Kamis, 31 Desember 2020

#30dayswritingchallenge

Tahun ini saya buka dengan menulis #30haribercerita di bulan Januari kemarin. Banyak hal terjadi di antaranya. Lupa, ga punya cerita, ga tau mau bahas apa hahaha akhirnya ga rutin juga 30 hari non-stop saya nulis, bahkan belum genap 30 hari.

Beberapa merupakan tulisan #latepost dan simpanan dari tulisan yang lama saya pendam.


Di bulan terakhir tahun ini saya kembali melakukan challenge menulis. Keren juga ya jadi semacam punya konsep awal-akhir yang sama haha. Sekalian sebagai wadah refleksi juga untuk saya. Catatan-catatan yang saya buat bisa dicek di label #30dayswritingchallenge.


Tahun ini tahun yang akan dikenang banyak orang dengan masing-masing ceritanya. Tiap tahun bisa begitu sih, tapi jadi menarik karena kali ini kita semua dirangkul dengan latar belakang yang sama: pandemi.


Postingan ini saya buat di tanggal 1 Desember, hari pertama tantangan menulis ini dimulai. Bagaimanakah perjalanannya? Berhasilkah saya melakukannya tanpa putus? Yah, kita sama-sama tahu bagaimana ini semua berakhir.


Jadi?


Sampai jumpa di tahun 2021!


Terus bertahan, ya. Memang babak belur rasanya, tapi kamu udah sejauh ini dan ga ada opsi lain kecuali bertahan.

:')

Rabu, 30 Desember 2020

DAY 30: My writing experience

It has been a fun writing journey. Ga terasa udah 30 hari, tema demi tema akhirnya bisa terselesaikan juga. You're rock, Mil!

Tantangan kali ini relatif lancar karena aku tau mau nulis apa per harinya. Tema yang udah ditentukan sebelumnya membantu banget untuk menyaring isi kepalaku. Dan menuliskannya, membantuku mengurai pikiran-pikiran berlebih yang seperti benang kusut.

Di hari tentang surat, aku bisa mengenali perasaanku yang ingin lari. Di hari tentang aku, aku bisa mengingat lagi bagian-bagianku yang terlupakan. Di hari-hari tentang cinta, aku masih perlu banyak belajar.

So, mau sama-sama belajar? Hahaha.

Selasa, 29 Desember 2020

DAY 29: My goals for the future

Mau ke Jepang, can I? Makan kakigori, rebahan di pinggir sungai, mampir ke toko wagashi, bersantai di taman, meet up sama Amad. Tapi setahun belum dapet cuti tuh kek mana ya? ._.

Aku ingin kaya! Kaya dengan cara merasa cukup dan stop membandingkan diri dengan orang lain. Bersedekah dan menabung lebih banyak.

Aku juga ingin lebih terbuka lagi dengan orang lain, siapapun itu. Teman kerja yang terpisah jarak, teman grup WA, teman lama, siapapun.

Quarter pertama, aku akan fokus ke pekerjaanku saat ini. Sebaik mungkin. Ancang-ancang untuk datangnya kesempatan baru. Oh, aku mau belajar UI dan research lebih dalam.

Quarter kedua.. tetap berusaha sebaik mungkin. Oh, aku mau hidup sehat lagi. Mau rutin work out lagi.

Quarter selanjutnya.. aku liat perkembangannya dari dua quarter awal. Ya.

Senin, 28 Desember 2020

DAY 28: About loving someone

Mencintai itu.. fitrah. Tapi untuk menuju ke sana, beda-beda ceritanya tiap orang. Ada yang effortless, ada yang penuh perjuangan. Meski begitu, karena ini fitrah langsung dari Sang Pencipta, harusnya naturally kita bisa mencintai satu sama lain. Kalo cinta itu fitrah, kenapa ada orang yang sulit banget untuk mencintai?

Karena cinta bukan hubungan sebab-akibat yang pasti. Kamu mencintai seseorang, belum tentu dia langsung balik mencintaimu. Apa yang menghalanginya? Ego, mungkin.

Mencintai itu.. utuh. Untuk bisa ke sana, kamu harus menerima segala dari yang kamu suka sampai sisa-sisanya.

Cinta itu.. berani. Mulai dari berani mengakui kalo kamu mencintainya. Ga usah jauh-jauh, akui ke dirimu sendiri dulu. Kalo masih ada ragu, mungkin itu belum jadi cinta. Masih bibit.

Aku belum pernah mencintai seseorang sebegitunya, selama ini. Terbaca kan dari berantakannya isi tulisan ini? Tema kali ini harusnya romantis, tapi jadinya ya... Hahaha.

