Sabtu, 19 Desember 2020

DAY 19: My first love

Nuri atau Ruri? Namanya bahkan kulupa. 😅

Dia anak guru, kami baru kelas satu SD kala itu. Anaknya murah senyum, berambut ikal, dan sangat pintar! Seingatku, tidak sampai setahun dia sudah pindah sekolah.

Itu pengalaman pertamaku mengenali perasaan suka yang lain pada seseorang. 🙃

Jumat, 18 Desember 2020

DAY 18: Thirty facts about me

  1. Ada banyak bekas tusukan jarum di lenganku. Itu semua jejak peninggalan donor haha. Semoga seterusnya bisa rutin donor terus, aamiin.
  2. Sering dikira laki-laki. Bisa baca di sini 😂
  3. Sering dikira masih kuliah. Alhamdulillah awet muda.
  4. TB 150cm, ukuran sepatu 40.
  5. Bisa main lagu Moon Song pakai ukulele 🌝
  6. Pertama ke LN jadi TKI di Hong Kong.
  7. Gampang terharu anaknya 🥺
  8. Didiagnosis syaraf kejepit tahun 2019 kemarin.
  9. Lagi ambil course bahasa Jepang di Duolingo.
  10. Pernah ikut HelloFest Film 8 Detik, tapi ga lolos dan kemudian videonya diprivate.
  11. Pernah apply Eagle Awards, bareng Atana partner paling suportif!
  12. Pernah ikut pameran zine di Yangon Photo Festival bareng geng Hari Buruh.
  13. Pernah ikut workshop bareng member JKT48, tapi dulu ga kenal dia siapa.
  14. Teliti dan cermat kalo soal uang.
  15. Username @yukirakitapa adalah asli sejak pertama kali dan belum pernah diganti.
  16. Suka nonton film-film di acara festival.
  17. Suka pergi ke mana-mana sendiri, nonton sendiri, ke pameran sendiri. Tapi kalo diajak ayo-ayo aja, anaknya gampangan kok 😊
  18. Selama 2020 udah ditolak lebih dari 10 perusahaan.
  19. Oktober-November 2020 merasa depresi banget.
  20. Pernah magang di Way Kambas, Lampung. 🐘
  21. Seneng banget waktu ulang tahun ke-19. Karena dirayain di pinggir tebing Cibunar, Ujung Kulon.
  22. Sering jadi korban tipu daya marketing, aku sepolos itu gaes! Makanya jadi punya trust issue.
  23. Lebih suka berteman dalam grup kecil, energiku ga banyak soalnya 😅
  24. Pertama ‘ditembak’ waktu kelas 1 SMP, tapi aku kabur. Syok gaes!
  25. My first public figure crush is Sony Dwi Kuncoro.
  26. My first idol crush is Hyde Laruku, si tampan yang cantik.
  27. Pernah dikirimi cawan berbisik.
  28. Seorang AntiJonoTerbakar. 🔥
  29. Cancerian blood type O+.
  30. Pusing kalo nyium asap rokok. Aku selemah itu, maklumi ya 🚭

Kamis, 17 Desember 2020

DAY 17: Ways to win my heart

Jangan terlalu agresif, I'm scared.
Jangan cepat menyerah, be patient.
I'm trying my best too.
Respect each other.
Or you can just..

ask me.

Rabu, 16 Desember 2020

DAY 16: Someone I miss

Saat saya menulis ini, tidak ada seorang pun yang sedang saya rindukan. Tidak tahu nantinya. Lima menit setelah tulisan ini rampung bisa saja tiba-tiba perasaan itu muncul. Suka-suka memang, mungkin ini bagian dari coping mechanism saya yang menghindari ketergantungan pada orang lain. 🌝


Oh iya, ada yang mau saya ceritakan. Belakangan ini saya senang menonton YouTube Kisah Tanah Jawa, terutama episode Alas Purwo sang ujung timur pulau Jawa. Deskripsi petualangan mereka mengantar saya ke masa-masa kuliah dulu ketika ikut berekspedisi bersama UKF.


Tracking ke hutan, membawa perbekalan, meyusuri pantai, semua aktivitas lapang yang membuat hidup ‘susah’ tapi ganjarannya pemandangan dan interaksi alam secara langsung. Duh Gusti, memang tiada lawan sih.


Yang saya rindukan adalah seluruh suasana petualangan saat itu, bukan spesifik ke satu sosok someone. Selepas pandemi, saya bertekad akan banyak ikut open trip!

Selasa, 15 Desember 2020

DAY 15: If you could run away, where would you go?



Pada suatu hari yang baik kita akan bepergian bersama. Ke sebuah pantai sepi, yang menuju ke sana kita melewati hutan dan bukit. Aku di sampingmu dengan jendela terbuka, membiarkan angin masuk membawa udara segar menggantikan segala kesuntukan hidup yang pengar.


Di pantai yang sepi kita sampai. Kau dan aku duduk menikmati bekal sambil memandang garis pantai yang berubah-ubah digerus ombak. Matahari terik dan kita harus mengernyit untuk memaknainya.


Sambil berbincang, kau membahas segala hal dari yang mungkin sampai tidak mungkin. Harapanmu akan jauh melampaui keadaan buruk saat itu, mengundang optimisme di masa sekarang maupun yang akan datang. Dan aku mengamininya. Selalu.


Kita akan di sana sampai bayang-bayang perlahan menghilang. Di peralihan waktu, kita berkejaran menangkap saat terakhir matahari jatuh. Digantikan puluhan rasi lainnya yang tidak kita ketahui namanya. Mengusir pikiran-pikiran rungsang, mengantar kita pulang.


Pantai selatan, 2021.

Senin, 14 Desember 2020

DAY 14: Describe your style

Dari dulu baju-baju saya adalah hasil pembelian Ibuku. Tiba-tiba saja Ibuku beli baju (biasanya dagangan saudara) lalu dikasihkan ke saya. Saya yang orangnya ga tegaan, akhirnya memakai saja baju-baju itu sebagai pakaian entah ke acara mana. Padahal saya dan Ibuku seringnya beda selera.

Bayangkan sejak kecil hingga kuliah, baju-baju saya kebanyakan lungsuran abang atau lungsuran Ibuku atau pilihan Ibuku. Di saat anak-anak lain kuliah dengan jeans ketat atau celana pensil, yang saya pakai adalah celana kulot gondrong sejak bertahun lalu, yang warnanya mulai pudar. Sampai saya dipanggil rapper karena baju-baju yang gombrong dan apa adanya. Ditambah memang belum melek fashion sih, padahal itu masa sedang mekar-mekarnya. 🙈


Karena banyak baju pemberian Ibuku, saya jarang beli baju sendiri. Baru ketika mulai bekerja, dan ada kebutuhan baju untuk kondangan atau bergaul ke mana, akhirnya saya membeli pakaian sendiri.


Koleksi saya kebanyakan baju polos yang hanya bermain di warna. Dulu saya suka banget warna biru. Sekarang kalau memilih apa-apa saya lebih terbuka dengan pilihan  warna yang lain, tergantung bagusnya apa. Meski begitu, perkembangan fashion saya masih di zona pemula.


Atasan kaos/tunik/kemeja dan celana panjang, dua piece pakaian adalah andalan saya. Tanpa eksperimen macam-macam. Dengan sepatu tali atau flats (tapi jarang saya pakai karena bikin kulit belang).


Kemana-mana saya mengandalkan totebag. Entah kenapa saya jarang bisa bawa barang ringkas dengan hanya tas kecil yang fashionable. Kalau menggunakan backpack, tidak jarang bawaan saya makin banyak. Dulu saya pemakai tas slempang, tapi karena saya tidak tinggi, tali slempang saya tidak bisa panjang-panjang.


Dibanding fashionable, saya memang lebih mengutamakan aspek kegunaan. Haha.


Sekarang, saya menghindari beli baju kalau memang tidak perlu banget. Meski begitu, kadang kecolongan juga sih lapar mata. Karena sesungguhnya bajumu udah banyak, tapi yang dipakai itu-itu saja.

