awalnya lelah
lalu terbiasa
kalau begini terus
aku takut mati rasa
Senin, 03 November 2014
Minggu, 02 November 2014
Keresahan Seorang Ibu
Sabtu pagi, ibu menelpon anak bungsunya yang sedang kuliah di luar kota. Berkali-kali ditelpon, tidak juga diangkat. Karena masih pagi, yasudah, ibu melanjutkan aktivitas seperti biasa. Bersih-bersih rumah, ke pasar, memasak, mencuci.
Tengah hari, selepas makan siang, ibu mencoba menelpon kembali anak bungsunya. Anak bungsu baru mengalami operasi, operasi cabut gigi yang baru tumbuh, mungkin ibu ingin mengetahui perkembangan pasca operasi anak bungsunya. Berkali-kali ditelpon, tidak juga diangkat. Ibu mulai heran, ada apa hingga anak bungsunya tidak bisa dihubungi.
Ibu mencari tau kesana-kemari. Bertanya ke saudara-saudara yang tinggal dekat kota anak bungsunya pergi kuliah. Mencari tau nomor telpon kosannya, mencari tau nomor telpon teman anak bungsunya, minta tolong saudaranya untuk menengok, semua ibu lakukan untuk mengetahui kabar anak bungsunya.
Sore hari, ibu mencoba menelpon kembali anak bungsunya. Berkali-kali ditelpon, tidak juga diangkat. The destination number is not answered, katanya. Hanya pesan suara yang membalas telpon ibu, 'Tinggalkan pesan setelah bunyi tuut..', katanya. Ibu mulai resah, sebenarnya ibu sudah resah sejak siang tadi, tapi baru menunjukkan keresahannya sore hari.
'Kenapa ya ditelpon dari pagi ga diangkat-angkat?'
'Kenapa nih anak?', ibu bertanya-tanya.
Anak tengah yang sudah terbiasa menyaksikan keresahan ibu hanya menanggapi dengan kalem, 'Paling lagi ikut UKM.'
Bujukan anak tengah yang kurang usahanya membujuk agar ibu tenang pun gagal. Ibu masih resah menunggu kabar anak bungsunya. Takut ada apa-apa. Melihat keresahan ibu, anak tengah mulai agak serius menanggapi. Ya, namanya firasat ibu, kan, peka sekali. Meski begitu sebenarnya anak tengah punya teori sendiri tentang hilangnya kabar anak bungsu. Ya itu tadi, ikut UKM. Heheh
Malam pun tiba, ibu mencoba menelpon kembali anak bungsunya. Berkali-kali ditelpon, tidak juga diangkat. Teori anak tengah mulai diragukan ibu. 'Masa dari pagi ditelpon ga diangkat juga. Kalo ikut UKM, masa sampe malem belum selesai juga', katanya. Keresahan ibu makin menjadi. Rencana ibu ikut pengajian esok subuh di Kwitang hampir dibatalkan. Ibu ingin stand by menanti kabar anak bungsu, takut kenapa-kenapa, katanya.
Untungnya pembatalan itu hanya emosi sesaat. Berkat usaha ibu sejak siang hari mencari kabar anak bungsunya, akhirnya didapatlah nomor telpon kosan anak bungsu. Ibu langsung menghubunginya. Dari pesan yang diterima, dikabarkan bahwa anak bungsu sedang ikut pelatihan Menwa. Ini diketahui dari seragam ijo-ijo yang dipakainya waktu meninggalkan kosan pagi buta.
Teori anak tengah terbukti benar. Ibu berangsur tenang. Resahnya hilang. Rencana ibu ikut pengajian subuh di Kwitang sepertinya akan terlaksana. Anak tengah kalem saja, sudah menduga penantian ibu akan berakhir melegakan seperti ini. Ibu saja yang terlalu khawatir.
Saat ini ibu sudah berangkat mengaji. Anak tengah tidak ikut karena akan kondangan. Dia yang baru bangun tidur langsung solat subuh. Sekarang diketahui sedang bermain internet sambil menunggu pagi.
Tamat.
