Jumat, 08 Oktober 2021

Jumat, 17 September 2021

After all this time?


It's been a long time since I listened to Laruku, and those tweets bring me to the days back then when I was in JHS. I met Hyde for the first time, from the article inside an Animonstar magazine. Right at the moment, I fell for him effortlessly.

If you'd been reading this blog for at least a year, you must know that he is my first celebrity crush. Haha.

He is a legend, you know. Laruku is a worldwide legend. Check out this video, and you can feel how charming they are. It doesn't change a bit, up until nowadays.


Always ✨

Minggu, 12 September 2021

show, don't tell

Click to read

One Day One Trip is a collective project by Klise Bekasi, an analog photography club based in Bekasi.

In late 2019, we took a photo trip around Bekasi using the same type of film roll. There were five of us who tried to capture Bekasi as a city that has always been changed.

Kalimalang river became our first destination. At that time, along the river, a toll road was being built as a part of a national construction project called Becakayu. Which connects the border city to East Jakarta through Bekasi-Cawang-Kampung Melayu.

The next destination brings us to the oldest Buddhist temple in Bekasi, Klenteng Hok Lay Kiong. A historical building that has been cared for generations.

For a long time, the city development has been built quite often in Bekasi, particularly in the urban area. It does bring a major change for the neighbourhood and the people who live around.

Zine ini saya sertakan dalam pameran photobook JIPFEST 2021. Masih belum pasti akan ikut dipamerkan, karena ada proses seleksinya. Semoga ada kabar baik di bulan Oktober 🌼

Kamis, 09 September 2021

Blue Moment


MONGOL800: Love Song

夢を語る君の
Yume wo kataru kimi no

輝く瞳の中に
kagayaku me no naka ni

僕がいる
boku ga iru

いまを分かち合える
ima wo wakachi aeru

輝く輪の中に
kagayaku ano naka ni

君がいる
kimi ga iru

空を見上げ
sora wo miage

両手広げて
ryoute shirogete

僕はここだと示すのさ
boku wa koko dato shimesu no sa

あすを見つめ
asu wo mitsume

夢を広げて
yume wo kirogete

強く願い想うのさ
tsuyoku negai omou no sa

僕はここだと叫ぶのさ
boku wa koko dato sakebu no sa

そう誰よりも強く
sou dare yori mo tsuyoku

イメージを想い描くの
IMEJI wo omoietaku no

暗いマイナスなイメージは捨ててさ
kurai MAINASU na IMEJI wa sutete sa

いまをただ駆け抜けろ
ima wo tada kakeru kero

光差す方へ進めばいい
hikari sasu ho e susumeba ii

Oh oh Your Love Song!!

夢の欠片 見つめた
yume no kakere mitsumeta

机の片隅 落書きの中
tsukue no katasumi rakugaki no naka

あすの欠片 描いた
asu no kakere kaita

教科書の片隅 殴り書いた
kyoukasho no katasumi naburitaita

声を揃え足並み揃えて
koe wo soro e shinami soroete

僕の何を決めるのさ
boku no nani wo kimeru no sa

二つに一つの答え合わせで
futatsu ni hitotsu no kotae awasede

僕の何が決まるのさ
boku no nani ga kimaru no sa

僕の何がわかるのさ
boku no nani ga wakaru no sa

もっと笑わせておくれ
motto wara wasete okure

イメージを想い描くの
IMEJI wo omoi e kakuno

暗いマイナスなイメージは捨ててさ
kurai MAINASU na IMEJI wa sutete sa

いまをただ駆け抜けろ
ima wo tada kakerukero

光差す方へ進めばいい
hikari sasu ho e susumeba ii

心頷く方へ行けばいい 
kokoro unazuku ho e ikeba ii

君が笑えばそれでいい
kimi ga waraeba sore de ii

Oh oh 叫び続けろ
Oh oh sakebi tsuzukero

Your Love Song

Oh oh 歌い続けろ
Oh oh utai tsuzukero

Your Love Song

どこまでも響け
doko made mo hibike

Your Love Song!!

*Hahaha, lumayan hasil Duolingo selama ini ga bingung-bingung amat baca kanji ✨

Rabu, 08 September 2021

君が笑えばそれでいい


 

Hal menyenangkan dari belajar bahasa asing adalah menemukan frasa baru yang ternyata punya arti manis. 🌸


君が笑えばそれでいい

When you laugh, then it's fine


Love Song - Mongol800

Selasa, 24 Agustus 2021

Rindu Tak Mengenal Waktu



Di awal minggu, bisa-bisanya kita saling mengadu cerita masa lalu.

Berawal dari postingan Amal di Senin pagi, dilanjut pertemuan virtual selepas Isya dengan patokan waktu Indonesia bagian barat. Deti yang di Bali dan Ima yang di Makassar pun masuk ke pusaran waktu Bogor, tempat kita bertemu sebelas tahun lalu.

