My parents.
Rabu, 26 Oktober 2022
Jumat, 23 September 2022
There's something wrong with my body
Weekend kemarin, rasanya badan gue ga bener banget. Tiap kali duduk atau ga beraktivitas pasti langsung ngantuk. Ngantuk yang ga tertahankan. Padahal paginya gue ikut poundfit, abis itu lanjut work out bareng anggi, terus banyak jalan kaki juga menjelajah spot-spot jipfest.
Gue pikir, impas nih makanan yang masuk dengan gerak badan yang gue lakukan. I'm as healthy as fit as young as usual. Tapi, gue bener-bener ga bisa ngontrol rasa kantuk yang selalu datang itu. Gue mulai mikir, apa ini kadar gula darah gue lagi naik... Apa kadar insulin gue ga cukup untuk mecah semua karbo yang masuk jadi enargi..
Gue takut. Gue takut tumbang dan kena diabet, mengingat kondisi nyokap yang ada riwayat diabetes. Gue takut sakit dan jadi ga bisa beraktivitas normal.
Akhirnya, gue mulai puasa lagi di senin dan kamis ini.
Sabtu, 03 September 2022
makin ke sini, makin ke sana
di tengah gempuran berita aneh-aneh yang menyerang temanmu, cuma kamu yang bisa menilai kebenarannya dari prinsip hidupnya di keseharian selama kamu mengenalnya sejauh ini.
Jumat, 02 September 2022
Sepulang Kerja: Menemukan Kesenangan di Akhir Perjalanan
Ada rasa yang terbebaskan dari tiap penghujung detik rekaman story itu.
Lewat cahaya lampu jalan dan nuansa sepi lalu-lalang pekerja di jam pulang,
sebuah seri membangkitkan hasrat memotret yang hilang kembali dilakukan:
Sepulang kerja.
Apa ya, motret suasana pulang tuh entah kenapa rasanya menenangkan. Kayak.. setelah seharian berhadapan dengan hiruk-pikuk pencarian nafkah, kini saatnya kita istirahat, lepas dari segala urusan yang tanpa akhir itu.
Berawal dari ngeliat foto-foto mas Des yang sederhana tapi evoking, aku jadi kangen motret dan menangkap momen lagi. Apa ya, ada perasaan sentimentil yang hadir dan aku ingin merasakannya di foto-fotoku juga.
Selasa, 05 Juli 2022
The Reconcilement
Harapanku, yuk, jadi lebihh ayok lagi dalam hidup. Jangan banyak mikir, jangan banyak takut, ayok, berani, ambil tindakan. Coba banyak hal, hadapi segala perasaan enak, ga enak, sedih, senang, tertawa, bertemu, berpisah.
Itu semua cuma soal giliran.
The Light Side
I wonder, what kind of life will I have for another 30 years? Or 10 years? Or 5 years?
Seems like I still have a bunch of time to explore, face the uncertainties, meet strangers and people, and try a lot of new things.
Yeah, there are so many things you haven't tried yet.
You are still young, and free. Enjoy your time, leave no disappointment.
Welcoming The 5th of July
Why does it feel so scary?
In no time, I'm gonna be showered by my mother's prayer.
Well, just like she always does.
Anyways, today I drank two glasses of PointCoffee's Don't Hate Monday. The first glass was an iced dolce served by the female barista. The second glass was a tall matcha latte served by the male barista whom I thought had a kind of buzz feeling for me.
A couple of times I came there alone, and he asked,
"Kok sendirian aja?"
"Temennya ga diajak?"
Yeah, it's me so shallow and takes it so damn seriously. While he meant it only for the sake of increasing his selling portions. Hahaha.
After all this time, I'm still a romantic hopeless I guess.
I should stop at the first order, but I saw him and this imaginary friend-relationship forced me to go for the second menu.
And my blood filled with sugar and caffeine, and it kept me awake. Until now.
00.10
And here I am, writing this special post with an eerie feeling welcoming my 30th.
And I cried. And it's okay. And it counted as an honest way to embrace my.. darkness.
I'm so scared. It hit differently than last year.
Sabtu, 30 April 2022
Keep in touch
to keep in touch
to say i miss u
to be whoever you want to be
to celebrate with me
Penggalan jingle iklan Smartfren 2014 silam ini masih terngiang-ngiang sampe sekarang. Dulu si Ncin bilang dia suka juga dengernya, karena bernada semangat! Momennya pas pula di akhir masa kuliah sebelum kita semua berpisah: jadi berasa personal.
Anyway, besok Senin. Udah mulai masuk kantor lagi. Tapi semenjak Sabtu kemarin, gue udah ga tenang mikirin kerjaan yang akan datang.
Ada banyak pr menghadang. Hahaha. Tim design ketambahan dua member baru, tapi mejanya belum ada. Udah gitu, gue masih kesulitan manage tim dan ngedelegasiin task untuk masing-masing member. Gue sendiri aja masih ngeraba to-do list harian mau ngapain, lah ini tau-tau ada a bunch of people yang nunggu task dari gue. Wakakak, kita figure it out bareng-bareng aja ya. 😂
In the past 3 months, gue interaksi intens dengan lebih banyak orang dibanding sepanjang dua tahun kebelakang. Gila ya, bagaimana dunia kita bisa segitu mudahnya berubah, bolak-balik, jungkir-balik. Skenario-Nya tuh emang ga bisa ditebak, jadi jalanin aja.