Tengah hari, selepas makan siang, ibu mencoba menelpon kembali anak bungsunya. Anak bungsu baru mengalami operasi, operasi cabut gigi yang baru tumbuh, mungkin ibu ingin mengetahui perkembangan pasca operasi anak bungsunya. Berkali-kali ditelpon, tidak juga diangkat. Ibu mulai heran, ada apa hingga anak bungsunya tidak bisa dihubungi.
Ibu mencari tau kesana-kemari. Bertanya ke saudara-saudara yang tinggal dekat kota anak bungsunya pergi kuliah. Mencari tau nomor telpon kosannya, mencari tau nomor telpon teman anak bungsunya, minta tolong saudaranya untuk menengok, semua ibu lakukan untuk mengetahui kabar anak bungsunya.
Sore hari, ibu mencoba menelpon kembali anak bungsunya. Berkali-kali ditelpon, tidak juga diangkat. The destination number is not answered, katanya. Hanya pesan suara yang membalas telpon ibu, 'Tinggalkan pesan setelah bunyi tuut..', katanya. Ibu mulai resah, sebenarnya ibu sudah resah sejak siang tadi, tapi baru menunjukkan keresahannya sore hari.
'Kenapa ya ditelpon dari pagi ga diangkat-angkat?'
'Kenapa nih anak?', ibu bertanya-tanya.
Anak tengah yang sudah terbiasa menyaksikan keresahan ibu hanya menanggapi dengan kalem, 'Paling lagi ikut UKM.'
Bujukan anak tengah yang kurang usahanya membujuk agar ibu tenang pun gagal. Ibu masih resah menunggu kabar anak bungsunya. Takut ada apa-apa. Melihat keresahan ibu, anak tengah mulai agak serius menanggapi. Ya, namanya firasat ibu, kan, peka sekali. Meski begitu sebenarnya anak tengah punya teori sendiri tentang hilangnya kabar anak bungsu. Ya itu tadi, ikut UKM. Heheh
Malam pun tiba, ibu mencoba menelpon kembali anak bungsunya. Berkali-kali ditelpon, tidak juga diangkat. Teori anak tengah mulai diragukan ibu. 'Masa dari pagi ditelpon ga diangkat juga. Kalo ikut UKM, masa sampe malem belum selesai juga', katanya. Keresahan ibu makin menjadi. Rencana ibu ikut pengajian esok subuh di Kwitang hampir dibatalkan. Ibu ingin stand by menanti kabar anak bungsu, takut kenapa-kenapa, katanya.
Untungnya pembatalan itu hanya emosi sesaat. Berkat usaha ibu sejak siang hari mencari kabar anak bungsunya, akhirnya didapatlah nomor telpon kosan anak bungsu. Ibu langsung menghubunginya. Dari pesan yang diterima, dikabarkan bahwa anak bungsu sedang ikut pelatihan Menwa. Ini diketahui dari seragam ijo-ijo yang dipakainya waktu meninggalkan kosan pagi buta.
Teori anak tengah terbukti benar. Ibu berangsur tenang. Resahnya hilang. Rencana ibu ikut pengajian subuh di Kwitang sepertinya akan terlaksana. Anak tengah kalem saja, sudah menduga penantian ibu akan berakhir melegakan seperti ini. Ibu saja yang terlalu khawatir.
Saat ini ibu sudah berangkat mengaji. Anak tengah tidak ikut karena akan kondangan. Dia yang baru bangun tidur langsung solat subuh. Sekarang diketahui sedang bermain internet sambil menunggu pagi.
Tamat.
Sabtu, 01 November 2014
Himawari no Yakusoku
#np Stand by me Doraemon ‘Himawari No Yakusoku - Motohiro Hata’ cover by Hadyan on #SoundCloud https://t.co/6SbiQGu2sE
— ya umil (@yukirakitapa) November 1, 2014
Mon, i've been watching you for years,I won't beg you to stand by my side anymore, Motohira Hata-sensei did it.
reading your story for years,
listen to your theme song for years.
You've been standing by my side for years,
and now you came with a goodbye.
Thanks for all those memories you've given me.
A farewell must be sad because it's a farewell.
Jumat, 31 Oktober 2014
Waroo is Back!
![]() |
| By: Waroo |
What did i find when i opened Webtoon just now?
Smile Brush season 2!!!
