambil ngobrol sama Om penjaga shelter.
Gue pinjem sepeda B*NI bernomor 350 dengan KTM sebagai jaminannya, menuju ke Bread Unit(II) untuk beli bingkisan buat kadiv insekta di UKF (2011-2012), ka Aya, yang wisuda hari ini. Di Bread Unit gue beli brownies, gue bungkus brownies itu pakai plastik hias dan pita biru yang gue bawa dari kosan, dengan dibantu Yunita yang kebetulan ketemu di sana. Yunita abis ketemu dosennya, dia lagi persiapan akan sidang. Makasih Yun udah bantu ngebungkus, gue doain semoga sidangnya lancar. Wahaha
Selanjutnya dari Bread Unit gue balik ke shelter sepeda lagi, balikin sepeda, ga lupa ngambil KTM juga. Gue jalan kaki ke gladiator(III), bertemu teman-teman yang jualan note book untuk bingkisan wisuda. Ada Tantos, Liatos, Ncin, dan Chula. Ketemu Marina yang bareng kaka ipar dan adiknya kaka ipar, mereka datang ke wisudaan kakanya kaka ipar. Selanjutnya ga ada peristiwa menarik sampai para wisudawan dan wisudawati keluar dari GWW.
Suasana tiba-tiba ramai, manusia dari segala penjuru datang ke GWW, nyambut temannya, sodaranya, atau keluarganya yang diwisuda. Gue juga berkeliaran ke GWW(IV), muter-muter nyari ka Aya, tapi gue hanya bertemu orang asing. Entah di putaran ke berapa akhirnya gue menemukan apa yang gue cari, gue serahkan sepotong bingkisan itu, lalu melambai pergi. (~'0')~
Gue ketemu lagi dengan teman-teman yang udah beres jualan note book, lalu pergi ke WR. Indomen(V) untuk makan siang karena hari sudah siang. Selesai dari Indomen, gue berpisah dengan teman-teman untuk mampir ke Agro(VI). Ga maksud apa-apa, mampir aja ke sana. Lalu gue pulang ke kosan dan jadilah tulisan ini. Finish.
Lumayan juga tempat yang gue kunjungi hari ini, ada banyak kalo diitung-itung. Karena gue lagi senang mencoret-coret gara-gara nemu pensil warna merah waktu praseminar kemarin, ini gue sertakan rute perjalanannya. Supaya ga nyasar. Mungkin ada yang mau napak tilas? Siapa tau.
Adios!
Minggu, 13 April 2014
@yeahmahasiswa semalam..
Cuma sebagian yang aku ambil dari @yeahmahasiswa dengan snipping tool. Jadi ingat, pertama kali pakai snipping tool, kamu yang ajari. Di awal-awal masuk Ilkom dulu. Di lab, di kelas praktikum waktu itu. Aku terlambat menggunakannya, tapi kamu membuatnya jadi lebih baik daripada tidak sama sekali. Terima kasih, postingan ini bisa jadi. :')
Senin, 07 April 2014
Romantisme Satwa Liar
Ini Jekartah, Bung
Guru, mungkin prediksimu benar bahwa Planetarium tidak buka. Tapi bukan karena kami datang dia jadi tutup. Kukabarkan, di sana sedang ada renovasi sampai 20 April 2014.
Guru, mungkin kamu akan menertawakan perjalanan kami kemarin. Tapi bukan itu alasan aku menulis. Ini untuk melengkapi perjalanan kemarin yang rasanya kurang absurd tanpa dirimu.
Hari Drama
Sabtu kemarin aku ke Planetarium bersama Bang Bali. Berangkat dari Bogor ramai-ramai naik KRL ke Cikini, tapi cuma kami berdua yang ke Planetarium. Padahal tadi di KRL ada banyak orang, semua tempat duduk mereka duduki. Mereka ke mana?
Planetarium ini letaknya di Taman Ismail Marzuki, kusingkat jadi TIM. Nah, TIM ini satu komplek dengan Institut Kesenian Jakarta. Kalo ini kusingkat jadi IKJ. Di perjalanan, aku melihat adegan FTV padahal ga ada syuting. Berarti ini bukan akting.
Adegan satu: Seorang pria mengejar wanita di stasiun Bogor. Mereka seperti pasangan yang sedang cek-cok. Pria itu ingin minta maaf, tapi wanitanya menghindar.
Adegan dua: Seorang pemuda mengejar-ngejar Metromini. Bukan untuk kenalan denganku (karena aku sudah turun) atau dengan penumpang lain, tapi karena jaketnya ketinggalan. Ini terjadi di depan TIM.