Dengan segitu lika-liku hidup yang sebenernya ga lika-liku banget dibanding pengalaman hidupnya Echi, Dewi, dan Tiara (salah tiga teman baru gue), gue mengambil pelajaran untuk lebih luwes menghadapi hidup. Kalo ada masalah, jangan distress-in, ketawain dulu aja! It helps loh, at least jadi ga tegang dan lebih rileks, bikin ngehandlenya juga lebih tenang.
*diedit 8 Mei, penghujung libur lebaran.
Minggu, 20 Februari 2022
Dinamika Timeline
*scroll timeline*
Liat berita pimpinan KPK ngasih penghargaan ke istrinya sendiri karena nyiptain hymne baru, sampe dibikin satu acara resmi segala: duh, ngga banget lah. Cringe dan ga masuk di akal sehatku.
Jadi ingin ganti warga negara.
*scroll timeline*
Liat postingan Kak Ge, yang seneng banget tim putri bulutangkis INA menang kejuaraan Asia, aku sesak dan terharu. Bangga banget sama mereka, bangga banget merah-putih berkibar.
Aku ikut merasakan bangganya Kak Ge ke adik-adiknya. Huhu, panutan banget.
Tentang Pasangan dan Vonis Office Outbreak
Belakangan ini, tiba-tiba saya jadi ingin punya pasangan. Rasanya akan menyenangkan jika punya seseorang yang bisa saya cintai dan .. ia juga mencintai saya. Apa, ya, pemicunya? Saya juga masih menelusuri balik soal ini.
Mungkinkah saya akan menemukan seseorang yang mau menerima saya? Yang tanpa ragu dan canggung akan jadi "tempat pulang" dan tujuan hidup saya. Yang akan jadi objek utama surprise-surprise kecil maupun besar. Yang akan saya perdengarkan playlist lagu favorit dan rekomendasi tontonan, lalu jadi lawan bicara soal apa-apa saja: sisi gelap, abu-abu, dan terang kami. Yang saling menguatkan saat salah satunya lemah. Berbagi tawa, keringat, dan air mata bersama.
Entah pikiran saya akan semakin bising atau justru makin tenang karena dibagi, saya ingin mencobanya untuk tahu.
Rasanya, konsep pasangan seperti ini yang terbayang untuk sekarang. Terlalu serius, ya? Hahaha.
Saya open for discuss, kok. Saya sadar, untuk bisa jadi "tempat pulang" seseorang, saya pun juga harus memberikan apa yang saya bisa untuk membuatnya nyaman. Ini pekerjaan dua orang. Saya bertekad untuk terus belajar. So please, bear with me.
Btw, cukup omongan soal pasangan ini. Di tanggal 14 Februari lalu kami serumah tes PCR dan esok harinya keluar hasil: saya positif covid, ibu saya juga.
Alhamdulillah, ga ada gejala yang memberatkan.
Yang saya dan ibu rasakan, lebih ke gejala flu berat dengan batuk berdahak dan bersin yang keras, disertai sakit tenggorokan. Kerennya, dari kami berempat hanya adik saya yang beda sendiri. Dia negatif.
Alhamdulillah, kondisi ibu saya stabil dan tetap baik nafsu makannya. Aktivitas juga normal. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah.
| Story close friend, tapi malah diupload sini gimana sik. |
Jujur saya ngga kaget ketika hasil saya keluar, meski tetap ada perasaan mencelos. Bagaimana engga, satu kantor dikonfirmasi positif semua dan kita semua kontak erat sehari-hari. Tinggal nunggu vonis aja ini mah, pikir saya. Office outbreak is really happening.
Meski begitu, kami tetep kerja dari tempat masing-masing. Bagi yang tumbang, istirahat 1-2 hari lalu kemudian join the forces, lanjut kerja lagi. Ga ada yang murni istirahat. Sad but true.
Dari kacamata karyawan, sebenernya kita bisa (dan harus) izin istirahat dan take the day(s) off for sure. Tapi, entah kami ini terlalu polos atau saking loyalnya, ga ada yang menuntut hal itu. Saya jadi kebawa juga. Jadi meragukan, hey, kamu beneran kuat atau mau izin ga kerja dulu aja? And I took the hard way, keep the working on.
Ada cerita lucu, si Tiara, yang perhatian ke semua orang, nanyain udah minum obat belum. Minum deh, itu obat dari kemenkes. Obat flu segala flu mulai dari flu burung, flu babi, influenza dan influencer.
"Ra, ini serius sekali minum 8 tablet?"
"Iya, Yaumillll. Hari pertama kita minum 16 tablet."
*emot senyum tapi menangys*
Baiklah, kata dokter Halodoc juga obat ini harus dihabiskan. Sekali mulai, kita ngga bisa mundur lagi. Sampai hari ini, dari total 40 butir, sisa 3 butir lagi untuk jadwal diminum sore. Hore.
Besok juga jadwal kami untuk PCR ulang dari puskesmas. Meski kalo nanti dideteksi masih positif, katanya udah ga di tahap menularkan lagi. Semoga, ya. Aku kangen jajan keluar, mau belajar bahasa isyarat di Sunyi dan menelusuri jejak DariHaltekeHalte. Itu cita-citaku loh kalo udah negatif. Hahaha.
Dan, hari ini aku bandel udah jajan es kopi lagi. :p
Langganan:
Postingan (Atom)