Jumat, 26 Desember 2014

Gambar Ilustrasi

Illustrated by Me

Illustrated by swd
Hai!
Inilah karya terbaru dari projek #animalquotes. Puisi 8 baris, a-a-b-b, tentang Dinosaurus. Requested by oom Rendy. Dia emang banyak maunya. Wahahah. Tapi terima kasih udah request. :D

Ilustrasinya ga sengaja ada 2 macem. Ilustrasi yang atas bikinan gue asli, yang bawah bikinan Suci Wulandari alias swd. Dia temen SMP gue, seorang seniman.

Jadi swd ini ngajak kolaborasi. Dia yang bikin ilustrasinya, gue bagian ngata-ngatain. Kayaknya dia kasian ngeliat gambar bikinan gue yang menyedihkan. Gue akui memang menyedihkan. Meski begitu, tapi gue ga tega juga kalo ga nge-upload. :v

Terima kasih, Suc, udah bikinin gambar Dinosaurus ini. Keren sekali! Tak pantaslah sebenarnya karyaku disejajarkan dengan karyamu. Kebanting abis. Heheh.

Ditunggu gambar-gambar berikutnya, ya!
Dan sharing-sharing berikutnya juga! :D

Minggu, 21 Desember 2014

Animal Quotes

Lately, I've been making a personal project called #animalquotes. I have planned it as an album that contained some quotes in poetry-form and illustrations about animals. Just like my previous poetry-graphy album: #TerhapusHujanSehari. (My suggestion is --> you must read it. It's a masterpiece! *smirk)

For now on, 3 pictures with different animals have been created: elephant, shell, and whale. Kind of slow, yeah. Slow but sure, I hope. :v

It's hard to make a quote about animal that you're not familiar with it, Dude. Moreover it must written in English, while my English is kind of 'little-little i can' style. Also it must has simple shape to draw, but not too simple. Got it? As my skill is not good. LOL

But you guess what? I enjoyed it so much! :D
I fell in love with words, not codes. Hahah. I love to draw, though my drawing is SO so-so. Really. You can see it from these pictures below:
The Elephant

The Shell

The Whale


Not bad, huh? ;p
Do you have any suggestion? :D
Or animal request maybe? :D

Wish me luck, Dude. For finish it soon. For you not to wait it so long. For me can enjoy it together with you. Uyeah!

Minggu, 14 Desember 2014

Minggu Bersama Ibu

Hai!
Kali ini gue mau nulis resensi buku. Cekidot, Gan...

Judul: Minggu Bersama Ibu
Penulis: Ya Umil
Penerbit: Ruang Contoh

Minggu Bersama Ibu

Buku terbitan #RuangContoh ini berkisah tentang kegiatan si penulis yang menghabiskan hari Minggu di rumah bersama Ibu. Dengan pilihan sudut pandang orang pertama, gue sebagai pembaca jadi seolah ikut mengalami sendiri kejadian di buku ini. Kerasa nyata banget sama kehidupan sehari-hari. Tokoh ceritanya pun minimalis, cuma dia dan sang Ibu. :)

Alur cerita yang dipilih sederhana banget. Semua berawal dari pisang-pisang hasil sang Ibu ikut pengajian di mesjid deket rumahnya di Bekasi. Si penulis kasian sama pisang-pisang itu, karena udah beberapa hari sampai kulitnya kecoklatan masih ga termakan juga. Daripada mubazir, penulis berpikir untuk mengolahnya jadi kue bolu pisang.

Dimulailah eksperimennya di dapur bersama Ibu. Setelah browsing resep kue bolu pisang, pilihannya jatuh ke resep Cake pisang yang hanya memakai 5 bahan saja! Waw, gue jadi tertarik mau bikin juga. :D

Di Minggu pagi dia siapin bahan-bahannya, yaitu:
1. Pisang 120 gram
2. Telur ayam 2 butir
3. Gula pasir 50 gram
4. Tepung terigu 100 gram
5. Mentega leleh 60 gram

Konflik pertama muncul di sini, karena ternyata di rumah ga ada mentega. Mau beli ke pasar, tapi males. Wah, sama nih kayak gue suka males jalan. Hahah.
Setelah riset kecil, akhirnya si penulis mengganti penggunaan mentega dengan minyak goreng. Tak ada mentega, minyak goreng pun jadi! Gue jadi dapet pengetahuan baru. Good.. :D

Dengan telaten dan sepenuh hati, dimulailah prosesi pembuatan bolu pisang. Setiap langkah dilakukan sesuai tuntunan resep supaya menghasilkan bolu pisang yang mengembang sempurna. Dibawah pengawasan Ibu, akhirnya adonan bolu jadi dan siap dipanggang.