Minggu, 27 Desember 2020

DAY 27: Someone who inspires me

Papin, Mamin, and the Neverland family! Lah, bukan someone lagi tapi jadi sekeluarga ya. Hahaha.

Pertama tau Papin kalo ga salah dari animasi stop-motionnya yang bertokoh ayam, Kluk. Kok bisaaa ya, halus banget transisinya padahal bener-bener manual prosesnya. Gambar satu-satu, foto satu-satu. 

Semakin ngefans sama Papin n fam karena mereka sering sharing proses di balik layarnya. Sedikitnya jadi kebayang sih, kombinasi hal sederhana tapi kompleks yang bisa menghasilkan karya.

Terinspirasi sudah, lalu prakteknya gimana?

Aku lebih sering praktek langsung kegiatan bakingnya Mamin. Hehehe.

Pertama kali aku nyoba bikin roti dan jadi, ya dari resepnya Mamin. Sederhana aja, roti sobek tiga bahan dan terlihat mudah. Hal yang sebelumnya ga kebayang aku bisa bikin, yang aku pikir prosesnya ribet, ternyata begitu dicoba it does work!

Memang benar ya, orang kreatif tuh bisa membuat hal yang rumit jadi sederhana. Asli, kagum banget sama mereka sekeluarga. ✨

Sabtu, 26 Desember 2020

DAY 26: My school

Dari SD-SMP-SMA sekolahku masih satu kelurahan semua. Karena dekat, semua masih bisa kutempuh jalan kaki. Kadang naik angkot sesekali kala ku SMA. Pas kuliah lumayan, agak jauh sikit, di Bogor. Tiap minggu masih bisa pulang jumpa mamak-bapak.

Waktu SD aku cuma setahun, habis itu aku pindah sekolah ke SD tetangga. Masih satu komplek memang. Kubiasa jajan di warung Bu Indri. Dari dulu aku anak baik-baik, kesayangan guru dan selalu dikirim ikut lomba calistung. Walau ga pernah menang. Haha.

Eh walau begitu, aku pernah nakal juga. Kupecahkan kaca jendela kelas dengan batu, tak sengaja pun. Waktu itu kuincar temanku, eh meleset. Langsung panas dingin aku. Besokannya aku mengaku, aku tanggungjawab ganti rugi dengan kaca yang baru, pakai tabunganku. Sampai sekarang, kalau kau tanya mamak-bapakku pun pasti tak tau soal tragedi ini.

Jumat, 25 Desember 2020

DAY 25: The 11th images


Ini #spotifart lain yang kubuat. Seorang pria berkemeja hitam, berdasi merah muda menyala, bertopi hitam juga. Di bawah langit biru yang cerah dengan beberapa awan putih menaungi. Saat itu, udah aku tag si artist pun, tapi tak digubris dicampakkannya aku. Wkwkw.


Iseng bikin beginian membantuku melatih imaji spasial, dan kesabaran. You know, jariku besar, layar hp standar, kadang brush yang digores kelewat lebar. Tapi seru! Semacam therapeutic proses juga, walau kreasinya masih sebatas hal-hal sederhana begitu.


Nah, di situ tantangannya! Bagaimana membuat #spotifart yang bagus, visualnya kuat, dengan cara-cara sederhana. Seru! Aku senang! Kalo berhasil hahaha.


Kamis, 24 Desember 2020

DAY 24: Lesson I've learned

As you guys know, I’ve taken a Japanese lesson in Duolingo. It’s been 3 months and I can tell you, I’m getting smarter at some points. What a dumb #selfproclaimed 🌝


Watashi wa nihonggo benkyoushimasu!


So, itu hard skill yang kupelajari di tahun ini. Kalau dalam hidup, pelajaran apa yang sudah kudapat?


Bulan Oktober-November aku depresi dan stress abis. Kesepian, sendirian, ga ada teman. Belum dapat pekerjaan baru, sementara tawaran kontrak dari plat merah udah kutolak. Padahal udah lebih dari 10 perusahaan kulamar, ga satupun tembus. Ntah salah strategiku di sebelah mana, ketinggian kah kuminta gaji? Apa skillku belum cocok dengan yang mereka cari?


Tak taulah, ya.


Berkali-kali di masa depresi itu aku nangis, berpikir untuk ambil silet dan kugores ke nadi di lenganku. Tapi aku tau itu dosa. Ga bakal masalahku selesai, malah nambah masalah tanpa akhir yang ada. Bakal selamanya aku merasakan sakit dan pedih sepanjang hidup setelah matiku nanti.