Tentu saja sapaan awal adalah tentang sekarang di mana, kondisi selama pandemi, sibuk berkegiatan apa, hingga pertanyaan yang tidak mungkin lewat: soal siapa sudah berkeluarga dan siapa yang masih sendiri (dan ini mudah dihitung karena lebih sedikit rasionya). Hahaha.

Saking lamanya tidak bertemu - dan mengobrol - saya sedikit kaget dengan berisiknya Putra (kalo hebohnya Bundo sih ngga kaget), Ima yang kalem keibuan, Yunita yang masih (kadang) jutek, Ganies yang frontal, Aris yang punya banyak bahan obrolan, dan Riris yang nun jauh di Jambi. Kalian ga banyak berubah, ya, dan berkumpul sambil ngobrol bareng berhasil menghadirkan nuansa sewaktu kita masih sama-sama jadi yang termuda dulu. Ke lapang bareng, ngedanus bareng, obrolan menggoda Hesty-Eka, dan lainnya sebagai UKF angkatan delapan.

Sempat ada sedikit perasaan minder dengan banyak pencapaian dan kerja-kerja nyata yang kalian lakukan. Tapi perasaan diterima dan kenangan yang dihadirkan lebih mendominasi suasana semalam. Terima kasih, ya.

:')

Minggu, 22 Agustus 2021

Pengetahuan Saya untuk Apa?

Seminimalnya pengaruh dari karya yang kita hasilkan atau kita nikmati adalah membuka jalan ke kebenaran.

Belakangan ini saya merasa overwhelmed dengan segala info dan kisah yang saya ketahui dari membaca artikel, thread orang, maupun media youtube. Banyak sekali permasalahan yang tidak ada habisnya yang sebenarnya saling terkait satu sama lain. Tapi itu semua berakar dari satu aspek yang sama, yaitu sejarah.

Dari pencapaian bersejarah medali emas oleh pasangan Bulutangkis Grey/Apri, pengalaman membaca The Journey of Belonging oleh Lala dan Lara, sejarah konflik di tanah Afghanistan yang dipaparkan mas Agustinus, hingga yang barusan saja yaitu pementasan monolog Di Tepi Sejarah: Sepinya Sepi.

Apa itu sejarah? Apa yang sudah kamu lakukan dengan segala paparan yang kamu dapat soal kebenaran masa lalu? Saya takut terjebak dengan pandangan glorifikasi atas perjuangan dan pengorbanan yang sudah dilakukan banyak pihak, sementara saya sendiri hanya sampai pada.. pada.. pada titik tersentuh dan haru biru (?).

Banyak sekali paparan yang sudah orang lain buat, soal konflik yang selalu hadir dalam sebuah pencapaian. Lalu apa? Apa yang bisa saya lakukan untuk meresponnya? Tindakan apa yang harus saya lakukan untuk setidaknya berperan langsung atas segala kebenaran yang saya dapatkan?

Saya tidak tahu.

Bahkan untuk menulis kesan atau ulasan atas tulisan sesederhana catatan keluarga (seperti dalam bukunya Lala-Lara), saya merasa kata-kata yang saya tulis hanya glorifikasi di permukaan.

Saya harus bagaimana?

Saat ini saya tahu, bahwa ada ketidakadilan yang diterima para pahlawan pencetak sejarah, yang hanya diakui oleh pemerintah lewat selebrasi seremonial. Saya tidak mau seperti mereka, para pemerintah yang menebeng momen sesaat.

Saat ini saya tahu, bahwa ada banyak tokoh sejarah yang tidak diakui pemerintah, yang dilupakan jasanya, yang padahal sudah menukar hidupnya dengan kemudahan yang sebagian dari kita nikmati sekarang. Tapi jejak makamnya pun bahkan sudah tidak tersisa.

Saat ini saya tahu, bahwa saya hanya banyak omong dan sebatas menyebarkan info soal sejarah dan budaya yang saya tahu, tanpa ada tindakan lanjutan yang lebih berdampak.

Dan saya merasa rendah karena itu.. tidak sebanding dengan orang-orang yang saya bagikan kisahnya.

Pengetahuan saya ini, untuk apa?

Semakin saya tahu, semakin takut saya bertindak atas sesuatu. :(

Kamis, 12 Agustus 2021

Plot twist

I found this post in someone's Twitter. He is one of my following account, whose most of the time tweeting about movies, films, and cinema.

Here's the tweet: you choose your own movie-plot story, based on the combination of your last phone number, your birth month, and the first letter of your name.

I got this one,

A protagonist who isn't aware of their own beauty decides to sacrifice themselves for the greater good but wakes up to realize it was all a dream.