Adegan tiga: Kami sampai di Planetarium, tapi gedungnya tutup. Ini adegan paling dramatis. Aku jadi sadar kalo drama terjadi di sekitar kita. Hanya butuh kepekaan untuk merasakannya. #iklan #TeaterRuangContoh{}
Untungnya kukira Planetarium buka, jadi ke sana. Lalu kami kelilingi XXI, gedung-gedung artistik, dan beli gorengan sepotong 2.500 di warung pojok.
![]() |
| Awas, kameranya pecah |
![]() |
| Ini gorengan Jekartah, Bung |
Di sebelah warung pojok ada toko buku mirip dengan yang di Bara. Entah buku bekas atau buku lama, kebanyakan tentang seni dan sastra, tapi harganya jauh beda. Ini Jekartah, Bung.
Institut Ekspektasi
Pergi ke kawasan IKJ, aku membayangkan kawasan yang 'nyeni' sekali. Soalnya ini 'institut' yang bidangnya spesifik. Mungkin ekspektasiku kebesaran, mungkin begitu juga pandangan orang tentang kampusku yang juga 'institut', yang kemarin ramai di Kompasiana. #pfft
Selain itu, aku pernah lihat foto kakak tingkat bersama pocong bohongan yang digantung di pohon waktu dia kemari. Tapi kemarin aku ga lihat ada pocong, yang kulihat ada dua pameran.
Pertama, pameran lukisan dari Yanuar Ernawati. Judulnya 'Kejujuran dalam Kebebasan', ada 15 lukisan yang dipamerkan. Aku ga paham maksud dari judul dan lukisannya, tapi aku senang melihatnya. Pengunjungnya juga belum ramai waktu aku datang, cuma ada sekeluarga kecil dan beberapa orang. Begitu mereka pergi, aku dan Bang Bali foto-foto sebebasnya. Lupa ada CCTV. Duh.
![]() |
| Kejujuran dalam Kebebasan |
Kedua, pameran sketsa dari Toto BS, judulnya 'Sketsa Spontan'. Ada sekitar 30 kanvas yang dipajang, beberapa kanvas yang kosong. Menurut buku panduan, kanvas kosong itu akan dibuatkan sketsa wajah pengunjung. Membuatnya dengan charcoal, dan spontan.
![]() |
| Sketsa Spontan |
Ayoo datang ke TIM, ada pameran sampai 13 April, dan gratisss..
Kopaja AC Eksekutif dan Transjakarta
Dari TIM, kami lanjut naik Kopaja eksekutif untuk keliling Jekartah. Bayar 5.000 sampai Lebak Bulus. Aku was-was naik Kopaja kemarin, supirnya ngebut berebut jalan dengan motor, Kopaja lain, dan taksi. Seram melihatnya dari bangku penumpang. Bunyi klaksonnya ribut. Jalanan ramai semrawut. Kalo di Bogor meski semrawut, jarang yang ngebut. Ini beda. Ini Jekartah, Bung.
Dari Lebak Bulus, kami lanjut naik Transjakarta sampai ke PIM. Pertama kalinya aku naik Transjakarta, ternyata baunya mirip Transpakuan. Di PIM, kami mampir untuk sholat Ashar. Tadinya mau makan juga, tapi bisa-bisa sampai akhir bulan aku harus #Tantangan5RibuSehari. Ini PIM, dan ini Jekartah, Bung.
Jadilah aku dan Bang Bali naik Transjakarta lagi. Tadinya mau ke Juanda, lalu pulang naik KRL dari stasiun sana. Tapi bingung dengan koridornya, jadi kami bablas ke Kota. Lagi-lagi KRL penuh sesak, padahal ini malam minggu.
Itinerari:
st. Bogor-st. Cikini (KRL): 4.000
st. Cikini-TIM (Metromini 17): 3.000
TIM-Lebak Bulus (Kopaja AC 20): 5.000
Lebak Bulus-PIM (Tranjakarta): 3.500
PIM-Kota (Transjakarta): 3.500
Kota-Bogor (KRL): 5.000
Sholat shubuh: kosan
Sholat dzuhur: TIM
Sholat ashar: PIM
Sholat magrib: st. Bogor
Sholat isya: st. Bogor
;p
Kamis, 03 April 2014
Aku sih santai, kalo kamu?
Tipe Pelaku Santai adalah orang-orang yang ramah dan
bahagia. Mereka menikmati kebersamaan dengan orang lain. Cerdas,
pandai bicara, jenaka dan penuh pesona, mereka suka menjadi pusat
perhatian. Mereka tidak suka sendiri. Semangat hidup mereka membuat
orang lain merasa nyaman ditemani mereka dan membuat mereka cepat
mengenal orang lain. Tipe Pelaku Santai menikmati saat-saat terbaik
dari tiap kesempatan – banyak orang tipe ini berbakat membuat seluruh
hidup mereka bagaikan suatu pesta besar. Kebosanan tidak akan terjadi
jika ada mereka karena mereka sangat pandai menghanyutkan orang lain
dengan antusiasme, suasana hati riang, dan optimisme mereka.
Pemikiran abstrak dan filosofis mendalam mengenai arti kehidupan tidak terlalu menarik minat tipe Pelaku Santai. Mereka pragmatis, realistis, dan benar-benar hidup dalam kekinian. Dalam bekerja mereka juga lebih suka jika semuanya sudah siap sehingga mereka bisa menjalankan tekad mereka dengan sebaik-baiknya. Tidak masalah bagi mereka menangani beberapa tugas sekaligus dan mereka justru gemilang di saat genting! Kegiatan dari beragam bidang dengan banyak kontak sosial sangat tepat bagi mereka. Orang juga jarang menemukan mereka berdiam diri saat waktu senggang; karena sifat mereka yang terbuka dan penuh rasa ingin tahu, kebanyakan dari mereka memiliki banyak hobi dan minat. Mereka tidak takut akan hal-hal yang belum mereka ketahui: karena mereka luwes dan kreatif, dengan cepat mereka menyesuaikan diri dengan situasi-situasi baru dan memanfaatkannya dengan baik. Kadang-kadang mereka terlibat konflik dengan peraturan atau hirarki yang ketat, yang langsung membuat mereka merasa terpasung hingga berontak terhadapnya.
Sebagai teman, tipe Pelaku Santai adalah orang-orang murah hati dan gemar menolong yang sangat mementingkan hubungan harmonis dan suasana yang mendukung. Sikap mudah bergaul mereka membuat mereka memiliki lingkaran besar pertemanan dan mereka suka jika rumah mereka dipenuhi beragam tipe tamu. Dengan senang hati mereka melarutkan diri pada suasana hati dan minat mereka yang spontan ke dalam satu atau dua hal penting saja. Ini membuat mereka kelihatan agak tidak bisa ditebak bagi mereka yang memiliki sifat lebih pendiam. Saat sungguh-sungguh penting, Anda bisa mengandalkan mereka seratus persen. Sebagai pasangan, mereka kreatif, bergerak cepat, dan imajinatif – asalkan pasangan mereka tahu bagaimana membuat mereka terpesona. Mereka nyaris tidak bisa tahan dengan kebosanan atau rutinitas dalam suatu hubungan. Mereka sama sekali tidak menyukai konflik; jika sebuah hubungan jadi membutuhkan terlalu banyak ketahanan atau upaya, mereka cenderung menarik diri dari hubungan tersebut dan mulai mencari pasangan baru. Namun demikian, jika Anda berhasil terus menyalakan rasa ingin tahu mereka dalam jangka panjang dan memberi mereka kejutan dari waktu ke waktu, Anda akan mendapatkan pasangan yang setia dan penuh cinta.
Cari tau di ipersonic.com!! *lagi promo* ;p
Pemikiran abstrak dan filosofis mendalam mengenai arti kehidupan tidak terlalu menarik minat tipe Pelaku Santai. Mereka pragmatis, realistis, dan benar-benar hidup dalam kekinian. Dalam bekerja mereka juga lebih suka jika semuanya sudah siap sehingga mereka bisa menjalankan tekad mereka dengan sebaik-baiknya. Tidak masalah bagi mereka menangani beberapa tugas sekaligus dan mereka justru gemilang di saat genting! Kegiatan dari beragam bidang dengan banyak kontak sosial sangat tepat bagi mereka. Orang juga jarang menemukan mereka berdiam diri saat waktu senggang; karena sifat mereka yang terbuka dan penuh rasa ingin tahu, kebanyakan dari mereka memiliki banyak hobi dan minat. Mereka tidak takut akan hal-hal yang belum mereka ketahui: karena mereka luwes dan kreatif, dengan cepat mereka menyesuaikan diri dengan situasi-situasi baru dan memanfaatkannya dengan baik. Kadang-kadang mereka terlibat konflik dengan peraturan atau hirarki yang ketat, yang langsung membuat mereka merasa terpasung hingga berontak terhadapnya.
