Sabtu, 20 November 2021

tentang sekarang

melihat foto-foto lama aku jadi ingat
terakhir kali kita keluar
menelusuri jalan,
memungut kepingan-kepingan sepi
yang tertinggal di ujung hari

ah, waktu itu ya.

berapa lama waktu tersingkatmu
dalam pengalaman mengenal seseorang
hingga patah hati sepatah-patahnya?

seminggu
hari ini persis seminggu.

rasanya seperti ada balon yang ditiup maksimal lalu meletus
dan menekan-nekan rongga dada

aku jarang menggunakan siratan langsung
tapi kali ini langsung saja

rasanya sakit dua kilo

Rabu, 03 November 2021

Monthly Pain

Awalnya cuma pegel biasa, lama-lama sakitnya menjalar dan merayap pelan-pelan. Kamu mencoba membungkuk, mengerang, meregangkan badan, tapi itu semua ga berpengaruh.

Jumat, 08 Oktober 2021

Jumat, 17 September 2021

After all this time?


It's been a long time since I listened to Laruku, and those tweets bring me to the days back then when I was in JHS. I met Hyde for the first time, from the article inside an Animonstar magazine. Right at the moment, I fell for him effortlessly.

If you'd been reading this blog for at least a year, you must know that he is my first celebrity crush. Haha.

He is a legend, you know. Laruku is a worldwide legend. Check out this video, and you can feel how charming they are. It doesn't change a bit, up until nowadays.


Always ✨

Minggu, 12 September 2021

show, don't tell

Click to read

One Day One Trip is a collective project by Klise Bekasi, an analog photography club based in Bekasi.

In late 2019, we took a photo trip around Bekasi using the same type of film roll. There were five of us who tried to capture Bekasi as a city that has always been changed.

Kalimalang river became our first destination. At that time, along the river, a toll road was being built as a part of a national construction project called Becakayu. Which connects the border city to East Jakarta through Bekasi-Cawang-Kampung Melayu.

The next destination brings us to the oldest Buddhist temple in Bekasi, Klenteng Hok Lay Kiong. A historical building that has been cared for generations.

For a long time, the city development has been built quite often in Bekasi, particularly in the urban area. It does bring a major change for the neighbourhood and the people who live around.

Zine ini saya sertakan dalam pameran photobook JIPFEST 2021. Masih belum pasti akan ikut dipamerkan, karena ada proses seleksinya. Semoga ada kabar baik di bulan Oktober 🌼

Kamis, 09 September 2021

Blue Moment


MONGOL800: Love Song

夢を語る君の
Yume wo kataru kimi no

輝く瞳の中に
kagayaku me no naka ni

僕がいる
boku ga iru

いまを分かち合える
ima wo wakachi aeru

輝く輪の中に
kagayaku ano naka ni

君がいる
kimi ga iru

空を見上げ
sora wo miage

両手広げて
ryoute shirogete

僕はここだと示すのさ
boku wa koko dato shimesu no sa

あすを見つめ
asu wo mitsume

夢を広げて
yume wo kirogete

強く願い想うのさ
tsuyoku negai omou no sa

僕はここだと叫ぶのさ
boku wa koko dato sakebu no sa

そう誰よりも強く
sou dare yori mo tsuyoku

イメージを想い描くの
IMEJI wo omoietaku no

暗いマイナスなイメージは捨ててさ
kurai MAINASU na IMEJI wa sutete sa

いまをただ駆け抜けろ
ima wo tada kakeru kero

光差す方へ進めばいい
hikari sasu ho e susumeba ii

Oh oh Your Love Song!!

夢の欠片 見つめた
yume no kakere mitsumeta

机の片隅 落書きの中
tsukue no katasumi rakugaki no naka

あすの欠片 描いた
asu no kakere kaita

教科書の片隅 殴り書いた
kyoukasho no katasumi naburitaita

声を揃え足並み揃えて
koe wo soro e shinami soroete

僕の何を決めるのさ
boku no nani wo kimeru no sa

二つに一つの答え合わせで
futatsu ni hitotsu no kotae awasede

僕の何が決まるのさ
boku no nani ga kimaru no sa

僕の何がわかるのさ
boku no nani ga wakaru no sa

もっと笑わせておくれ
motto wara wasete okure

イメージを想い描くの
IMEJI wo omoi e kakuno

暗いマイナスなイメージは捨ててさ
kurai MAINASU na IMEJI wa sutete sa

いまをただ駆け抜けろ
ima wo tada kakerukero

光差す方へ進めばいい
hikari sasu ho e susumeba ii

心頷く方へ行けばいい 
kokoro unazuku ho e ikeba ii

君が笑えばそれでいい
kimi ga waraeba sore de ii

Oh oh 叫び続けろ
Oh oh sakebi tsuzukero

Your Love Song

Oh oh 歌い続けろ
Oh oh utai tsuzukero

Your Love Song

どこまでも響け
doko made mo hibike

Your Love Song!!