Aku mikir dan refleksikan, yah memang nasibku sedang bergejolak. Hidup tak selamanya mulus bukan? Harapanku semoga yang kemarin kulalui itu, ya itulah lowest poinku. Jangan sampai turun lagi, makin menyedihkan aku nanti.


Hidup tak selamanya mulus, rejeki tak selamanya dalam bentuk materi. Aku mikir, kalau aku bisa mencukupkan diriku dengan yang ada sekarang, it’s okay. Aku mengurangi membandingkan diriku dengan orang lain. Masih iri-iri sikit lah, tapi ya aku ngga ngoyo dan ngaca juga dengan usahaku.


Akhirnya tawaran kerja datang dari temanku si Jepri Waworuntu. Kuterima saja lah, walau benefitnya kurang dari sebelumnya. Tak apa daripada tak ada pemasukan. Mudah-mudahan bisa jadi batu loncatan.


Aku belajar konsep bersyukur dalam praktek sebenarnya, bukan cuma teori. Kalau kutengok cerita temanku yang lain, beuh lebih-lebih cobaan mereka dibanding aku. Tapi mereka tak cemen, yaa tak diperlihatkan.


Aku bersyukur aku masih bisa beraktivitas normal. Keluargaku serumah sehat, mamakku sehat dan aktif masak. Adekku keterima PNS dan aktif memulai karirnya sekarang. Abangku ya alhamdulillah lancar pekerjaannya. Aku walau sempat kegoncang, dikit-dikit aku masih bisa nyumbang donasi di mana. Aku minta hidupku aman dan berkah sajalah. Walau tak banyak, tapi masih bisa aku bantu orang itu tak apa.

Aku akan fokus aja ke apa yang aku bisa buat, bukan apa yang tak aku dapat.


*Postingan ini kubuat di tanggal 25. Telat sehari, ngga apa-apa ya? Hehe, cheating lah..

Rabu, 23 Desember 2020

DAY 23: Surat yang tak mungkin kusampaikan langsung padamu

Hai, gaes. Maaf ya karena gue ngga responsif di grup WA. Meski terkesan menghindar, tapi gue beneran serius kok ambil bagian di projek sukarela ini.

Fitur filter udah gue siapin sejak berhari lalu, cuma memang ga gue update perkembangannya di grup. Bukannya nyari gara-gara atau apa, terus terang interaksi di grup bikin gue anxious sendiri. Gue tau itu kewajiban gue untuk do my part, I did it tho, but I beg you to take it easy with my anxiety.

Is it ok?

Gue tau ini ga sehat, you may say that I'm running or hiding, but I'm not leaving. Don't kick me out gaes, I still wanna be with you all.

Selasa, 22 Desember 2020

DAY 22: Today

I woke up early, had a breakfast, continued my daily progress on Duolingo, and then watched a movie about marriage before work. Quite a lot, huh? But still no text back from him. Hope I can keep it as a habit, being productive since in the morning. 🤞


Siang harinya seorang teman menyapa, meminta feedback akan hasil pekerjaannya. Disisipi pertukaran kabar singkat, perlawanan kodrat manusia, dan keinginannya hujan-hujanan di jalan. Memang dia ini tiada lawan.


Eh iya, sebelumnya ada kejadian lucu. Jadi.. Bundo akan menikah, lalu Hesty berinisiatif mengajak angkatan 8 lainnya untuk patungan kado pernikahan. Supaya mudah koordinasi, Hesty maunya menghapus Bundo sementara dari grup angkatan. Tapi.. karena Bundo adalah orang yang membuat grup WA ini dan admin lain belum diserahkan, dia tidak bisa dihapus. Akhirnya dengan terpaksa dan tanpa mengurangi rasa cinta Hesty bilang, “Bun, keluar grup sendiri bisa ga?” Hahaha.


Mungkin ini tidak lucu bagimu, tapi bagiku dan anak-anak angkatan 8 yang mengenal Hesty dan Bundo yang terbayang adalah ekspresi mereka berdua.


Sorenya, ada pesan di LinkedIn yang bertanya soal UX mentoring. Saya sebenarnya kurang antusias, karena si penanya cenderung tertarik dan meminta saran ke arah karir. Lah, karirku sendiri sedang mandek-mandeknya bagaimana kah..


Oia, hari ini hari Ibu. Hari Perempuan. Selamat Hari Ibu, Ibuku yang kupanggil Mama. Selamat Hari Ibu, aku dan para perempuan di seluruh dunia. Remember, you are loved. 💕