Sebagai teman, tipe Pelaku Santai adalah orang-orang murah hati dan gemar menolong yang sangat mementingkan hubungan harmonis dan suasana yang mendukung. Sikap mudah bergaul mereka membuat mereka memiliki lingkaran besar pertemanan dan mereka suka jika rumah mereka dipenuhi beragam tipe tamu. Dengan senang hati mereka melarutkan diri pada suasana hati dan minat mereka yang spontan ke dalam satu atau dua hal penting saja. Ini membuat mereka kelihatan agak tidak bisa ditebak bagi mereka yang memiliki sifat lebih pendiam. Saat sungguh-sungguh penting, Anda bisa mengandalkan mereka seratus persen. Sebagai pasangan, mereka kreatif, bergerak cepat, dan imajinatif – asalkan pasangan mereka tahu bagaimana membuat mereka terpesona. Mereka nyaris tidak bisa tahan dengan kebosanan atau rutinitas dalam suatu hubungan. Mereka sama sekali tidak menyukai konflik; jika sebuah hubungan jadi membutuhkan terlalu banyak ketahanan atau upaya, mereka cenderung menarik diri dari hubungan tersebut dan mulai mencari pasangan baru. Namun demikian, jika Anda berhasil terus menyalakan rasa ingin tahu mereka dalam jangka panjang dan memberi mereka kejutan dari waktu ke waktu, Anda akan mendapatkan pasangan yang setia dan penuh cinta.
Cari tau di ipersonic.com!! *lagi promo* ;p
Logo: Papan Tulisan
![]() |
| Papan Tulisan |
Assalamu'alaikum..
Dengan bismillah, kupersembahkan ini pada kalian: logo Papan Tulisan.
Mungkin logo ini akan sedikit mengingatkan sesuatu ketika melihatnya. Bagi yang senang memburu film kurasa paham maksudnya apa. Bentuk ini memang tercipta berdasarkan ajaran yang aku anut dari kitab "Sila ke-6: Kreatif Sampai Mati" keluaran KDRI. Spontan dan meniru dulu. Meski begitu, rasanya lega waktu melihatnya terpajang bersanding dengan nama Papan Tulisan. Ada senangnya juga. ;P
Semoga kalian juga senang, ya..
tapi kalo tidak ingin senang juga boleh ;P
Selasa, 01 April 2014
Kenapa Maret Harus Punya 31 Harii?
Mungkin kamu lupa, bahwa aku sudah menanti datangnya bulan April bahkan waktu angka di kalender baru tanggal 16 Maret. Awalnya #Tantangan5RibuSehari mudah saja bagiku untuk menjalaninya. Tapi masuk minggu kedua, makin sulit rasanya. Strategiku dengan sembako ala bujangan justru memperbesar pengeluaran. Atau ini karena faktor hormon yang berubah-ubah mengikuti siklus hidup bulan? m._.m
Kupersembahkan ini untuk kalian, catatan perjalanan #Tantangan5RibuSehari di minggu kedua. Semoga bermanfaat!
Hari 9: Senin, 24 Maret 2014
Misi-permisi hari ini gagal, karena aku pergi dari rumah. Meski pulsa KMT cukup untuk perjalanan Bekasi-Bogor, tapi ongkos angkot ga bisa kurang dari lima ribu. Memang ada ongkos tambahan dari ibuku, tapi itu akan mencederai #Tantangan5RibuSehari. *halah*
Hari 10: Selasa, 25 Maret 2014
Misi-permisi berhasil..^^
Hari 11: Rabu, 26 Maret 2014
Same as yesterday.. ^^9
Hari 12: Kamis, 27 Maret 2014
Aku gagal hatrick, tapi dapat sembako ala bujangan.. ^^V
Hari 13: Jumat, 28 Maret 2014
Berhasil dengan pas-pasan. *hosh*
Hari 14: Sabtu, 29 Maret 2014
Hari 15: Minggu, 30 Maret 2014
Aku dapat seperangkat makan siang dari el pe ka!!! Nikmatnya, terharu akuuuu... T-T Terima kasih semuanya..
Tinggal sehari lagi dan penantian selama ini akan berakhir. Besok tanggal 31 Maret, menurut ketentuan yang aku buat seenaknya #Tantangan5RibuSehari akan selesai. Perjalanan dari awal tantangan ini dibuat sampai sekarang mungkin kelihatannya sepele, tapi menyenangkan untuk menulisnya. Sebuah pelajaran tentang pengendalian diri. Semoga bisa bermanfaat bagi yang lain, mungkin ada yang tertarik ingin mengadopsinya jadi gaya hidup? Wakakak, yah di akhir bulan, ini bisa jadi salah satu opsi. :P
Hari 16: Senin, 31 Maret 2014
I.. did.. it.. Welcome APRIIL!!
OTL *emot sujud syukur*
Saldo akhir: - .
Kesan ikut #Tantangan5RibuSehari:
Aku jadi bisa menahan nafsu makan! Ini lebih efektif dari ikut COD atau OCD, kurasa. Sangat membantu, meski aku belum melihat timbangan. T,T9
Langganan:
Postingan (Atom)