Wohohooo~
It's unexpected that you'll be back with new season of Smile Brush, Waroo. Soo glad to meet you again, moreover after what happened in last week. Now i feel like finding back my missing part. Hahah
Anw,
Welcome back, Waroo!! \^0^/
Kamis, 30 Oktober 2014
Insanity in National Gallery
I do insane..
You do insane..
We do insane!!
Kemarin gue dan teman-teman berkunjung ke pameran seni di Galeri Nasional. Pertama kali nih main ke GN, alhamdulillah ga nyasar hahah. Lokasinya di depan st. Gambir, deket Monas. Sayang ya, KRL ga berenti di Gambir. Jadi kemarin kita turun di Gondangdia terus jalan menyusuri rel sampe Gambir. Abis itu tinggal nyebrang, sampe deh.
Tapi boong. ;p
Hahaha. Bercanda Broo.. Manalah bisa menyusuri rel, wong lintasannya aja melayang. Kemarin kita menyusuri jalan lurus aja dari Gondangdia sampe mentok di gedung-gedung perkantoran, ga bisa lurus lagi, terus belok kiri, sampe deh. Gampangnya, ikutin aja lintasan rel kereta.
Pameran ini gratis Bro, dan digelar sampe 10 November 2014. Ayo ayo kunjungi sebelum tutup! :D
Di sana lu bisa liat berbagai karya seni, dari yang keren, serem, sampe aneh. Seperti biasa, gue sebagai rakyat jelata cuma bisa menikmati tanpa memahami. Sungguh takjub rasanya bagi gue ngeliat sebuah gagang pintu yang menempel di sebongkah batu.
Aneh tapi menakjubkan, itu seni loh, Pil. :O
Buat kamu yang masih ada waktu main, mainlah ke sana. Kunjungi pamerannya, nikmati karya seninya. Abis itu menulislah. Ceritain rasa takjub yang lu rasa waktu ngeliat karya para seniman. Udah kaya studi tur ini disuruh bikin karangan. Hahah. Insane.
Makasih Tantos, Emak, dan Ayu dan si Om, yang sudah menemani jalan-jalan. :D
Makasih para seniman, kurator, dan panitia yang udah berkarya ngadain pameran ini. :D
You do insane..
We do insane!!
^Captured by Om Insane, EH, Om Isan. Kidding, Yu.. ;p
Kemarin gue dan teman-teman berkunjung ke pameran seni di Galeri Nasional. Pertama kali nih main ke GN, alhamdulillah ga nyasar hahah. Lokasinya di depan st. Gambir, deket Monas. Sayang ya, KRL ga berenti di Gambir. Jadi kemarin kita turun di Gondangdia terus jalan menyusuri rel sampe Gambir. Abis itu tinggal nyebrang, sampe deh.
Tapi boong. ;p
Hahaha. Bercanda Broo.. Manalah bisa menyusuri rel, wong lintasannya aja melayang. Kemarin kita menyusuri jalan lurus aja dari Gondangdia sampe mentok di gedung-gedung perkantoran, ga bisa lurus lagi, terus belok kiri, sampe deh. Gampangnya, ikutin aja lintasan rel kereta.
Pameran ini gratis Bro, dan digelar sampe 10 November 2014. Ayo ayo kunjungi sebelum tutup! :D
Di sana lu bisa liat berbagai karya seni, dari yang keren, serem, sampe aneh. Seperti biasa, gue sebagai rakyat jelata cuma bisa menikmati tanpa memahami. Sungguh takjub rasanya bagi gue ngeliat sebuah gagang pintu yang menempel di sebongkah batu.
Aneh tapi menakjubkan, itu seni loh, Pil. :O
Buat kamu yang masih ada waktu main, mainlah ke sana. Kunjungi pamerannya, nikmati karya seninya. Abis itu menulislah. Ceritain rasa takjub yang lu rasa waktu ngeliat karya para seniman. Udah kaya studi tur ini disuruh bikin karangan. Hahah. Insane.