*Hahaha, lumayan hasil Duolingo selama ini ga bingung-bingung amat baca kanji ✨

Rabu, 08 September 2021

君が笑えばそれでいい


 

Hal menyenangkan dari belajar bahasa asing adalah menemukan frasa baru yang ternyata punya arti manis. 🌸


君が笑えばそれでいい

When you laugh, then it's fine


Love Song - Mongol800

Selasa, 24 Agustus 2021

Rindu Tak Mengenal Waktu



Di awal minggu, bisa-bisanya kita saling mengadu cerita masa lalu.

Berawal dari postingan Amal di Senin pagi, dilanjut pertemuan virtual selepas Isya dengan patokan waktu Indonesia bagian barat. Deti yang di Bali dan Ima yang di Makassar pun masuk ke pusaran waktu Bogor, tempat kita bertemu sebelas tahun lalu.

Tentu saja sapaan awal adalah tentang sekarang di mana, kondisi selama pandemi, sibuk berkegiatan apa, hingga pertanyaan yang tidak mungkin lewat: soal siapa sudah berkeluarga dan siapa yang masih sendiri (dan ini mudah dihitung karena lebih sedikit rasionya). Hahaha.

Saking lamanya tidak bertemu - dan mengobrol - saya sedikit kaget dengan berisiknya Putra (kalo hebohnya Bundo sih ngga kaget), Ima yang kalem keibuan, Yunita yang masih (kadang) jutek, Ganies yang frontal, Aris yang punya banyak bahan obrolan, dan Riris yang nun jauh di Jambi. Kalian ga banyak berubah, ya, dan berkumpul sambil ngobrol bareng berhasil menghadirkan nuansa sewaktu kita masih sama-sama jadi yang termuda dulu. Ke lapang bareng, ngedanus bareng, obrolan menggoda Hesty-Eka, dan lainnya sebagai UKF angkatan delapan.

Sempat ada sedikit perasaan minder dengan banyak pencapaian dan kerja-kerja nyata yang kalian lakukan. Tapi perasaan diterima dan kenangan yang dihadirkan lebih mendominasi suasana semalam. Terima kasih, ya.

:')

Minggu, 22 Agustus 2021

Pengetahuan Saya untuk Apa?

Seminimalnya pengaruh dari karya yang kita hasilkan atau kita nikmati adalah membuka jalan ke kebenaran.

Belakangan ini saya merasa overwhelmed dengan segala info dan kisah yang saya ketahui dari membaca artikel, thread orang, maupun media youtube. Banyak sekali permasalahan yang tidak ada habisnya yang sebenarnya saling terkait satu sama lain. Tapi itu semua berakar dari satu aspek yang sama, yaitu sejarah.

Dari pencapaian bersejarah medali emas oleh pasangan Bulutangkis Grey/Apri, pengalaman membaca The Journey of Belonging oleh Lala dan Lara, sejarah konflik di tanah Afghanistan yang dipaparkan mas Agustinus, hingga yang barusan saja yaitu pementasan monolog Di Tepi Sejarah: Sepinya Sepi.

Apa itu sejarah? Apa yang sudah kamu lakukan dengan segala paparan yang kamu dapat soal kebenaran masa lalu? Saya takut terjebak dengan pandangan glorifikasi atas perjuangan dan pengorbanan yang sudah dilakukan banyak pihak, sementara saya sendiri hanya sampai pada.. pada.. pada titik tersentuh dan haru biru (?).

Banyak sekali paparan yang sudah orang lain buat, soal konflik yang selalu hadir dalam sebuah pencapaian. Lalu apa? Apa yang bisa saya lakukan untuk meresponnya? Tindakan apa yang harus saya lakukan untuk setidaknya berperan langsung atas segala kebenaran yang saya dapatkan?

Saya tidak tahu.

Bahkan untuk menulis kesan atau ulasan atas tulisan sesederhana catatan keluarga (seperti dalam bukunya Lala-Lara), saya merasa kata-kata yang saya tulis hanya glorifikasi di permukaan.

Saya harus bagaimana?

Saat ini saya tahu, bahwa ada ketidakadilan yang diterima para pahlawan pencetak sejarah, yang hanya diakui oleh pemerintah lewat selebrasi seremonial. Saya tidak mau seperti mereka, para pemerintah yang menebeng momen sesaat.

Saat ini saya tahu, bahwa ada banyak tokoh sejarah yang tidak diakui pemerintah, yang dilupakan jasanya, yang padahal sudah menukar hidupnya dengan kemudahan yang sebagian dari kita nikmati sekarang. Tapi jejak makamnya pun bahkan sudah tidak tersisa.

Saat ini saya tahu, bahwa saya hanya banyak omong dan sebatas menyebarkan info soal sejarah dan budaya yang saya tahu, tanpa ada tindakan lanjutan yang lebih berdampak.

Dan saya merasa rendah karena itu.. tidak sebanding dengan orang-orang yang saya bagikan kisahnya.

Pengetahuan saya ini, untuk apa?

Semakin saya tahu, semakin takut saya bertindak atas sesuatu. :(