Proses pemanggangan diceritakan ga kalah sakral dari proses mengadon. Mulai dari masuk oven Bima Jaya made in Bandung sampai menunggu kematangan sempurna, digambarkan seperti menanti kelahiran oleh si penulis. Wuih, gue yang ngebaca jadi merasa ikut berperan dalam kelahiran si bolu. :)

Setiap 5 menit, dengan antusias dia intip keadaan si bolu dalam Bima Jaya. Waktu pemanggangan dalam resep yang cuma 40 menit, dia gambarkan seperti seabad lamanya. Detik terasa berjalan lambat sekali..
Ini detik-detik penantian si bolu, diambil dari akun IG si penulis :>

A photo posted by Ya Umil (@k.yaumil) on

Hingga akhirnya wangi bolu pisang mulai tercium. Permukaan bolu terlihat mengering. Tapi justru disitulah muncul konflik baru. Bolunya ga mengembang. Si penulis mikir, ini apa yang salah sampai ga ngembang?
Disentuh-sentuh empuk sih permukaannya, meski bantet. Dia cerita lagi, di tengah kebingungan itu dia icip dan rasanya.. Lembut.. Lembut dan wangi pisang..
Gawaat.. Gue jadi pingin nyoba bikin beneraaaan.. Hahaha


A photo posted by Ya Umil (@k.yaumil) on



Meski berhasil lumayan sukses bikin bolu, tetep aja ada konflik baru yang ditemui penulis. Bolunya ga kerasa udah mau abis. Padahal dia berniat untuk bagi-bagi bolu itu ke temen-temennya besok. Yah, gue mau komentar gimana ya. Dari ceritanya aja terlihat maknyus banget itu bolu pisang. Ga heran tau-tau abis tak bersisa. :D

Dari judul bukunya, gue rasa si penulis ini terinspirasi banget sama 'Sabtu Bersama Bapak' karangan Adhitya Mulya. Semacam ingin melengkapi mungkin, Sabtu bersama Bapak-Minggu bersama Ibu. Intinya weekend bareng keluarga, yeah! Hahaha.

Gue ga nyesel baca buku ini. Recommended, Gan! (y)

Minggu, 30 November 2014

Film 8 Detik Pas!

Halo!
Gimana kemarin yang abis dari HelloFest? Seru dan menyenangkan?
Satu yang gue tau, ramai pastinya! Hahahah :D

Seperti yang gue tulis di postingan sebelumnya, sebaiknya kalian pantang pulang sebelum nonton film pendek gue di Hellofest kemarin. Karena.... akibatnya akan sedih kalo ga menontonnya. Gue sih yang sedih karena ga ada yang nonton. ;p

Sebenernya gue ga tau juga nih, film-film ini ikut ditampilkan atau ngga. Entah lolos sensor atau apakah malah disimpan cuma jadi arsip demi keamanan dunia, karena punya pesan terselubung mencuci otak anak muda sedunia. I really don't know.......

Maka biar kalian ga sedih karena ga menontonnya...
Di sini... gue persembahkan TIGA film pendek 8 detik karya gue yang dibantu tim penolong. Dengan menonton film ini, kalian juga bisa berkontribusi jadi tim penolong untuk film-film selanjutnya. Kalo bosen ngeliat tokoh utamanya, bisa bantu jadi aktor mungkin? ;p
Atau jalan cerita, atau bantuan apapun, gue akan sangat tertolong bisa bekerja sama bareng kalian. It's an honor. :D

Selamat menolong! :D











PS:
Terima kasih kepada tim penolong yang bersedia membantu gue membuat karya ini.
Terima kasih Ratna, Uci, Nyami, dan Guru, atas bantuan kalian, film ini bisa jadi! :D

Jumat, 21 November 2014

HelloFest10

Wahai kalian, para pengunjung..
Pantang pulang, ya, sebelum menyaksikan film pendek gue di sanaaa :D

Minggu, 16 November 2014

Pergi ke Belanda

"Mau ke mana?"
"Ke Belanda."
"Ya, hati-hati bawa payung."
Bawa payung. Cuma itu pesan ibuku waktu gue pamit mau ke Belanda kemarin siang. Gue ulangi, B.A.W.A. P.A.Y.U.N.G. Gile dah, ongkos aja ngga ditanyain gue ada duitnya atau ngga. Beda bener sama kalo gue mau ke Bogor, pesenannya macem-macem, "Udah bawa minum? Mau bawa makan ga? Duitnya masih?" dan petuah-petuah lainnya kayak mau ngelepas anaknya pergi ke negara orang. Sementara kemarin.. ah sudahlah.

Sebenernya ibuku ga salah. Gue memang pergi ke Belanda, tapi ga meninggalkan Indonesia juga. Belanda yang ini ga perlu naik pesawat, karena jaraknya cuma sekali naik Kopaja dari Manggarai. *YAELAH

Ada apakah gerangan gue jauh-jauh ke Belanda di hari hujan berangin? Ibuku keren juga nih, dia pesen cuma bawa payung, eh, beneran ujan di jalan.

Jadi kemarin ada nobar gratis, Broo.. HAH? GRATIS? Gue ulangi, G.R.A.T.I.S. YEAAAH..
Karena film-film gratisan menurut sebagian orang agak sulit dimengerti alur ceritanya, dan gue suka ngantuk kalo nonton film lama-lama, sebelum pergi gue persiapkan diri dengan tidur yang cukup. Masalah ngerti filmnya atau ngga, itu urusan nanti. Karena gue sebagai penganut paham gratisan tentu merasa sedih kalo ngelewatin kesempatan ini begitu saja. Berbekal hasil pencarian Google dan arahan abang kenek Kopaja 66, sampailah gue di Erasmus Huis, tempat nobar digelar.
A photo posted by Ya Umil (@k.yaumil) on

Begitu sampai gue disambut Om Satpam yang nanyain apa tujuan gue ke sana. Kalo ditanya gitu jangan panik, jawab aja apa adanya. Kalo gue kemarin jawabnya mau nonton, karena emang mau nonton. Terus sebelum masuk, barang bawaan kita diperiksa dulu lewat scanner. Pas pemeriksaan ini jangan ada barang yang ditutup-tutupi, karena akan ketahuan. Kalo ditanya, "Kamu bawa payung, ya?" dan memang lu bener bawa payung, jawab aja, "Iya, Pak, disuruh bawa sama ibuku", gitu. Niscaya lo boleh masuk tanpa dicurigai barang sepeser pun.Yeah.

Di gedung pertunjukan, pengunjung disambut dengan dekorasi ala tempat kejadian tindakan kriminal. Ada garis polisi, pisau berdarah, sidik jari, dan alat lainnya. Gue takjub karena ini rasanya keren sekali!

A photo posted by Ya Umil (@k.yaumil) on

Tentang film yang diputar, ternyata ekspektasi gue terlalu tinggi. Karena filmnya mudah dicerna sodara-sodara! Hahah.

Film pertama judulnya QUIZ. Tentang seorang host acara kuis yang dipaksa ikut permainan mengerikan dengan nyawa anak-istrinya yang jadi taruhan. Intinya tentang balas dendam. Film ini ngeri-ngeri sedap, sesuai genrenya yang thriller dan memacu adrenalin, jadi gue ga ngantuk. :D
Di film ini pastinya ada adegan berantem dan darah-darah, tapi ga berlebihan. Ga cuma kekerasan yang ditawarkan, tapi juga alur cerita dan drama yang jelas. Ditambah akting pemerannya yang oke juga, gue pribadi puas menontonnya. *tepuktangan.

Film kedua judulnya Black Out. Nah, gue rada heran nih pas baca sinopsisnya. Genrenya comedy-thriller. Kebayang ga, tuh, jadi kayak apa filmnya?
Pas gue tonton...
Hooo... gue ketiduran. ;p
Di tengah film gue ketiduran, tapi akhirnya gue berhasil mengumpulkan kesadaran dan bertahan hingga film selesai.

Film ini lebih kompleks dengan alur cerita yang maju-mundur. Tentang seorang mantan kurir narkoba yang tiba-tiba kehilangan ingatan di H-1 pernikahannya. Terus dia jadi orang paling dicari No. 1 karena dituduh menghilangkan 20 kg narkoba yang harusnya dia antar. Nah, berkembanglah cerita antar satu geng narkoba ke geng lain. Yang satu butuh duit, yang satu butuh barang. Penuh intrik karena mereka saling tipu-tipu untuk dapet barang tanpa kehilangan uang.

Jujur gue kurang menikmati nontonnya, karena ngantuk kali, ye? ;p
Kompleks juga karena ada banyak tokoh di dalamnya, gue jadi lupa-lupa peran mereka masing-masing jadi apa dan siapa. Terus juga film ini cuma nampilin english subtitle untuk dialog bahasa Belanda, english dialog sendirinya ngga. Padahal cukup banyak dialog Inggris di dalamnya. Makin bingunglah awak.