Makasih Tantos, Emak, dan Ayu dan si Om, yang sudah menemani jalan-jalan. :D
Makasih para seniman, kurator, dan panitia yang udah berkarya ngadain pameran ini. :D
Sabtu, 25 Oktober 2014
The Last Episode of Smile Brush
![]() |
| By: waroo |
Tiap Sabtu dan Minggu biasanya gue antusias buka webtoon karena ada episode baru Smile Brush. Tapi hari ini, dari pagi gue buka webtoon, kok ga ada update-an lagi? Bahkan Smile Brush ga masuk ke list komik yang ada. Ono opo ikiii?
Ternyata.. Update-an komiknya udah berhenti. Completed ceunah. Terakhir minggu lalu di episode 35. Ooh, i felt this undescribable feeling. *sigh.
Jadi inget, episode pertama yang bikin gue suka Waroo itu waktu episode bayi nangis di kereta. Semua orang bingung kenapa bayi itu nangis, ibu si bayi pun jadi ga enak hati. Sampai seorang nenek ngasih bayi itu permen, dan plop! tangisannya berhenti. Semua orang pun tersenyum lega. :)
Cara dia ngomik di situ bener-bener menghangatkan hati, sesuai genre-nya yang heartwarming. :)
Lanjut ke episode berikut-berikutnya. Tentang dia yang dikira cewek karena karakternya yang digambar imut dan berambut panjang, tentang alasan dia ga potong-potong rambut. Dari yang koplak, sedih, konyol, sample bikin terharu, gue ikutin semua episodenya. Tapi sekarang ga bisa lagi, karena udah habis.
Jadi merasa kehilangan. Huhuhu.
Ini link episode terakhirnya teman-teman:
Ep. 35
Meski kehilangan, gue ga mau berlarut-larut ah meratapi kesedihan ini. Gue harus move on. Gue harus nyari komik yang lain. Wahahaha.
Akhir kata,
Thanks Waroo! I enjoyed your comic so much much! Keep on drawing!! :D
Jumat, 24 Oktober 2014
Kamis, 23 Oktober 2014
The Clown
Senin, 20 Oktober 2014
Sabtu, 18 Oktober 2014
Jo n Ken
Jo n Ken adalah dua bersaudara yang tinggal di negara Legowo. Mereka lahir di hari yang sama, tanggal 17 bulan Oktober tahun entah berapa. Tempat lahir: antah berantah, yang jelas mereka sama-sama merantau ke Legowo supaya bisa hidup bahagia. Kemudian mereka berpisah..
Kemarin adalah hari ulang tahun mereka, karena itu mereka janjian untuk bertemu. Setelah bertahun-tahun, tiba-tiba Ken penasaran siapa sebenarnya di antara mereka yang lahir duluan. *(kenapa baru penasaran? Itulah, gue juga bingung kenapa).
Ken: "Jo, aku lahir duluan kan, ya, dibanding kamu?"
Jo : "Guee yang lahir duluan kali."
Ken: "Ah, mosok sih? Aku ah Jo."
Jo : "Yee, dibilangin ga percaya. Gue yang lahir duluan."
Ken: "Aku, Jo. Akkuuuu..!" *histeris
Jo : "Gueeee...." *histeris juga
Ken: "Akkuuuuu..." *makin histeris
Entah kenapa mereka pengen banget jadi yang lahir duluan. Sampai akhirnya mereka gelut (berantem), dan jadilah stop motion ini..
Salam Legowo,
Upil n Tantos
Kemarin adalah hari ulang tahun mereka, karena itu mereka janjian untuk bertemu. Setelah bertahun-tahun, tiba-tiba Ken penasaran siapa sebenarnya di antara mereka yang lahir duluan. *(kenapa baru penasaran? Itulah, gue juga bingung kenapa).
Ken: "Jo, aku lahir duluan kan, ya, dibanding kamu?"
Jo : "Guee yang lahir duluan kali."
Ken: "Ah, mosok sih? Aku ah Jo."
Jo : "Yee, dibilangin ga percaya. Gue yang lahir duluan."
Ken: "Aku, Jo. Akkuuuu..!" *histeris
Jo : "Gueeee...." *histeris juga
Ken: "Akkuuuuu..." *makin histeris
Entah kenapa mereka pengen banget jadi yang lahir duluan. Sampai akhirnya mereka gelut (berantem), dan jadilah stop motion ini..
Salam Legowo,
Upil n Tantos
Langganan:
Postingan (Atom)