Minggu, 13 Desember 2020

DAY 13: Favorite book

goodreads.com

Buku ini saya baca sewaktu masih SMP. Buku yang bikin saya ngga bisa berhenti baca sebelum ceritanya selesai.  Sejak awal kalimat, ceritanya udah begitu mengalir dan mengajak pembacanya hanyut dalam petualangan di dalamnya. Kayaknya pengalaman pertama saya baca novel fantasi dari karya Eva Ibbotson ini.

Saya ingat banget, waktu itu malam minggu saya sendirian karena keluarga yang lain ikut peringatan apa gitu di mesjid. Saya keseruan sendiri, gila-gila, ngga sabar mau namatin novel ini sesegera mungkin.

Ceritanya tentang Oliver, seorang yatim-piatu yang dapet warisan sebuah rumah besar. Karena masih di bawah umur, dia diwakilin sama om dan tantenya yang diam-diam ngincar rumah ini. Untuk merebut rumah ini dari Oliver, mereka sengaja nakut-nakutin dan ninggalin Oliver sendirian di rumah ini (karena Oliver punya asma) dengan harapan dia cepet mati ketakutan (?).

Bener aja, ternyata rumah ini berhantu! Satu keluarga pula! Ampun, Oliver hampir mati shock di malam pertama dia tinggal di sana.

Tapi.. hantu-hantu itu bukan penghuni asli rumah itu. Ternyata mereka cuma hantu pesanan yang salah kirim. Hemm, siapa pelakunya yang sampai pesan hantu segala?

Setelah perkenalan, keluarga hantu itu akhirnya saling bercerita dan malah jadi nemenin Oliver tinggal di sana. Sisa ceritanya? Baca sendiri ya, seru!

Yang bikin seru, tiap hantu punya latar belakang yang jelas. Siapa mereka saat masih hidup, kenapa bisa jadi hantu, kenapa gentayangan, dll. Ceritanya jadi makin hidup karena adanya behind story ini.

Saya langsung jatuh cinta sama karya-karyanya Eva Ibbotson. Rasa seru itu masih terasa sampai sekarang. :')

Sabtu, 12 Desember 2020

DAY 12: Favorite TV series

The one with F.R.I.E.N.D.S.


I KNOW!!! *with Monica’s tone


Ya, FRIENDS adalah serial favorit saya. Sesuai judulnya, serial ini bercerita tentang persahabatan enam orang sebaya di kota New York yang dengan ragam karakter dan perbedaannya saling melengkapi satu sama lain. Mereka kompak banget!


Monica si perfeksionis berbagi apartemen dengan Rachel yang impulsif. Selanjutnya ada Pheobe si vegan yang quirky. Lalu ada Chandler si aktor dan Joe si pegawai kantoran penghuni kamar seberang. Terakhir Ross, ahli geologi/staff museum, yang juga adalah kakak Monica.


Pertama nonton episodenya, saya langsung suka! Ceritanya ringan seputar kehidupan mereka di New York dengan segala masalahnya yang ada-ada aja. Menampilkan komedi lewat interaksi antarkarakter yang beragam, jenaka tanpa harus melucu. Juga karena para karakternya seumuran dan kita menghadapi struggle yang mirip-mirip.


Padahal serial ini punya banyak banget episode, 10 seasons bayangkan, tapi saya ngga merasa terintimidasi karena cerita tiap episodenya langsung selesai dalam satu babak. Jadi ga langsung nonton semua pun it’s okay. Dilanjut tiga bulan lagi saat kamu baru perpanjang langganan Netflix pun tak apa. FRIENDS bisa dinikmati kapanpun dan di manapun. :D


Situasi yang ditampilkan juga masih relate sampai sekarang, jokes-jokesnya, padahal episode terakhirnya tayang 16 tahun yang lalu! So timeless, ya kan?

Jumat, 11 Desember 2020

DAY 11: Talk about your siblings

Keduanya laki-laki. Kami tidak saling akrab. Meski begitu, kami selalu membelikan satu sama lain tiap jajan makanan.

Kamis, 10 Desember 2020