Hei, Guru.
Sabtu 24 Oktober kemarin, kulihat wajah ayah dan mama (panggilan untuk orangtuamu) berseri-seri sekali. Mereka terlihat sangat bahagia, bangga, dan lega. Mau tau apa yang dikatakan ayahmu waktu aku menyalaminya? "Maafin tingkah Rizqah selama ini ya...," begitu katanya. Masih bercanda aja, hahaha.
Aku jadi ikut bahagia. Senang melihat kalian di pelaminan. Pernikahan yang indah. Sungguh.
Aku tak tau tahapan seperti apa yang kalian lalui hingga sampai pada keputusan bahagia ini. Sama sekali tak tau padahal beberapa kali kita melakukan perjalanan bersama. Yah, cerita itu memang tidak harus diketahui semua orang sih. Tapi tetap saja, begitu aku tau dengan siapa kau akan menikah, yang ternyata temanku juga, si Faisal, aku merasa bodoh sekali tidak tau apa-apa. -_-
Perjalanan pertama kita ke Baduy dulu itu, apa sudah mulai dari situ? Memang si Faisal satu-satunya orang yang tidak menertawakanmu di saat yang lain iya. Tapi kukira itu wajar karena dia memang anak baik, dan sangat menghormatimu sebagai kakak yang waktu itu terbully oleh kami semua.
Perjalanan selanjutnya kita pergi ke Bojen dengan ayah, mama, serta adikmu Salsa dan Tasya. Apa sudah mulai dari situ? Lalu terakhir kita bertemu di TIM, Cikini.. apa sudah mulai jauh sebelum itu?
Kalau benar jawabannya iya, dan yang menurut penuturan seorang teman adalah memang iya, maka aku jadi terharu. Rapat sekali kalian saling menjaga satu sama lain sampai tiba waktunya. Tega sekali kau tak bilang apa-apa sama sekali. Aku benar-benar clueless, sampai seorang teman justru bertanya, "Masa ga keliatan, sih?" -_-
Lalu bulan lalu kau mengundangku main ke rumah, tumben.
"Mau lamaran yah?" tebakku.
"Siapa yang mau lamaran? Aku akan menikah," jawabmu. -_-
Dan benarlah kemarin kalian menikah. Momen sekali seumur hidup yang seru! Baru kali ini aku lihat ada pengantin yang masih dibully sama teman-temannya. Hahahha. Aku jadi makin senang dengan pernikahan kalian. Sungguh. Ini kutuliskan ulang jawaban dari kartu ucapan kemarin.
Untuk Faisal & Rizqah
Selamat kepada pasangan mempelai yang berbahagia. Saya sangat bahagia untuk kalian berdua. Saya mendoakan kalian agar bahagia sepanjang hidup bersama. Moga dikaruniakan banyak kebahagiaan dan tak banyak ketidakbahagiaan. Yang terpenting ialah bahagia. Jangan lupa juga untuk bahagia!
Dari: Saya
Sekali lagi, selamat!
Wassalamu'alaikum.