Soal komedinya.. beda sama paham komedi yang gue anut. Komedinya kasar, gue kan makhluk halus. ;p
Orang-orang sih banyak ketawa di beberapa adegan film ini. Satu adegan yang gue akui lucu ketika ada dua geng yang mau transaksi di suatu ruangan. Mereka berlima, dua lawan tiga, masing-masing pegang senjata dan saling todong untuk nyerahin barang bawaan masing-masing. Waktu saling todong itu, si pemeran utama masuk mengendap-ngendap terus ga sengaja ngebuka pintu ruangan itu. Tindakan buka pintu itu justru jadi pemacu untuk mereka berlima untuk saling nembak. Kayak kaget gitu, lah. Disorot satu-persatu mereka berlima mati karena ga sengaja ketembak. Sampe lima orang dalam ruangan itu mati semua, dan tinggal si pemeran utama yang kebingungan kok pada mati semua. Sementara barangnya utuh. :))

Udah, cuma dua film yang gue tonton. Sisa dua film lagi gue lepaskan karena takut pulang kemalaman. Apa kata ibuku kalo anak gadisnya pulang larut malam sendirian? :))

Trailer QUIZ bisa diliat di sini.
Trailer Black Out bisa diliat di mari.
Trailer dua film lainnya ada di sini dan di mari.

Doei!

Sabtu, 15 November 2014

Seni Tak Bisa Diburu

Bang Jud teman saya, orang yang nyeni dan misterius. Penampilannya rapi dan biasa saja, tapi nyentrik. Setiap ngobrol dengannya, saya selalu kehabisan kata. Kalimat yang keluar dari mulutnya seperti punya jiwa sendiri. Begitu hidup sekaligus mematikan.

Tadi sore pulang kerja, saya ketemu lagi dengan Bang Jud. Ada kopi dan gorengan di dekatnya. Dia sedang istirahat siang, baru selesai bikin karya katanya.

'Kalo sudah sore namanya bukan istirahat siang lagi, Bang' kata saya.
Bang Jud membalas, 'Hari masih siang di negara Mesir. Aku mau saja mengikuti siang di Jakarta, tapi malas ikut istirahat siang ala orang-orangnya.'
'Memang salah apa, Bang, istirahat siang orang Jakarta?'
'Aku ga bilang salah, aku cuma ga suka. Rasanya mirip pelarian. Kalo kamu lari rasanya lebih capek, tho, dibanding kamu istirahat sambil ngopi atau makan gorengan?'
'Itu mah jelas atuh, Bang. Tapi saya masih ga ngerti, istirahat kok jadi pelarian.'
'Sini aku jelasin. Menurutmu apa namanya kalo ngeliat orang cepat-cepat keluar makan siang, kejar-kejaran sama istirahat yang cuma sejam, terus buru-buru kembali lagi. Tambah capek aku ngeliatnya.
Pernah aku diajak makan siang sama kawan, pas jam istirahat orang kantoran. Aku ikut makan dengannya, saingan sama banyak orang di warung makan. Aku dengar obrolan mereka, semua tentang pekerjaan.
Meski mereka ketawa dan keliatan bercanda, tapi rasanya ga lepas.
Sementara aku, sebagai pekerja seni aku harus lepas untuk bisa nyelesaiin karyaku. Kalo kepotong waktu istirahat siang Jakarta, aku ga bisa. Ide-ideku keburu kabur. Makanya aku ikut waktu istirahat Mesir. Heheh'
'Tapi kan jadi sendirian istirahatnya, Bang. Ga ada temen yang ikut waktu Mesir juga. Hehe'
'Lah, kan ada kamu. Kalo kamu ga mau nemenin aku, ya, aku ngga apa-apa. Aku istirahat bareng orang-orang di Mesir sana.'
'Hahah, saya mah mau asal ada gorengan, Bang..'
'Oalah, dari tadi kamu nungguin makan gorengan, tho? Makan aja ga usah sungkan, sama aku kok ya malu-malu..'
'Hahaha, bagi ya Bang..'

Minggu, 09 November 2014

Keep Your Dreams Alive

Karya ini harusnya terpajang di ruang pameran suatu acara konferensi kepemudaan di ibukota. Tapi gue seorang pemudi bukan pemuda, jadi ga masuk kriteria deh. Maaf ya, gue tau kalian sedih gara-gara ga bisa melihat dan ketemu mimpi gue di sana. Heheh

Merugilah mereka yang ga melihat karya ini! Biar kalian ga ikutan merugi, nih gue pajang di sini aja ya~ Bergembiralah kalian~ :D


Dengan hanya ditemani properti, yang sangat menyenangkan saat merakitnya, gue ingin bilang: keep your dreams alive, Guys!

Sabtu, 08 November 2014

Hujan Malam Ini

Lelah dan basah
Jalanan penuh orang yang menuju rumah
Di hujan pertama tahun ini
Aku dan kamu tidak sendiri

Angkot bergerak mengantar penumpang
Lagu Iwan Fals mengalun pelan
Suasana romantis meski sibuk masing-masing
Seiring embun yang muncul
Pada jendela yang dingin

Lampu jalan menyala
Membawa berkas cahaya di mata para pemirsa
Mestinya kita sadar
Dalam suasana ini
Harusnya mudah datang inspirasi
Tapi kamu tidak peduli

LOL: LINE Oh LINE


Suwer, keren bangetlah ini tim marketingnya :'D