Directed by M. Night Shyamalan

or Nolan.

Selasa, 10 Agustus 2021

Tentang Pekerjaan dan Karir ke Depannya

Kemarin malam waktu gue lagi makan, si temen kerja mendadak ngajak meeting jam 10 pagi besok. Di tengah-tengah santapan itu, mendadak gue kenyang. Soalnya, seminggu sebelumnya gue mengiyakan sesi interview di hari yang sama!

Whaat?
Beda jam, sih, interviewnya mulai jam 11. Tapi jadinya mepet banget, ga yakin bakal selesai tepat waktu. Langsung ga selera makan, bingung nyari alasan buat nego tanpa terlihat mencurigakan.

Setelah diskusi dengan si Emak, si jago ngeles, akhirnya nemu lah solusi sebagai ancang-ancang kalo ditanya macem-macem. Parno banget gue, ya? Selalu memikirkan dan bersiap untuk kemungkinan terburuk. Hahaha.

Anyway, meeting paginya lancar. Agak telat sih mulainya, tapi langsung gue sounding kalo ada keperluan lain dan jadi cepet mulai dan cepet selesai juga.

Nah, soal interviewnya. Ternyata kondisi tim yang di sana, ga sestabil yang gue kira. Masih ada role yang digabung dalam satu orang, dan ga ada spesifik orang riset yang bisa jadi tandem. Yaa, itu impresi pertama sih. Selain itu, interviewnya menyenangkan karena langsung sama CTO-nya dan kita lebih banyak ngobrol soal bisnis, teknologi, dan selera dalam ngedesain. Kapan lagi coba ngobrol bareng C-level. Gue jadi tau (sedikit) gimana cara pandang dia terhadap produk yang dia bikin.

Gue pasrah sih waktu dia bilang udah ada beberapa kandidat yang kesaring. Nothing to lose. Apapun itu, semoga yang terbaik. Ada beberapa keraguan soalnya (plus juga nunggu follow-up dari inceran yang satunya).

Ngomong-ngomong soal meeting mendadak tadi, ternyata gue dilibatkan dalam project games si grup kerjaan gue sekarang. Wot. Dengan project ini, total ada 7 produk yang gue pegang as a UX designer dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun.

Awalnya gue antusias (designing a mobile game, dude, it sounds cool and it's freaking new for me). Rasanya kayak mengenali diri gue yang suka ganti-ganti fokus. Hahaha. Dalam arti kata, minggu-minggu kemarin memang major task gue udah selesai, dan udah kurang greget gitu lah di kerjaan. Meski gue tetep terus pantau dan stand by kalo sewaktu-waktu ada feedback di tengah proses development.

Kalo boleh bilang, sebenarnya di kerjaan sekarang udah enak banget flow dan suasananya. Ya emang rasanya masih asing karena kita ga pernah ngobrol langsung dan gue pun orangnya masih aja menjaga jarak meski udah 9 bulan kerja bareng. Produknya pun gue kenal banget, karena semua build from scratch. I learnt a lot lah.

Satu-satunya yang bikin gue nyari peluang lain adalah.. benefitnya kurang. 😅

Tiap ditanya, kenapa kamu apply kerjaan baru? Gue selalu ngejawab untuk nyari tandeman partner. Cause I've been alone/single fighter/solo player all this time. Itu salah satunya. Karena kan ga enak aja gitu kalo alesannya soal benefit, kayak lingkaran yang ga pernah putus.

Gue mikir terus, mendem terus, bisa ga sih minta naik gaji? Dengan perhitungan kerjaan selama ini, design from scartch, total 7 produk, laptop modal sendiri, internet modal sendiri, tanpa cuti sama sekali. Tapi gue tau, ni perusahaan masih baru dan tim produk bukan fokus utamanya. Ibarat kita ini anak-anak freelance yang dihire buat ngerjain project dan dibayar. UDAH. Ga ada struktur, ga ada kesejahteraan dari HR. Gaji gue stagnan dari 2 tahun lalu, plus benefit berkurang.

Sementara temen-temen selevel lainnya, gaji udah lebih dengan benefit lain yang disupport kantor. Satu-satunya jalan adalah cari better offering ga sih?

Sampai sini gue mulai kepikiran, ini gue termasuk ngeluh ya? Boleh ga sih gue ngeluh kayak gini?

Alhamdulillah sebenernya masih punya kerjaan. Waktunya juga fleksibel. Timnya ngga demanding. Tapi.. tetep kalo dibandingin sama yang lain mah ada aja kurangnya ya. Dasar manusya.

Di satu sisi rasanya kayak ada yang teriak-teriak, "Woy, lu deserve better than this." Tapi di sisi lain, ada yang bilang, "Rejeki bukan cuma soal angka. Syukurin aja yang ada."

Hehehe.