Awalnya kita selorong, terus sekelas matrikulasi. Tapi waktu itu kita masih belum sadar. Setelah perkenalan di depan kamar mandi, meski belum dekat setidaknya kita mulai tau keberadaan masing-masing.
Waktu masuk kelas TPB, entah kenapa kita jadi beda kelas. Meski udah ga sekelas, tapi kau jadi teman lorong yang tetap memanggilku kalo punya makanan. Mungkin karena kau orang baik, jadi bisa tetap dekat orang lain meski sudah terpisah. Aku berterima kasih. Bahkan kita jadi saudara asuh di perguruan si Guru. Kau kakak pertama, aku adik pertama. Tidak ada yang lain. Karena perguruan itu sepertinya bubar. #pfft
Lepas asrama, kita pindah ke kosan masing-masing. Meski begitu, kita tetap main bersama. Gayanya sih petualangan. Trip pertama kita napak tilas postingan Om Watados ke Situ Gunung, bertiga bareng si Guru. Selanjutnya bergiliran menyusun rencana trip yang kebanyakan cuma wacana. Haahahha
Tingkat dua dan tiga kita lebih banyak sibuk masing-masing. Sampai tingkat empat di semester terakhir, seperti takut kehabisan waktu, kita banyak melakukan trip. Ke Planetarium yang direnov, open trip ke Baduy, sampai ke tempat Guru di Bojen. Menyenangkan.
Sudah, ah. Intinya cuma mau bilang:
Selamat, ya!
Meski sudah wisuda dan keluar dari IPB duluan,
ingat kami, teman & bukan temanmu. :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar